SOCIAL MEDIA

Thursday, 25 August 2016

No Action No Passion!

Emotion applied to a very strong feeling about a person or thing. Passion is an intense emotion compelling feeling, enthusiasm, or desire for something. (Wikipedia)

Terinspirasi tulisannya Mba Tanti Amelia tentang Mengubah Hobi Menjadi Rezeki, saya jadi pengen nulis tentang passion juga. Berawal dari keresahan yang sempat melanda saya. Ketika saya sudah menemukan 2 passion yaitu berbisnis dan menulis. Katanya kalo ngejalanin passion itu, ga ada capeknya. Ya kalo pun capek, tapi ga berasa karena saking senengnya ngejalanin si passion. Bahkan sampe-sampe ada yang bilang kita bakal rela ngejalaninnya meski ga dibayar sekalipun. Jatuh berkali-kali ga akan bikin kapok karena kita bener-bener menyukainya. 

Di saat saya masih meyakini pernyataan di atas, saya jadi sering mempertanyakan, "Eh beneran ga sih passion saya bisnis dan nulis? Kok ga selalu sama dengan pernyataan di atas? Ada jenuhnya, capeknya, pengen berhenti. Ga di bayar? Hoooo.... Mo sampe kapan kuat ga dibayar? Jangan-jangan itu bukan passion saya. Terus apa donk?" Dan ternyata keresahan saya terjawab sudah saat saya mengikuti Ngobrol Asyik bersama Teh Patra (Praktisi Homeschooling) beberapa waktu lalu.

Passion Itu Hobi Yang Diseriusin. - Teh Patra

Saat itu Teh Patra memberikan contoh, "Misal anak-anak suka banget diajak berenang. Pasti antusias, tapi di kolam cuma main-main air. Saat saya memutuskan agar anak-anak serius dengan renang, menyewa jasa pelatih, maka pada saat itulah hobi yang diseriusin itu menjadi tak selalu menyenangkan. Karena ada kedisplinan disitu. Terlihat berbeda saat dulu cuma pergi main air dengan pergi les renang, ada rasa malas dan sebagainya."

Ho... Mendengar penjelasan Teh Patra membuat saya mendapatkan angin segar. Jadi normal bin wajar jika selama saya menjalankan passion ada rasa malasnya, capeknya, jenuhnya, dan nya nya lainnya. Pertanyaanya adalah apakah saya mau serius atau tidak, sehingga si passion itu bisa menjadi sesuatu dan berguna.

Tapi rasa penasaran saya masih berlanjut. Terlebih saat teman sekaligus guru saya (masih diakuin muridnya ga ya? *wkwkw) Surya Kresnanda memposting tentang sebuah buku seputar passion. Terbesit kepengen wawancarain Professional Trainer & Consultant di Trainindo Media Eduka sekaligus Dosen di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Bandung ini. Nah, hasil wawancara ini juga cukup membuka mata saya. Mari di simak!



Passion Itu Apa Sih?

"Menurut Saya passion itu adalah hasrat kita dalam melakukan sesuatu/menghasilkan karya."


Hobi Sama Passion Itu Sama Atau Beda?

"Berbeda. Hobi itu bentuk aktivitasnya. Passion itu energi yang mendorong kita untuk melakukannya. Energi itu dari dalam."


Nemuin Passion Itu Penting Ga Sih?

"Saya lebih percaya bahwa passion itu baru ditimbulkan saat kita sudah menjalani satu bidang dengan betul-betul serius, sehingga mampu memberikan hasil yang bagus. Maka passion itu bukan bawaan lahir yang harus ditemukan. Passion itu terbentuk dari keseriusan kita menjalani sesuatu sampai berhasil sehingga menimbulkan hasrat yang semakin besar terhadap bidang itu. Lakukanlah sesuatu dengan komitmen untuk bisa berhasil. Lama-kelamaan passion akan timbul dengan sendirinya."


Apa Yang Harus Dilakukan Saat Passion Berbeda Dengan Keinginan Orang Tua?

"Bicarakan, diskusikan, dan buktikan dengan hasil yang nyata dari passion kita. Pengalaman pribadi sih, orang tua mau yang terbaik untuk kita. Maka tugas kita bukan mendebatnya melainkan membuktikan bahwa dengan menjalani apa yang menjadi passion kita, orang tua bisa tenang. Dibuktikannya ya dengan hasil yang bagus, dan benar-benar menghasilkan buat hidup."


Ada Yang Bilang Kalau Passion Itu Hobi Yang Diseriusin, Bener Ga Sih?

"Ada benernya, tapi passion itu bukan di awal, tapi merupakan hasil dari keseriusan. Jadi hobi dulu lalu memutuskan untuk diseriusin. Diseriusin beneran, hasilnya bagus, gitu terus berulang-ulang. Lama-lama timbul hasrat untuk terus melakukan dengan lebih baik. Hasrat itulah passion. Karena itu passion itu hasil keputusan dan komitmen. Bukan sesuatu yang 'given' dan menjadi takdir kita."


Bagian yang mananya yang membuka mata saya? Bahwa ternyata passion itu bukan bawaan lahir yang harus ditemukan. Tapi terbentuk dari keseriusan kita terhadap sesuatu. Jika sudah menyenangi sesuatu (hobi) ya diseriusin! Selama minat atau bakatnya belum diserusin, ya bukan passion namanya. Saya mau serius di dunia penulisan ah. Semangat serius ^_^ Terimakasih Teh Patra. Terimakasih Surya Kresnanda. 

