SOCIAL MEDIA

Tuesday, 29 March 2016

Apakah Anda Seorang Ibu Bahagia?



Mungkin sejak akun Instagram, Fan Page dan web ini launching, ada yang bertanya-tanya... Apakah saya seorang ibu bahagia? Sudah bahagiakah saya? Apa tujuan dibalik ibu bahagia ini ada? 

Sangatlah wajar, mungkin jika saya di posisi pembaca pun akan memikirkan hal yang sama. Siapa elo? Hehe.... Apalagi saat ini istilah "pencitraan" lagi anget-angetnya.

Semua ini bermula dari lika liku dalam hidup saya. Dan saya akan mencoba menjawab pertanyaan di atas satu per satu. Silahkan disimak *Emang ada yang baca? :p

Apakah saya seorang ibu bahagia?

Alhamdulillah saya saat ini sangat bahagia. Meski sebagai manusia biasa pasti pada kondisi-kondisi tertentu, saya juga merasakan perasaan sedih, kecewa, marah, benci, kesal, dongkol, dan berbagai macam perasaan tidak menyenangkan lainnya. 


Hanya perbedaan dulu dengan sekarang, saya cenderung lebih bisa memanage perasaan-perasaan negatif tersebut tanpa harus berlama-lama di kondisi tidak menyenangkan itu dan mencoba memaknai dari berbagai sudut pandang. Dan poin yang perlu digaris bawahi adalah melihat sisi positifnya lebih besar dari sisi negatifnya. 

Persis seperti yang Carol D. Ryff bilang, "Seseorang itu dikatakan bahagia bukan karena ia tidak memiliki masalah, tapi seseorang yang bisa melihat sisi postif lebih besar dari sisi negatif dalam suatu konteks kejadian."

Punya pengalaman apa soal kebahagiaan?

Hehe... *malah cengengesan. Memang usia saya masih 29 tahun. Masih bau kencur untuk sebuah pengalaman. Namun, pernah suatu ketika saya membantin (berdo'a lirih dalam hati), "Ya Allah pengen deh bisa jadi pembicara yang menginspirasi." Persis seperti saat saya membantin ingin mendirikan sebuah komunitas parenting yang islami.

Ternyata Allah izinkan Islamic Parenting Community terbentuk duluan. Selanjutnya, bagaimana dengan impian saya yang ingin menjadi seorang pembicara yang menginspirasi? Padahal saya bukanlah seorang pembicara handal, wong ngomong di depan banyak orang aja masih suka gemeteran wkwkwk... *tutup muka. 

Nah di situlah semua bermula. Hati-hati dalam berdo'a! Kadang kita ga sadar kalau ternyata do'a kita sudah terkabul, hanya kitanya ga peka. Maksudnya? Iya jadi gini loh, saat jadi pembicara tentunya butuh modal materi/bahan/referensi dan pastinya juga PENGALAMAN! Emang saya punya pengalaman apa?

Ditengah-tengah pencarian, ujian pun Allah hadirkan, saya sakit. Dan Masya Allah dibalik sakit ini begiiiiiiituuuuu banyak hikmah yang bisa saya ambil dan semuanya hal baik. Salah satunya adalah modal untuk menjadi seorang pembicara dan mudah-mudahan menginspirasi, aamiin. Penasaran dengan kisah saya? *Engga juga ga papa :p

Sweet banget ga sih, menyadari ternyata di balik musibah/ujian yang Allah kasih ternyata merupakan efek/konsekuensi dari do'a-do'a kita? Jadi jangan buru-buru hopeless. Gali hikmah sebanyak-banyaknya, kan kau temukan takdir baik di sana ^_^

Tujuan di balik ibu bahagia

Pernah merasakan hal yang tidak menyenangkan, berlarut-larut dan dipelihara dengan baik dan subur, membuat saya ingin berbagi dengan Mom's semua. Jangan mengulangi kesalahan yang sama. Semua takdir yang Allah gariskan buat saya; suami yang mendekati sempurna, anak-anak yang Alhamdulillah cantik dan shalihah, dan semua hal yang menyertainya membuat saya dulu hampir tak dapat melihatnya. Dikarenakan fokus pada kelemahan, kekurangan, san hal-hal negatif saja. Duh malunya saya. 

Oleh karenanya, saya ingin "Yuk kita sama-sama semangat menjadi ibu yang bahagia."

Benar akan selalu ada ujian dan tantangan

Betul bahwa perasaan bahagia tak selalu melulu bertengger di hati kita, karena kita manusia dengan sejuta rasa

Namun satu hal, di saat kondisi hati dipenuhi keimanan hidup kita tidak akan terombang-ambing oleh setiap keadaan. 

Apakah Anda seorang ibu bahagia?

Yes, saya ibu bahagia!

10 comments :

  1. saya ibu yang sangat bahagia, meski memiliki masalah. capek, repot dan lainnnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat mba enci, selalu semangat ya ^_^ salam kenal

      Delete
  2. Ibu yg bahagia pasti punya keluarga yg bahagia. Masalah mah ada aja tapi dibawa asik aja, biar ngak stres hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener bangeet masalah mah ada aja ya mba, tergantung kitanya menyikapi seperti apa ;)

      Delete
  3. Iya.. sy belajar menjadi istri bahagia, krn belum menjadi seorang ibu. Dengan diberikan suami yang terkadang membuat emosi naik turun macam rollercoaster, tapi alhamdulillah sebagai bagian dari perjalanan menjadi istri bahagia.. terima kasih uni, sangat inspiratif

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bentar lg jd ibuuu... aamiin.

      Semangat ayu..

      Delete
  4. Bahagia itu perlu diusahakan bahkan dipertahankan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul banget mba..
      Dimulai dari diri sendiri
      dari yang paling kecil
      dan mulai saat ini ya mba rindang :)

      Delete
  5. Salam kenal mba shona...boleh minta contact personnya? Rasanya sy ingin sekali segera berhijrah..

    ReplyDelete

Jazakumullah atas komentarnya ^_^