SOCIAL MEDIA

Wednesday, 27 April 2016

Field Trip ke Puncak Bintang, Bukit Moko Bandung


Dulu sering mendengar kata Cartil atau Caringin Tilu, tapi tak membuat saya penasaran kala itu. Padahal jarak tempuh dari rumah terbilang cukup dekat dan hampir 5 tahun tinggal di Bandung. Ada pula yang mengatakan, jika belum ke Cartil berarti belum ke Bandung. Really? Hehe.... Lalu hal apa yang kemudian membuat saya tetiba ingin mengunjunginya? 

Setelah berkunjung ke salah satu blog teman saya Ranti, saya jadi tergiur berkali lipat terlebih saat membaca kata Puncak Bintang, Bukit Moko. "Oh ternyata tidak hanya sekedar nama Cartil, tapi ada lagi yang lebih dari itu." Dan beberapa minggu yang lalu akhirnya saya memutuskan untuk ke sana bersama suami dan anak-anak (baru sempat nulis euy, hehehe..). 



Sesampainya di Cartil kami disuguhi pemandangan lautan awan, Masya Allah.... Setelah puas jepret sana sini, kami melanjutkan pendakian dengan menggunakan motor. Meski mobil bisa menuju lokasi, namun agaknya butuh nyali lebih saat pendakian dan jalan yang sempit, kira-kira hanya muat satu mobil. Jadi kalo ketemu mobil lainnya, harus ada yang mengalah dan kadang kala sedap-sedap nikmat jika pertempuan di tepi jurang. Tapi ga serem-serem amat juga sih, tadi pagi ke sana lagi pake mobil, deg deg serrr tapi ajib, wkwkwkw....


Nah, pas udah mau nyampe Puncak Bintang kita akan dikenakan biaya parkir, parkir motor Rp. 5.000,-, sedangkan mobil Rp. 10.000,-. Biaya masuk Rp. 12.000,- dan Alhamdulillahnya anak-anak gratis, hoho... 





Alhamdulillah membuat paru-paru, pikiran dan hati jadi kinclong. Sepertinya akan menjadi destinasi tetap di kala rindu bertafakur. Dan jika usia anak-anak sudah memungkinkan untuk diajak kemping, bakal kemping di Bukit Moko juga nih. Soalnya kedua kalinya ke sini selalu menemukan orang-orang yang lagi kemping. 

Tak lupa kami manfaatkan momen ini untuk mendekatkan anak-anak kepada Sang Pencipta. Tentang kebesaran Allah dan keindahan ciptaan-Nya. Dan karena aktivitas kami banyak mendaki dan menurun, tak lupa kami ingatkan anak-anak untuk bertasbih dikala menurun dan bertakbir dikala mendaki. 

عَنْ جَابِرٍ بْنِ عَبْدَ الله رضي الله عنه قَالَ : كُنَّا إذَا صَعِدْنَا كَبَّرْنَا وَ إذَا نَزَلْنَا سَبَّحْنَا

Dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, ”Kami bertakbir, jika menaiki (tempat yang tinggi), dan bertasbih manakala kami menuruni lembah.” [HR Al Bukhari. Syaikh Salim bin Id Al Hilali berkata,” Dikeluarkan oleh Bukhari (6/135-Fathul Bari).” Lihat Bahjatun Nazhirin (2/214)]

Oia, ternyata jika kita pengen rihlah, bisa melanjutkan perjalanan ke Patahan Lembang, sekitar 1.700 meter dari lokasi (+/- 30 menit). Melempar pandangan ke setiap sudut membuat mulut saya tak henti berucap takjub, Masya Allah.... Jika di bumi saja ada tempat seindah ini, bagaimana di surga nanti ya?


Saturday, 16 April 2016

Mungkin Itulah Rejekiku Hari Ini


Berkali-kali aku tak kuat
Ingin makan normal seperti kebanyakan Orang
Kangen kerupuk, biskuit, gorengan semacam goreng tempe & tahu.
Kadang ekstrim, kangen ramen atau bakso malang.
Saat tak mampu ku bendung, aku curang. 
Curang dan akhirnya tidak konsisten.
Ku makan sebungkus kerupuk
Ku makan beberapa potong tempe dan goreng tahu. Ramen? Hehe.. tidak akan, karena efeknya mungkin langsung masuk RS *kapok.

Kadang aku juga mau makan sayur dan buah. Saat tak terbendung, ku makan sedikit.