Jangan mudah terlena dengan apa yang Anda suka sesaat, lalu terlalu cepat menyimpulkan, "Itu passion saya!" Itulah jebakan mematikan yang akan membuat Anda membuang beberapa waktu Anda. - Surya Kresnanda

29 comments :

  1. kalau nggak diseriusin mana tahu kalau itu beneran passion. Benar begitu kan Mak? Ah terima kasih, tulisan ini mencerahkan. Soalnya masih bingung bedanya hobi dan passion.

    ReplyDelete
  2. Passion itu energi dari dalamnya, hobi itu kegiatannya.

    Nah nyari hobi yang berpassion itu yg lumayan sulit. Tapi sekali ketemu, udah segalanya pasti lancar.

    ReplyDelete
  3. Masih mungkin bosen ga...Uni, kalo sudah menemukan passion?

    *masih belum paham, tapi sudah ada gambaran.
    Kira-kira kalau passion, kita selalu ngomongin doi dengan berapi-api yaa...udah gak ragu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Diriku sih gitu mba, tetep ada masa2 bosennya haha.

      Nah biasanya gitu sih ;)

      Delete
  4. bener kalo itu passion kita pasti kita nggak bakal bosen. sebosen2nya selalu ada energi untuk jadi ga bosen lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo saya sih ada masa2 bosennya mba. Tapi sebosen2nya pasti ntar pengen balik lagi :D

      Delete
  5. Alhamdulillaah tercerahkan, jd klo
    no action,no passion ya 😉 Hmm jd passion aku apa ini ya😌
    trtarik dl trs jalanin br jadi passion. jazakillaah uni syg 😘

    ReplyDelete
    Replies
    1. No action no passion, aseeek

      Masama teh finaa sayaaang 😙

      Delete
  6. tanpa passion semua hampa *eh apa sih*


    btw blognya cakeeeeppp

    ReplyDelete
  7. Hallo Mbak...iyayah kalau hobby diseriusin terus jd terpaksa, bisa2 ga ada passion lagi. Trims sharingnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kadang klo dseriusin emang sering hasus dipaksain mbak :D
      *melawan malas n mood ceritanya, klo saya sih hehe

      Delete
  8. iya aku dlu jg mulai dr suka nulis, trs krn nilai nulis aku lumayan cihuy dan tmn2 jg suka baca tulisan aku, semangat nulis jd berkobar2, hahaha,
    tengkiu pencerahannya ya mak

    ReplyDelete
  9. Betul mba ga ada passion dalam hal apapun jatuhnya ga tulus ngerjaiinya :)
    saya banyak passion tapi real actionnya ga ada alias selalu gagal hahaha

    ReplyDelete
  10. waah sharing yg bermanfaat nih mba... katanya garing klo mengerjakan sesuatu tanpa passion, tp ternyata bs berproses yaa. btw salam kenal yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mb, passion dr sudut pandang yg berbeda

      Salam kenal juga mba ^^

      Delete
  11. Dunia ini sempit sekaliii, aku kaget begitu baca dan menemui foto yang familiar banget. Surya ini adik ipar saya hihihi.

    "Lakukanlah sesuatu dengan komitmen untuk bisa berhasil." catet nih :)

    ReplyDelete
  12. Aku ngerasain banget nemuin passion itu kudu diseriusin. Dulu aku mana paham socmed2an gini. Dan 4 tahunan akhirnya aku pahamin pelan - pelan dan sekarang nggak bisa lepas dari socmed bahkan kerjaan juga jadi socmed specialist :')

    ReplyDelete
  13. Jujur sih Mbak terkadang yg bikin capek adalah saat passion bertabrakan sm 'dunia nyata'. Energi habis, tp tetep pengen jalanin passion akibatnya ya passion yg berkorban hehehe

    ReplyDelete
  14. Saya juga mau buat kegiatan menulis, menjadi lebih serius, ah :)

    ReplyDelete
  15. wah makasih sharingnya. duh passion aku apa yaa... maunya sih serius semua :D
    salam kenal ya mba :)

    ReplyDelete
  16. Aku sampai sekarang gak tau passionku apa, soalnya BM (banyak mau), kadang pengen njait, pengen main musik pengen semua yg diliat tapi gak ada yg ditekuni beneran, hehe

    ReplyDelete
  17. Passion buat aku adalah minat, bidang pekerjaan yang kita sukai gitu. Sedangkan hobby adalah hal di luar pekerjaan yg aku bela2in utk selalu ada waktu ngerjainnya. Soalnya klo hobi dijadikan pekeraan, kok ttp sampe juga ke titik jenuh pada akhirnya. Hihi. Menurutku lho ya. Kembali lg ke individu yg punya definisi masing2. *salam

    ReplyDelete
  18. Kayak ngeblog ya, Awalnya cm buat curhat. Lama-kelamaan diseriusin. Kalau serius hrs mau repot mikirin DA dkk nya, ya.

    ReplyDelete
  19. Sampai sekarang masih berpikir nge-blog ini passionku apa ga sih?

    ReplyDelete

Jazakumullah atas komentarnya ^_^