SOCIAL MEDIA

Thursday, 5 November 2015

Masa Yang Tak Kan Terulang



Sore ini Alhamdulillah saya lagi antusias dan semangat 45. Bersiap melahap buku karya Bu Ida S. Widayanti. Trilogi, catatan parenting 1 hingga 3. Ah benar saja, melihat buku selalu membuat mata saya berbinar-binar (keh..keh.. asli bukan rekayasa). Ini salah satu kebahagiaanku, mana kebahagiaanmu? ^_^

Waktunya Membuka Buku

Kata pengantar mungkin seringkali dilewatkan pembaca. Tidak oleh saya *senyum. Seringnya ada hal yang menarik yang sayang untuk dilewatkan. Bagi yang terbiasa melewatkan, coba sempatkan baca sesekali *senyum lagi. Di buku ini Ustadz Fauzil Adhim didapuk Bu Ida bertutur. Saya kutip beberapa paragraf dari sekian paragraf menarik lainnya.


"Ketika anak kita besar kelak, tak banyak yang bisa kita lakukan. Mereka telah memiliki dunia sendiri. Kita tak bisa memberikan pengaruh sebesar ketika mereka masih kecil. Teman-teman, sahabat karib, kerabat, sekolah, dan lingkungan sekitarnyalah yang akan lebih banyak mengajarinya.

Suatu saat kita ingin selalu berdekatan dengan mereka, ingin ditemani, ingin bercengkrama, dan bercanda bersama. Namun sayang, mereka sudah memiliki lingkungan lain dan mempunyai segudang aktivitas dan kesibukan. Kita tidak bisa memaksanya dan kita pun tak mampu menahan kepergiannya.

Karena itulah ketika mereka masih kecil, ketika Anda hampir tak bisa kemana-mana, syukurilah. Karena saat itulah saat keemasan untuk memberikan pendidikan dan menanamkan kebiasaan baik. Nikmatilah, karena saat itu adalah masa yang tak akan terulang lagi bagi kehidupan Anda.

....Saat ini kita mempunyai persediaan kalimat yang sangat banyak untuk menolak permintaan mereka menemani bermain dan belajar. Kira-kira, sudahkah Anda mempersiapkan diri Anda untuk masa ketika Anda sudah tak mampu memegang kemudi sendiri, bahkan untuk mobil terbaik Anda? Sungguh, saya telah melihat dan mendengar tentang orangtua yang harus menangis menanti anaknya. Sementara kerinduan telah lama mati di hati anaknya.

Kira-kira, orangtua seperti apakah kita ini?"

***

Jleb! kira-kira.... Orangtua seperti apakah kita? Semoga Allah jauhkan kita dari hal demikian. Dengan segala keriweuhan dan keterbatasan saat ini, Hadapi, Nikmati, Syukuri. Bismillah....

Baik, saya lanjutkan membaca ke halaman selanjutnya. Next in sya Allah saya akan bikin resensinya. Bagi yang berminat order bukunya bisa pesan ke saya, *ujung-ujungnya promo keh..keh.. Saya undur diri.. *Kembali khusyuk masyuk baca buku.

No comments :

Post a Comment

Jazakumullah atas komentarnya ^_^