Aku.. Aku.. *geleng-geleng kepala. Dasar Aku!
Setelah makan makanan itu, aku harus menanggung sensasi-sensasi tertentu.

Rasanya seperti apa, aku pun bingung mendeskripsikannya.
Hanya seringkali membuatku kapok. Tapi dilain waktu ku ulangi lagi dan lagi.


Ah, Aku! Pantas tak sembuh-sembuh. 

Saat ada sesuatu yang tidak pas. Aku mulai bertanya pada aku, "Kenapa ya sulit sekali menahan hawa nafsu?"

Alhamdulillah baiknya Allah padaku. Setiap kali aku bermuhasabah, Allah tunjukkan kekhilafanku.

Akhirnya aku pun bersyukur...

Alhamdulillah terimakasih Ya Allah.. Dengan sakit ini kau ajari aku, agar aku bisa menjadi manusia yg konsisten. Karena sedari dulu sulit sekali bagiku untuk melalukan itu.

Alhamdulillah terimakasih Ya Allah.. melalui sakit ini aku menyadari bahwa ternyata..

Apa yang bisa ku makan pada hari itu, itulah rejekiku. Meski mungkin saat sehat aku bisa makan sesukaku. Saat sakit Allah batasi, Maka itulah rejekiku. Mudah bukan?

Dan Alhamdulillah, saat nafsuku hendak menggebu-gebu, dalam keadaan sehat mungkin uang itu akan ku belanjakan untuk pemenuhan nafsu, kali ini nampaknya bukan rejekiku.

Namun... disitulah rejeki oranglain bertengger untuk ku penuhi. Ya Allah... kurang apalagi nikmat dari ujian Mu ini..

Jika masih menggebu, BERPUASALAH wahai aku! 

*Mudah2an ga bosen ya baca soal sakit. tp emang deh ini hal2 yg mendominasi dan akhirnya selalu saya syukuri 

Bandung, 16 April 2016

Friday, 15 April 2016

Kesejahteraan Psikologis Ibu Rumah Tangga



Dulu kita sering mendengar, bahwa Psikologi sangat dekat dengan hal-hal yang bersifat negatif. Seperti gangguan ini-itu; stres, depresi, kecemasan, schizophren (bahasa awam: gila), phobia, kleptomania dan masih banyak lagi. Namun, tahukah bunda bahwasanya ilmu Psikologi juga membahas hal-hal yang bersifat positif? Contohnya seperti kesejahteraan psikologis (Psychological well being), kebahagiaan (happiness), memaafkan (forgiveness), dll. In sya Allah kali ini kita akan fokus membahas kesejahteraan psikologis ibu rumah tangga.
Salah satu tokoh Psikologi Positif Carol D. Ryff mendefinisikan bahwa Kesejahteraan Psikologis adalah pencapaian optimal dari potensi psikologis seseorang, dan suatu keadaan ketika individu dapat menerima kekuatan dan kelemahan diri apa adanya, memiliki tujuan hidup, mengembangkan relasi positif dengan orang lain, menjadi pribadi mandiri, mampu mengendalikan lingkungan dan terus bertumbuh secara personal.

Ada beberapa Dimensi Kesejahteraan Psikologis:
👉Self Acceptance (Penerimaan Diri)
👉Positive Relation with others (Hubungan Positif dengan Orang Lain)
👉Autonomy (Kemandirian)
👉Environtmental Mastery (Penguasaan Lingkungan)
👉Purpose in Life (Tujuan Hidup)
👉Personal Growth (Pengembangan Personal)

🌳🍁🌳🍁🌳🍁🌳🍁

Ibu rumah tangga merupakan status yang diperoleh perempuan yang sudah
 menikah dan memiliki tanggung jawab
terhadap suami dan anak, seperti mengurus
suami, mendidik, mengatur anak-anak, serta
melakukan pekerjaan rumah tangga di rumah.

Tantangan utama ibu rumah tangga pada umumnya adalah tantangan dengan suami, dengan anak, keuangan & anggaran rumah tangga, terhadap diri sendiri, dengan pekerjaan rumah tangga, dengan
keluarga dan campur tangan mertua.

Dari semua tantangan tersebut jika dikelompokkan, mayoritas tantangan ibu
rumah tangga pertama bersumber dari keluarga, kedua dari diri individu
dan ketiga dari sumber lingkungan atau
masyarakat.

