SOCIAL MEDIA

Monday, 16 May 2016

Beban Menjadi Seorang Founder

Bandung sejuk pagi ini. Hujan gerimis terdengar syahdu. Sesyahdu hati saya yang akhir-akhir ini sering berkaca-kaca. Mana kala mengingat beban yang saya pikul sebagai seorang Founder Islamic Parenting Community. Saya bukanlah Bu Septi (Founder Institut Ibu Profesional) yang luar biasa dan telah selesai dengan dirinya. Saya bukan juga Bu Ida (Founder HomeSchooling Muslim Nusantara) yang siap sedia kala menjawab pertanyaan dari member tersebab segudang pengalaman yang ia punya.

Pernah suatu kali, saat saya sedang mengerjakan sebuah project buku, seorang teman mengungkapkan sebuah peryataan dan pertanyaan yang intinya, saya memiliki member lebih dari 1.000 orang namun tidak semua member mengenal saya. Deg! Apakah saya kaget tersebab pernyataannya bahwa tidak semua member mengenal saya? Bukan Alhamdulillah. Saya kaget mengingat-ingat, apakah itu tujuan saya mendirikan IPC? Agar dikenal dan terkenal?

Pernah juga saat kami manajemen IPC sedang berbincang-bincang di group WA. Pertanyaan dari seorang yang sudah saya anggap kakak, "Masa di IPC-sekian ada yang nanya, Uni Shona itu siapa?" Lalu saya menjawab, "Ga papa Mba, ga dikenal penduduk bumi juga, saya mah maunya dikenal penduduk langit, aamiin." Saya tak menampik, adakalanya perasaan ingin dikenal itu hadir. Tapi saya selalu berusaha dan berdo'a agar Allah menjaga hati saya. Pabila niat saya melenceng, minta agar Allah tegur saya segera.

Saya. Bukanlah seperti Founder-founder lainnya. Saya baru akan berusia 29 tahun. Baru memiliki 2 anak dengan usia 2 dan 3 tahun. Masih belajar tentang Islamic Parenting. Masih banyak PR yang harus saya selesaikan di rumah. Banyak memiliki daftar kesalahan dan dosa dan belum bisa menjadi teladan. Masihkah Anda tertarik dengan IPC? Maaf jika saya jarang mampir, mudah-mudahan tak ada yang berpikiran bahwa saya seorang yang sombong. Hanya tersebab saya masih jauh dari pengalaman dan ilmu, maka lidah ini kelu. Maaf jika saya malah sering bertanya, bukannya menjawab.

Namun di tengah-tengah kekurangan itu, Alhamdulillah Maha Besar Allah. Allah tutupi segala kekurangan saya selama ini dengan mengirimkan saudara-saudara yang luar biasa. Hingga.... Sekarang IPC menjadi lebih baik. Jadi tak perlu khawatir, Anda aman bersama IPC ^_^

Wah, hujan kian deras Alhamdulillah. Allahumma shoyyiban nafi'an'. Hm.... akhir-akhir ini saya muhasabah dan merenung, terfikir untuk mengundurkan diri saja sebagai Founder dan Divisi Danus IPC. Hehe.... Ada gitu ya dan bisa gitu ya Founder mengundurkan diri? Adalah beban bagi saya menjadi Founder. Ada hal yang lebih utama yang harus saya selesaikan. Tak cukup anak yang sudah bisa menghafal do'a-do'a dan beberapa ayat Al-Qur'an. Tak cukup anak yang ikut antusias membaca Al-Qur'an meski yang dibaca masih sembarangan dan asal. Tak cukup anak yang semangat ikut sholat disaat umminya sholat. Masih banyak, banyaaaaaak sekali yang perlu saya benahi T_T

Maka.... ijinkan saya undur diri :) dan Bismillah... saya percayakan gelar founder kepada 10 Pejuang Mana Fam; Teh Thasya, Mba Ning, Bumay, Echa, Mba Ica, Sari, Mba Lilik, Bebes, Mba Niken dan Tika . Karena melalui merekalah atas izin Allah IPC bisa seperti sekarang. Maaf atas segala khilaf selama ini dan jazakumullah atas kesabaran teman-teman selama ini. *Kecup & peluk sayang dari saya Shona Vitrilia ^_^

1 comment :

  1. Uni,
    Kenapa aku ngerasa seddihh gini baca tulisan Uni..?

    Nulisnya dari hati, Un..

    *pliiss, come back Uni.

    ReplyDelete

Jazakumullah atas komentarnya ^_^