SOCIAL MEDIA

Friday, 20 November 2015

Pujian dan Cacian Hanyalah Efek Samping



Pujian dan cacian merupakan hal yang lumrah. Seringnya menjadi serius saat niat yang mengiringi setiap aktivitas kita tidak/kurang tepat. Niat yang lurus memang sangat menentukan dan saya sepakat dengan yang Bu Okina bilang, kondisi nol. 

Nol adalah ketika kita:
1. Sudah melakukan yang terbaik dan tidak terganggu oleh apa pun hasilnya.
2. Tidak merasa berkepentingan terhadap apa pun yang dibicarakan dan dipikirikan orang lain tentang kita.
3. Tidak perlu merasa hebat ketika berhasil atau menang.
4. Tidak terpuruk dan sedih berlarut-larut ketika gagal atau kalah.
5. Meletakkan pertarungan terbesar pada proses, bukan hasil.
6. Tidak merasa "lebih" daripada orang lain.
7. Percaya bahwa semua terjadi karena-Nya dan pengharapan terbesar kita adalah ridha-Nya.

Sunday, 15 November 2015

Tak Perlu Menunggu

"Tidak perlu menunggu menjadi pintar untuk bermanfaat. Tidak perlu menjadi sempurna untuk berguna...." - Okina Fitriani

Jika menunggu pintar dan menunggu diri ini sempurna, mungkin sampai hari ini Islamic Parenting Community belum jua terbentuk. Mungkin bisa juga melalui tangan orang lain. Namun Allah Maha Berkehendak, melalui tangan siapa pun, jalan kebaikan bisa terlaksana. Hanya kala itu Allah percayakan IPC terbentuk melalui saya. 

9 Januari 2015 IPC berdiri. Apa alasan saya mendirikan IPC? Pertama, menyadari bahwa diri ini membutuhkan wadah untuk sama-sama saling sharing, bermanfaat dan berperan. Di mana kondisi ibu saat sudah memiliki anak, terutama jika masih bayi dan balita pada umumnya merasakan kesulitan untuk keluar rumah, maka IPC hadir sebagai komunitas ramah event offline (tidak harus keluar rumah). Sehingga kebutuhan ibu tetap dapat terpenuhi seperti kebutuhan akan ilmu terutama parenting berbasis islam (Al-Qur'an & Sunnah). Pun aktualisasi diri dan kebutuhan bersosialisasi (meski hanya via Whats App.).

Monday, 9 November 2015

Me Time Yang Bersahabat




Bagi para ibu Me Time adalah suatu hal yang cukup penting. Namun saat berumah tangga tentu aktivitas ibu tak lepas dari buah hati, apalagi jika anak-anak masih kecil. Belum lagi aktivitas rumah tangga bagi full time mother dan aktivitas di tempat kerja bagi ibu yang bekerja. Kapan Me Time-nya?

Meski demikian, semua aktivitas amal ibadah di atas insya Allah indah dan menyenangkan jika dikerjakan dengan bahagia. Saya pribadi, sejak membaca tulisan Bunda Kaska yang dishare oleh salah seorang teman di group Whats App., Islamic Parenting Community, memutuskan tak lagi menggunakan istilah tersebut. Sepakat dengan tulisan beliau, menuntut adanya Me Time kok ya kesannya egois. "Bobok dong Kak, Ummi kan mau Me Time." atau "Cepetan boboknya, kapan lagi waktu Ummi buat Me Time!"

Thursday, 5 November 2015

Masa Yang Tak Kan Terulang



Sore ini Alhamdulillah saya lagi antusias dan semangat 45. Bersiap melahap buku karya Bu Ida S. Widayanti. Trilogi, catatan parenting 1 hingga 3. Ah benar saja, melihat buku selalu membuat mata saya berbinar-binar (keh..keh.. asli bukan rekayasa). Ini salah satu kebahagiaanku, mana kebahagiaanmu? ^_^

Waktunya Membuka Buku

Kata pengantar mungkin seringkali dilewatkan pembaca. Tidak oleh saya *senyum. Seringnya ada hal yang menarik yang sayang untuk dilewatkan. Bagi yang terbiasa melewatkan, coba sempatkan baca sesekali *senyum lagi. Di buku ini Ustadz Fauzil Adhim didapuk Bu Ida bertutur. Saya kutip beberapa paragraf dari sekian paragraf menarik lainnya.

Wednesday, 4 November 2015

Jalan Kaki Bikin Happy


ibubahagia.com - Anak-anak hadir di tengah kita seringnya bikin emaknya bisa kembali ke sifat fitrahnya. Banyak kebaikan dan hal positif yang dulunya sulit untuk dilakukan eh ternyata sekarang jadi kebiasaan.

Salah satunya olah raga. Saat dikaruniai anak yang hobi jalan-jalan, jadilah emaknya juga ikutan jalan-jalan. Pagi oke, pun sorenya. Jalan kaki keliling komplek, sederhana tapi bikin happy. Iya gitu?

Iya! Menurut beberapa hasil penelitian membuktikan, bahwa dengan berjalan kaki dapat meningkatkan hormon endorfin (bahagia) loh.

Hormon ini diproduksi secara alamiah oleh kelenjar otak untuk mengimbangi hormon adrenalin dan kortisol yang berlimpah jumlahnya pada saat kita marah, jengkel, atau stres.

Nah biar lebih adem menghadapi tingkah laku anak-anak yang beragam, saya harus mencari cara agar emosi saya dapat terkontrol dengan baik. Salah satunya dengan berjalan kaki setiap hari. Yes! Yuk semangat jalan kaki! ^_^