SOCIAL MEDIA

Wednesday, 6 January 2016

Menggali Potensi Diri



Tulisan ini saya copas dari blog saya yang lama www.ShonaVe.wordpress.com. Bagus, terutama bagi yang masih bingung, "Passion saya sebenarnya apa ya?" Mari disimak ^_^


26 Juli 2013,

Teringat buku yang saya beli saat mengikuti bazar di trainingnya Febrianti Almeera, Saya pun melanjutkan bacaan yang belum tuntas. Buku yang berjudul “Be a Great Muslimah” pada halaman ke 49, membuat saya tertarik. Di halaman tersebut berkaitan dengan bagaimana cara menggali potensi diri, disertai langkah-langkahnya.

Hm…. Saya pun bergumam sembari bertanya dalam hati, “Alangkah baiknya saya juga mengikuti langkah-langkah ini, toh selama ini saya termasuk pribadi yang menaruh minat pada banyak hal, sehingga minus fokus.” Eits, di sisi lain ada kebanggaan tersendiri lho. Rasa ingin tahu serta minat yang tinggi terhadap banyak hal membuat saya bisa melakukan hal-hal yang tidak semua orang bisa lakukan, hehehe *bener ga tuh? *mikir lagi, hehe….


Adapun langkah-langkah penggalian potensi diri tersebut adalah sebagai berikut (serius amat, berasa lagi nulis sekeripsih ;p) :


Langkah I

Dilangkah pertama kita diminta menulis sebanyak-banyaknya, apa saja kegiatan yang ketika mengerjakannya kita sangat terlibat di dalamnya sampai lupa waktu. Apapun kegiatannya, tulis berderet ke bawah sehingga menjadi sebuah list.


Langkah II

Melalui langkah pertama, sekarang kita memiliki list berbagai kegiatan, yang diharapkan jumlahnya cukup banyak. Dari list tersebut, tandai kegiatan-kegiatan yang ketika melakukannya, tidak pernah merasa kelelahan, atau walaupun lelah, lelahnya itu bahagia. Yang tidak memenuhi kriteria ini, silahkan dicoret.


Langkah III

Sekarang di list mulai tampak beberapa kegiatan yang dicoret. Lupakan kegiatan yang dicoret dan fokuslah pada daftar kegiatan yang masih ada. Dari sisa kegiatan yang masih utuh, silahkan tandai kegiatan yang ketika melakukannya, diapresiasi oleh orang lain. Semisal, diberikan pujian, sanjungan, atau bahkan sampai diminta untuk mengulanginya atau mempertajam kemampuan dalam kegiatan tersebut. Yang tidak memenuhi kriteria ini silahkan coret.


Langkah IV

Coretan di list sekarang sudah mulai bertambah. Silahkan fokus kembali pada daftar kegiatan yang masih tersisa, kemudian tandai kegiatan apa saja yang di masa depan memiliki potensi untuk menjadikan diri kita dibayar mahal karenanya, meskipun mungkin saat ini belum mengetahui caranya, tapi yakin. Yang tidak memenuhi kriteria ini, silahkan coret.


Langkah V

Pada langkah terakhir ini, seharusnya kegiatan yang belum dicoret di list tinggal sedikit. Silahkan fokus kembali pada yang masih tersisa, dan perhatikan baik-baik. Libatkan hati. Jujurlah kepada diri sendiri dan jawab pertanyaan berikut: Apabila kegiatan tersebut dilakukan, adakah manfaat bagi diri sendiri dan sesama? Kemudian, apakah Allah akan meridhai kegiatan tersebut? Yang jawabannya “Ya”, biarkan. Tapi yang “Tidak”, silahkan coret. Bila semua yang tersisa masih tetap utuh tidak dicoret, tidak masalah.


Demikian kira-kira, langkah-langkah yang saya ikuti. Saya tulis lalu coret, tulis lalu coret, begitu seterusnya hingga sampai pada langkah terakhir dengan menyisakan dua potensi, menulis dan bisnis. Yups, oke. Waktunya mengasah dan memaksimalkannya. Bismillah…. 


-------------------------------------------------------------------------

Sudah 3 tahun berlalu. Ternyata meski masih ingat akan 2 potensi yang sudah saya temukan, namun masih belum maksimal. Sepertinya belum saya tuliskan menjadi sebuah impian yang patut direalisasikan. Selain juga disebabkan peran baru sebagai ibu rumah tangga yang memiliki 2 anak batita. Insya Allah di tahun ini siap melesat, karena semua ada masanya, right? Anak-anak juga sudah semakin mandiri Alhamdulillah.


Selain 2 potensi di atas, ada 1 hal lagi yang akan saya asah, yaitu kemampuan berkomunikasi. (Ucapan bermanfaat, mudah dipahami dan menginspirasi banyak orang). Semangat!!


No comments :

Post a Comment

Jazakumullah atas komentarnya ^_^