SOCIAL MEDIA

Tuesday, 9 August 2016

Play Ground Time!

Sebelum-sebelum ini saya suka memposting aktivitas anak-anak di instagram @sekolahdirumah dan di beberapa akun lainnya. Yang udah baca tulisan saya tentang "Antara Instablog dengan Blog Beneran," pastinya udah tau alasan saya akhirnya lebih memilih posting-posting di sini aja. Selain itu.... Harapannya biar captionnya bisa lebih lengkap dan juga mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi ibu-ibu di rumah, *cieh gaya, sok keren banget mak! :D

Nah, kemarin si Uni (2 tahun 7 bulan) main ke play ground deket rumah. Alhamdulillah lokasi play ground di area Mesjid, jadinya bisa bebas bermain. Tapi ya di sore hari, karena paginya dipake sama anak-anak TK dulu. Siang kosong sih, tapi ga mau ah, panas, hehe.

Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari play ground. Selain melatih keberanian dan rasa percaya diri anak, PG pastinya juga bisa melatih kemampuan motorik kasar anak. Apa itu motorik kasar? Mengutip dari bukunya Mba Julia Sarah "Rumah Main Anak 1," kemampuan motorik kasar adalah bagian dari aktivitas yang mencakup keterampilan otot-otot besar, gerakan ini lebih menuntut kekuatan fisik dan keseimbangan. Gerakan motorik kasar melibatkan aktivitas otot tangan, kaki dan seluruh tubuh anak. Perkembangan motorik beriringan dengan proses pertumbuhan secara genetis atau kematangan fisik anak. Contohnya kemampuan duduk, menendang, berjalan, berlari, naik-turun tangga, melompat, dan sebagainya. Jadi kalo anak menendang jangan dilarang ya bu, kecuali menendang adik atau temannya, loh?

Kemarin absen si Kakak, *sedih.. karena Kakak lagi sakit. Biasanya 22nya sangat antusias kalo diajak ke PG. Oke, berikut aksi si Uni di PG.






Bermain ke PG merupakan aktivitas rutin kami, minimal 2 kali seminggu. Si Uni masih pilah-pilih mau main apa, sementara kalo si Kakak mau nyobain semuanya. Ya sesuai tingkatan usia kali ya, dulu pas kakak seusia Uni juga belum berani naik PG yang rada ekstrim. Dan sesungguhnya nih, setiap kali ke PG bukan anaknya aja yang berlatih keberanian, tapi emaknya juga haha. Berani melepas anak manjat-manjat, percaya Allah akan melindungi mereka, dan percaya bahwa mereka bisa melakukannya sendiri. Meski tangan masih suka gatel pengen meganggin *tepok jidat.



8 comments :

  1. senang y mba klo anterin anak ke PG :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, tp suka deg2an :D

      Apalagi harus ngawasin 22nya, hoho

      Delete
  2. bener emaknya kadang masih suka kuatir, sampe suami suka negor kalo gitu kapan anaknya bisa pede 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuuul, suami jauh lebih berani ngelepas XD

      Delete
  3. Anakku kalau diajak ke PG malah mengamati, kenapa benda disekitarnya bulat? kenapa bentuk perosotannya melengkung, yg ada dia g main :D

    ReplyDelete
  4. Seneeng liat kaka adik, asa anak kembar.
    Manis dan gampang akrab....*kaya Uni yaa...

    PG nya seru.
    kapan-kapan kalau ada acara di rumah Uni lagi, anak-anak sama Abi nunggu di PG aja kali yaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eaaaa... XD

      seep mbaa, hayyu main ksini lagii

      Delete

Jazakumullah atas komentarnya ^_^