SOCIAL MEDIA

Tuesday, 24 May 2016

Punya Penyakit Maag? Mungkin Inilah Penyebabnya

Gambar: google


Tadi pagi saya nonton di salah satu stasiun televisi, tentang hubungan antara penyakit dengan akhlak. Siapa lagi kalau bukan Ustadz Dhanu yang jadi narasumbernya. Saya yang punya penyakit asam lambung langsung melek. Pas banget bintang tamunya punya penyakit maag.

Dijelaskanlah oleh Ustadz Dhanu bahwa penyakit maag, mual, muntah, perih disebabkan karena:
  • Perilaku suka ngeyel (membantah)
  • Sering marah dan menolak bila dinasehati pasangan
  • Gampang jengkel dalam keluarga
  • Tidak suka menerima nasehat orang lain terutama dalam keluarga.

Jleb!!! Flash back mengingat-ingat masa lalu, eng.. ing.. eng.. Hiks, mewek. Tapi Alhamdulillahnya setelah tahun lalu tobat (kambuh kayak orang stroke untuk ketiga kalinya), beberapa perilaku ini sudah mulai saya ubah dan kemudian minta maaf ke orang-orang terdekat tapi mungkin kurang spesifik, minta maaf karena apa. Lucunya pada heran kenapa tetiba saya minta maaf, kehkeh.

Seringnya sih dulu hobi ngeles, terus kalo ada masukan dari orang lain itu inteleqtual quriousity-nya (5W+1H) kelewat tinggi >.< meski setelah memikirkannya berhari-hari saya akhirnya menerima, tapi kadang ada juga yang kepikiran lama dan ga nerima-nerima, haha. Belum lagi kalau marah suka memendam dalam diam, heu.... Jadi ingat pelajaran Psikologi Abnormal saat kuliah dulu, kalo gastritis ini termasuk ke dalam psikofisiologis. Bahwa tubuh memiliki ambang batas. Berbagai emosi negatif membuat sistem biologis tubuh menjadi tegang dan tubuh selalu dalam kondisi darurat. Membuat tubuh kita berada dalam badai fisik yang tidak dapat ditanggung oleh tubuh.
  
Oke saya tobat lagi, do'a sama Allah minta ditunjukkan siapa saja orang-orang dalam keluarga yang sukses saya jengkelin dan suka saya bantah lalu minta maaf *pas banget momen mau Ramadhan :p Alhamdulillah memang berasa, sejak tobat dulu dan mulai mengubah perilaku (juga menjaga pola makan dan tetap ikhtiar minum obat) saya tidak pernah kambuh parah lagi Alhamdulillah. *berasa lagi ngasi testimoni produk wkwkwk... :D

الاِسْتِحْيَاءَ مِنَ اللَّهِ حَقَّ الْحَيَاءِ أَنْ تَحْفَظَ الرَّأْسَ وَمَا وَعَى وَتَحْفَظَ الْبَطْنَ وَمَا حَوَى
Sifat malu pada Allah yang sebenarnya adalah engkau menjaga kepalamu dan setiap yang ada di sekitarnya, begitu pula engkau menjaga perutmu serta apa yang ada di dalamnya.
Yuk ah pejuang maag! Muhasabah diri, rendahkan hati dan akui. Insya Allah mudah-mudahan Allah ampuni dosa-dosa kita, dan melalui penerimaan maaf orang-orang terdekat kita bisa menjadi jalan kesembuhan bagi kita. Tetap jaga pola makan, pikiran dan perut Anda. Semangat!!!

14 comments :

  1. Good review, teh...

    Seorang trainer juga pernah berkata... ketika anak sakit, coba merenung. Kesalahan akhlak dan kesalahan perbuatan apa yang kita khilafi. Tanyakan apakah dirinya memendam ganjalan perasaan pada kita. Mohon ampuuuun, akui semua khilaf dan dosa, maka penyakit apapun akan mudah sembuh bahkan dengan cara yang tidak pernah kita duga.

    Introspekasi, pasrah dan berserah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nuhun Anin.. betul, saat anak sakit ada efek dari perilaku orangtuanya.

      Delete
  2. Good review, teh...

    Seorang trainer juga pernah berkata... ketika anak sakit, coba merenung. Kesalahan akhlak dan kesalahan perbuatan apa yang kita khilafi. Tanyakan apakah dirinya memendam ganjalan perasaan pada kita. Mohon ampuuuun, akui semua khilaf dan dosa, maka penyakit apapun akan mudah sembuh bahkan dengan cara yang tidak pernah kita duga.