💍💍💍💍💍💍💍💍💍

Berbagai macam tantangan yang dihadapi secara tidak langsung akan mempengaruhi kesejahteraan psikologis ibu rumah tangga. Berikut Dimensi dari K4esejahteraan Psikologis:

🐳 Penerimaan Diri
Aspek➕

✅ Menerima diri apa adanya baik kelemahan maupun kekurangan
✅ Bersikap positif terhadap kehidupan yang dijalani
✅ Pandangan positif terhadap masa lalu

Aspek ➖
❎ Tidak puas terhadap diri sendiri
❎ Merasa kecewa dengan pengalaman masa lalu
❎ Memiliki harapan untuk menjadi bukan dirinya


🐳 Hubungan Positif dengan Orang lain

Aspek ➕
✅ Memiliki kehangatan, kepuasan, hubungan terpercaya dengan orang lain
✅ Memiliki kemampuan empati, afeksi, dan intimasi yang kuat
✅ Mengerti memberi dan menerima dalam hubungan antar manusia

Aspek ➖
❎ Memiliki sedikit hubungan dengan orang lain (yang dekat & dapat dipercaya)
❎ Merasa sulit untuk hangat, terbuka, dan peduli terhadap orang lain
❎ Tidak berniat membuat kompromi untuk mempertahankan ikatan yang penting dengan orang lain


🐳 Kemandirian

Aspek ➕
✅ Bisa mengambil keputusan sendiri
✅ Dapat menolak tekanan sosial untuk berpikir dan bertindak dalam cara tertentu
✅ Mengevaluasi diri dari standar personal

Aspek ➖
❎ Peduli dengan perkiraan dan evaluasi orang lain
❎ Bergantung pada penilaian orang lain dalam membuat keputusan yang penting
❎ Mengkonfirmasi tekanan sosial untuk bertindak dengan cara tertentu


🐳 Penguasaan Lingkungan

Aspek ➕
✅ Memiliki perasaan bisa menguasai dan kompeten dalam menata lingkungan
✅ Mampu membuat/memilih konteks yang sesuai dengan kebutuhan dan nilai personal
✅ Mampu mengontrol susunan kompleks aktivitas eksternal

Aspek ➖
❎ Memiliki kesulitan mengelola tugas sehari-hari
❎ Hanya memiliki sedikit tujuan/target
❎ Merasa tidak mampu mengubah/meningkatkan konteks yang mengelilinginya
❎ Tidak menyadari peluang yang ada di sekeliling


🐳 Tujuan Hidup

Aspek ➕
✅ Memiliki tujuan dalam hidup dan keterarahan perasaan
✅ Merasa adanya makna dalam kehidupan di masa datang dan di masa lalu
✅ Memegang keyakinan yang memberikan tujuan dalam hidup

Aspek ➖
❎ Kurang peka terhadap makna kehidupan
❎ Memiliki sedikit tujuan/target
❎ Tidak melihat adanya tujuan dalam kehidupan masa lalu


🐳 Pengembangan Personal

Aspek ➕
✅ Memiliki perasaan perkembangan yang berkesinambungan
✅ Melihat diri tumbuh dan berkembang
✅ Terbuka terhadap pengalaman baru
✅ Memiliki kepekaan untuk menyadari potensinya
✅ Mencari peningkatan pada diri dan perilaku dari waktu ke waktu

Aspek ➖
❎ Memiliki perasaan stagnan
❎ Kurang peka terhadap peningkatan diri dari waktu ke waktu
❎ Merasa bisan dan tidak tertarik dengan kehidupan
❎ Merasa tidak mampu mengembangkan sikap atau perilaku baru


Shona Vitrilia S.Psi.,
🌾🌾🌾🌾🌾🌾

*Materi Bincang Seru, AskMana, di Islamic Parenting Community & Kajian Online Asmin Odoj

Saturday, 2 April 2016

Petualangan Boci: Aplikasi Seru Mengenalkan Alfabet Pada Anak


Kadang masih suka ragu mau ngasih anak main gadget. Pertama, usia mereka masih rentang 2 dan 3 tahun. Kedua, Terpapar layar khawatir akan merusak mata mereka. Ketiga, cenderung menghambat aktivitas sosial.

Namun kemudian, ketiga hal di atas saya pikir dapat merugikan jika dilakukan berlebihan dan tidak pada tempatnya. Menurut penelitian di bawah usia 2 tahun anak memang tidak diperbolehkan terpapar gadget. Hm.... Oke, berarti usia anak-anak sudah bisa, hanya tidak dalam durasi yang lama dan tidak terus menerus. Akhirnya setelah berkomunikasi dengan Abi mereka, kami sepakat memberikan jadwal sekali seminggu setiap hari Kamis, selama 30 menit.

