SOCIAL MEDIA

Tuesday, 31 May 2016

Chapter 1: Bahagia di Rumah bersama Ibu Bahagia



Sadar nggak sih Bu, saat keseharian kita penuh keluhan, minus senyuman, bawaan ke anak sangar berlebihan, ke suami ngambekan, tugas rumah puluhan. Pengennya teriak, "Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!" Itulah yang pernah saya alami dulu *malu. Hingga penyakit pun tertarik mampir ke tubuh orang-orang yang tak bahagia *nunjuk diri. Seiring berjalannya waktu, Alhamdulillah saat ini dengan yakin saya berkata bahwa saya adalah seorang ibu bahagia. Dengan sederetan pengalaman yang pernah saya alami dulu, saya ingin sedikit berbagi cerita.





Bersyukur yang Tak Boleh Luntur

Suatu kali saya bertemu dengan salah seorang sahabat semasa kuliah. Lama tak bertemu membuat kami larut dalam cerita panjang. Hingga muncul pertanyaan dari teman saya, "Kok kamu kurus banget sih sekarang? Emang ada apa?" Saya pun tertawa. Mungkin karena seorang Psikolog jadi dia jago ngorek. Pada akhirnya saya pun curhat. Setelah sesi curhat selesai, hanya beberapa deret kata yang muncul dari mulutnya, "Apalagi sih Na, semuanya udah lho! Apalagi coba?" Deg! Jleb! Saya langsung tersadar dari koma yang panjang, bahwa selama ini saya kurang bersyukur.

Saat orang-orang di luaran sana berjuang mendapatkan jodoh, Alhamdulillah saya sudah bertemu jodoh saya. Di saat sebagian orang berjuang untuk memperoleh anak, Alhamdulillah saya sudah memiliki anak dua. Dan banyak lagi yang jika ditulisakan di sini pastilah amat banyak dan panjang. Sejak saat itu, mengucapkan minimal 3 rasa syukur hampir menjadi rutinitas saya sehari-hari.


Ikhlas Tanpa Batas

Bahagia akan lebih mudah hinggap di hati orang-orang yang ikhlas. Yang di dadanya tertanam iman, percaya bahwa takdir Tuhan pasti selalu baik. Jadi, apapun situasi kondisi yang menimpa, terima, hadapi, nikmati. Quotes yang saya ingat selalu dan benar-benar membuat saya adem dan bahagia menjalani hari-hari bersama keluarga tercinta.


Positive Thinking

Menurut salah satu tokoh Psikologi Positif Carol D. Ryff, bahagia itu secara singkat adalah bukan orang yang sama sekali tidak pernah punya masalah, atau tidak pernah terbentur sesuatu. Bahagia adalah saat seseorang selalu bisa menilai sisi positif lebih besar daripada sisi negatif dari suatu konteks kejadian. Yuk ah, fokus ke yang bagus-bagusnya aja. Jika pun tetap kepikiran hal negatif jangan kelamaan, diingat hanya sebagai pelajaran agar tak melalukan hal yang sama pada orang lain.



Ibadah yang tak Pernah Lelah

Nilai dan keyakinan seseorang berkaitan dengan agama. Agama membawa ke kehidupan yang lebih baik dan orang yang aktif menjalankan ibadah akan memiliki kesehatan mental yang baik. Sadar akan manfaat ibadah bagi diri, saya pun mulai meningkatkan ibadah. Memang sangat terasa perubahan demi perubahan. Saat mulai galau lagi, tinggal cek ricek ibadahnya, ada yang mulai kendor atau kurang, maka saya pun memperbaiki.


Mudah Memaafkan

Pernah dengar istilah inner child? Istilah yang cukup mengemuka saat ini. Inner Child menurut Bu Elly Risman adalah kondisi kejiwaan yang membekas dari masa kecil, yang tentu akan berpengaruh terhadap pola asuh anak. Penting menyelesaikan dan membenahi inner child ini karena saya merasakan sendiri bagaimana inner child mempengaruhi diri saya sebagai seorang anak, istri dan tentunya juga sebagai ibu. Hal pertama yang saya lakukan adalah menerima lalu memaafkan. Membawa beban berpuluh tahun di pundak tentu tak mudah, saatnya meletakkan beban itu lalu melangkah. Selengkapnya tentang memaafkan bisa baca tulisan saya di sini.

Dan dalam keseharian tentunya kita tak luput dari hal-hal yang bagi kita mungkin kurang menyenangkan. Siapkan hati seluas telaga, karena hati yang seluas gelas hanya akan menjadikan garam terasa pahit dan sangat asin. Saya suka sekali dengan quote Peperonity, "Memaafkan bagaikan membebaskan seseorang dari penjara, dan kemudian kita akan tahu bahwa orang itu adalah diri kita sendiri."


Banyak Memberi

Saya sepakat dengan yang Bu Ida S. Widayanti (Penulis Buku Parenting) bilang, "Kita hanya bisa memberikan apa yang kita miliki. Mana mungkin bisa memberikan kebahagiaan, jika kita tak merasa bahagia." Semua bermula dari ibu karena ibu adalah pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya. Wajib ibu yang bahagia terlebih dahulu, right?