    Introspekasi, pasrah dan berserah.

    ReplyDelete
  3. ��Doorrr...
    belajar dan terus belajar tanpa henti..

    Bahwa sakit Qodarullah, benarlah adanya ya, tapi bisa jadi takdir yang sudah kita jemput sendiri.
    loohh koq bisa?
    iya kita jemput lewat makan semaunya, pola hidup yang keliru, ibadah yang sekadarnya, tapi minta ke Allah sebanyak banyaknya.
    kalo liet kencleng ummat, galau banget mencoba ngubek dompet nyari pecahan rupiah yang kecil, pelit nya saya dulu gitu..

    Sakit memberi pencerahan yang luar biasa, sepakat dengan artikel ini bahwa obat pertama dan utama dari sakit adalah tobat..
    apa iya?
    menurut saya iya..
    karena ada korelasi sakit dengan akhlak kita, dengan tobat tobat kita.

    lah, bagaimana kalo sakitnya yang bawaan lahir, kan saya ga minta?
    kalo begitu Allah menuntun kita menuju syurga dengan jalan ini. Terima dulu dan cari tuntunanNya, jangan protes dulu, protes biasanya bikin sakit nyebar kemana mana, bahkan mungkin ke hati.

    cara sholat dan sabar kita menghadapi sakit moga jadi padang pahala.

    iya nih, karena bisa jadi sakit kita berasal dari dosa kita, keras kepalanya.kita, ngeyel nya.kita, susah dikasih tahunya kita dll..
    so jadi kalo sumbernya dari sana, kenapa ga diperbaikinya juga dari sana, insya Allah diberi kemudahan utk kesembuhannya.

    kalo gitu ga usah ke dokter?
    harus dong beb, ilmu dan ikhtiar itu dah paket lengkapnya sabar. Kedokteran kan juga ilmunya Allah.
    tapi yuk kita buat prioritasnya dulu.
    perbaiki diri,perbaiki pola hidup, naikan kualitas ibadah kita..
    nah bila sakit berlanjut hubungi dokter , haha jd mirip iklan.
    Artinya saya mencoba memaknai dan meluruskan niat bahwa tiap ke dokter tu adalah ikhtiar mengobati, yang menyembuhkan tetap lah Allah.

    yuk yuk ah, para pejuang sakit maag, mari tobat, jalani hidup sehat, jangan lupa sedekah kita, moga jadi wasilah utk kesembuhan kita.
    Rayu Allah dengan cara yang Allah suka.

    introspeksi,
    naikkan kualitas ibadah kita
    bersyukur,
    sedekah...

    # selfnote

    ReplyDelete
  4. Ternyata saya baca beberapa artikel medis, masalah perut ini salah satunya bisa akibat psikologi dan non psikologis ya. Wah luar biasa. dan artikel ini masuk akal juga. Makasih ulasannya ya, teh.

    ReplyDelete
  5. Ini persis seperti papa (mertua), Un.
    Selalu nasihatnya..."Introspeksi, mba Lendy."


    Karena suka stres dan nelongso sendiri kalo anak sakit.
    Mashaallah.

    Nasihat luar biasa, Un.
    Haturnuhun diingatkan kembali.

    ReplyDelete
  6. Ternyata sakit maag nggak hanya dari pola makan aja tapi juga dari pikiran ya. Makasih sudah diingatkan.

    ReplyDelete
  7. Aku gak da sakit maag, umat emang semua penyakit pasti ada sebab musababnyA

    ReplyDelete
  8. Alhamdulillah saya tidak punya penyakit maag dan semoga tidak sampai. Tapi saya senang dengan tausiyah ini. Mengakui kesalahan, menerima nasehat pasangan adalah sebuah ibadah dan memaafkan orang lain membuat hati lega, tidak ada unek2. Saya orang nya suka blak blakan. Marah ya marah dibilang saat itu juga sama yg bersangkutan. Setelahnya sudah lupa...

    ReplyDelete
  9. thanks teteh Shona udah diingetin kembali, saya iya ada magh nih :-D
    kembali intropeksi bismillah.

    ReplyDelete
  10. huaa... dulu aku orangnya gampang jengkel, pantes kena sakit maag parah

    ReplyDelete
  11. Jleb, banget ya. Tengkyu sharingnya mbaa

    ReplyDelete
  12. Waaaa, makasih mba sharingnya. Mungkin selain maag, penyakit yang lain juga berasal dari beberapa perilaku "salah" yang kita lakuin yaa. :(

    ReplyDelete

Jazakumullah atas komentarnya ^_^