Friday, 1 April 2016

Cara Cepat Mengecilkan Perut yang Sehat dan Alami

Perut buncit adalah kondisi yang tidak disukai dan sering kali menjadi ‘momok’ yang menakutkan bagi kebanyakan orang terutama bagi buibu. Pasalnya, perut buncit dianggap menghancurkan bentuk tubuh ideal bagi banyak orang. Perut menjadi buncit karena adanya lemak yang tertimbun terus menerus. Lemak tersebut juga akan menimbulkan lipatan lemak di perut. Karena hal inilah orang menjadi mencari-cari cara mengecilkan perut demi mendapatkan bentuk tubuh impian mereka. Beberapa orang bahkan menempuh jalan instan tanpa mempedulikan dampaknya.


Gambar: google


Mengecilkan perut bisa dilakukan dengan cepat. Cara tercepat bisa dilakukan misalnya dengan sedot lemak. Jika hal ini dilakukan, buibu akan segera mendapatkan bentuk tubuh idaman buibu. Namun, jika buibu tidak melakukan olahraga dan menjalani pola hidup sehat, timbunan lemak akan kembali muncul dalam perut buibu. Selain cara instan tersebut, masih ada beberapa cara mengecilkan perut yang sehat dan cepat. 

Cara yang buibu gunakan untuk mengecilkan perut sebaiknya adalah cara yang sehat dan aman bagi kesehatan tubuh. Cara mengecilkan perut yang sehat tidak berarti membutuhkan waktu lama. Ada juga cara cepat mengecilkan perut yang alami dan sehat sebagai berikut:


·        Tidak melewatkan sarapan

Beberapa orang menganggap bahwa melewatkan sarapan bisa membuatnya lebih kurus. Namun kenyataanya, melewatkan sarapan justru bisa membuat buibu merasa semakin lapar di siang hari sehingga makanan yang buibu konsumsi menjadi lebih banyak. Sarapan juga ternyata bisa membantu buibu mengontrol nafsu makan yang berlebihan pada waktu makan berikutnya.


·         Perbanyak porsi sayuran dan buah yang dikonsumsi

Sayuran dan buah-buahan merupakan makanan sehat yang rendah kalori dan tinggi nilai nutrisinya serta kandungan seratnya. Hal ini menyebabkan sayuran dan buah-buahan membuat buibu merasa kenyang lebih cepat. Selain itu, sayuran dan buah-buahan butuh waktu lebih lama untuk dicerna tubuh sehingga buibu tidak akan cepat lapar. Mengonsumsi sayuran dan buah sebanyak 5 porsi sehari bisa membantu menurunkan dan mengontrol berat badan buibu. 


·         Mengurangi makanan yang tinggi gula dan lemak jenuh

Makanan yang yang tinggi kandungan gula dan lemak jenuhnya memiliki kandungan kalori yang tinggi sehingga berpotensi menyebabkan penimbunan lemak di perut. Contoh makanan yang tinggi gula adalah permen, coklat dan cake, sedangkan makanan yang tinggi lemak jenuh adalah sosis, keripik dan biskuit. Intinya, buibu harus menghindari makanan yang mengandung pemanis buatan karena pemanis buatan mengandung kalori tanpa ada kandungan vitamin dan seratnya.


·         Cukup mengonsumsi air putih

Buibu harus memastikan bahwa buibu meminum air putih yang cukup setiap harinya. Air merupakan salah satu pembentuk berat badan. Tidak tanggung-tanggung, air membentuk berat badan sekitar 60%. Jika air yang buibu konsumsi banyak, maka tubuh buibu akan lebih sehat, berat badan buibu lebih terjaga dan proses pembakaran lemak juga bisa lebih optimal. 

Mengecilkan perut yang buncit kini seolah menjadi misi terutama bagi wanita. Namun, perlu buibu perhatikan bahwa cara mengecilkan perut yang instan tidak bisa menjamin dan menjaga kerberlanjutan tubuh ideal buibu. Motivasi yang kuat sangat dibutuhkan dalam usaha mengecilkan perut secara sehat. Pasalnya, mengecilkan perut dengan cara ini membutuhkan banyak usaha.


Mengecilkan perut dengan cepat bukan berarti mengecilkan perut dalam waktu yang sangat singkat. Perlu buibu perhatikan juga bahwa cara mengecilkan perut yang cepat sekalipun membutuhkan waktu. Hal itu karena proses pembakaran lemak membutuhkan waktu.

*Sumber gambar: Google.