Ibu yang bahagia selain menularkan kebahagiaan pada anak, suami, dan keluarga selanjutnya bisa pula menularkan kebahagiaan bagi sekitarnya. Alhamdulillah saya memutuskan untuk berbagi baik melalui blog ini (www.IbuBahagia.com). Januari lalu saya juga memutuskan mendirikan sebuah komunitas bernama Happy Mom Community. Beranjak dari perjalanan hidup yang saya alami saya ingin berbagi, dan bersama-sama teman-teman di komunitas ini kami saling berbagi dan saling support. Sebagai teman sharing, belajar dan mengaji bersama. Melalui aktivitas ini membuat kebahagiaan saya bertambah. Semangat menularkan kebahagiaan ya Bu!





Rajin Membaca

Akan sangat terasa, jika saya mulai jarang membaca, maka ada saja yang membuat hari-hari saya kurang nyaman. Membaca pastinya menambah pengetahuan kita dan di saat saklek, membaca bisa menjadi salah satu solusi dari permasalahan yang kita hadapi. 

Sebagai penutup ada satu quotes lagi yang saya suka dari Said Mustafa, "Memang amat tinggi letaknya kebahagiaan. Namun kita harus menuju ke sana. Ada orang yang berputus asa berjalan ke arahnya, lantaran disangkanya jalan ke sana amat sulit. Padahal mudah. Karena ia dimulai dari dirinya sendiri."

33 comments :

  1. Uni,
    mengingatkan dengan masa-masa dimana titik terendah manusia pun pernah saya alami.

    Benar adanya bahwa bahagia itu sebenarnya mudah.
    Manusia lah yang memberi banyak syarat untuk menggapai nya.


    Haturnuhun Uni,
    sudah diingatkan....

    Tulisannya bermanfaat sekali...

    ReplyDelete
  2. Betul, tinggal di rumah benar-benar mengajarkan saya tentang rasa ikhlas. Bagaimana ikhlas ketika rasa rindu saat2 masih bekerja tiba2 melanda. Ini kegalauan yang pernah saya alami :)

    salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal juga mba.. semangat always ya mba ;)

      Delete
  3. Waaah teh shona mah memang ibu bahagia.. :):)
    Tetap menginspirasi ya teh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin.. berusah selalu bahagia tepatnya hehe..

      aamiin makasi dessy ;*

      Delete
  4. Terus menginspirasi Uni...

    Terimakasih sharingnya.đŸ’—Kadang perasaan menjadi ibu yg bahagia itu muncul,kadang tenggelam. Msh agak susah mengistiqomahkan 'perasaan'..
    Bismillaah smg bisa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin..

      Wajaaar.. normaaal.. namanya manusia punya berbagai macam rasa, yg penting jangan lama2 ;*

      terimakasih unda? *ini winda bukan? :D

      Delete
  5. Sepakat mba kebahagiaan itu yang menciptakan kita sendiri, jadi mesti ikhlas jalanin aktifitas RT membuat saya bahagia hehehe klo ga gerutu sepanjang hari :p

    ReplyDelete
  6. Ikhlas, itu keywordnya, ya. Belakangan aku suka merasa bad mood ini. Harus belajar ikhlas lagi. *tissue mana tissue*

    ReplyDelete
  7. Kuncinya adalah bersyukur ya mbak :) bahagia akan mengikuti

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba, hal simple yg seringkali kita lupa

      Delete
  8. ikhlas ini loh \''/\

































    ikhlas cuma satu kata ya..tapi sejuta maknanya...mdh2an bisa dapet nih ilmu ikhlasnya huhuu


    ReplyDelete
    Replies
    1. Susah ya mba, tp bisa insya Allah,, semangat mba lingga ;)

      Delete
  9. Nice tips, Mbak Shona. Suka deh style writingnya. Salam kenal ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal mba hafidzah ;* terimakasiiih...

      Delete
  10. Makasih postnya Mbak.. BTW habis baca aku jadi sadar kalau aku jarang baca belakangan ini huhuhuhu..
    Salam Mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 mba ajen :) mari semangat membaca

      Delete
  11. Hmmm...tujuh sikap hidup yang menjadi kunci kebahagiaan ya...

    ReplyDelete
  12. Makasih nasihat dan sharenya Mbak, mau ngomentarin satu-satu pun gak jadi eh emang kudu begitu semua. Bookmark ah reminder kalau lagi sedih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 mba lina.. Alhamdulillah moga manfaat y..

      Delete
  13. Kebahagiaan itu ada dalam diri sendiri, bagaimana cara kita mengapresiasikannya ya Buu.
    Dengan selfie aja aku Bahagiaa!!

    ReplyDelete
  14. Suka quote2nya, bersyukur ikhlas dan bahagia serta positif yaa kuncinya

    ReplyDelete
  15. Terima kasih kak Na, selalu mengajarkan untuk bersabar lebih dan mengambil segala hal dengan positif.

    :hug:

    ReplyDelete
  16. Wah mau donk mbak join Happy Mom Communitynya, caranya gmn kah?

    ReplyDelete
  17. Jujur awalnya pas pertama resign kerja jd merasa hopeless d rumah, namun skrg jgn ditanya bhw kbagiaan itu bisa diciptakan dari ketulusan kita.bener gak mbk Shona??

    ReplyDelete

Jazakumullah atas komentarnya ^_^