SOCIAL MEDIA

Thursday, 29 September 2016

Memenuhi Kebutuhan Sembari Menabung, Belanja di ShopBack Dapat Cashback!



Beberapa hari yang lalu saya ngeliat postingan teman blogger tentang ShopBack.co.id. Habis baca langsung colek Pak Suami, "Bi ada aplikasi baru nih. Asyik juga kayaknya. Order via aplikasi ini bisa dapet cashback." Trus saya coba nyari tau lebih jauh soal ShopBack.

Apa sih ShopBack?

"ShopBack merupakan situs di mana kamu bisa mencari dan mendapatkan penawaran & diskon menarik dari sekitar 300 toko, plus Cashback. Makna CashBack adalah pendapatan uang kembali. Ketika kamu berbelanja online melalui ShopBack, kami mengembalikan sebagian uang yang kamu bayar dalam bentuk Cashback. Ini berarti kamu bisa berhemat dengan mendapatkan uang ekstra yang tak terbatas setiap kali kamu belanja online melalui ShopBack."

Hm... makin paham. Akhirnya kemarin saya nyobain. Download aplikasinya terus order. Sebenernya saya bukan tipe istri suka shopping :D cuma memang lagi ada kebutuhan jadinya ya sekalian. Sambil do'a masuk pasar *wkwkw, saya pilih Lazada karena cashback buat produk fashionnya yang paling gede, *dasar emak-emak.

Penampakan aplikasi ShopBack di Play Store. Habis download pilih Negara domisili deh. Di Apple Store juga tersedia lho.

Tampilan Home ShopBack, berbagai e-commerce yang bisa dipilih. Toko Favorit buibu apa? Semua lengkap ada di sini ^_^

Nemu barang yang dicari, masukin ke keranjang. Tapi saya nanya ke suami lagi, maklum yang keranjingan belanja di aplikasi itu suami. Buat printilan mobil ada aja yang dibeli, *ck..ck.. Saya nanya kalau orderan di bawah 50 ribu bisa transfer via atm atau enggak, *belanja apaan tuh murah banget :p dan kata suami bisa. Etapi habis ngejawab malah mau ikutan order juga, eeaaa.. 

Ternyata enggak butuh waktu lama buat dapetin cashbacknya. Mayan euy, bisa memenuhi kebutuhan sembari menabung. Orderan perdana udah nabung Rp. 24.860,-

Cashback ini bisa diklaim dengan minimum Rp. 50.000,- dan bisa juga ditarik ke rekening bank di bawah ini yang kita punya.
    

Next ada beberapa kebutuhan lagi yang harus saya beli. Di Bukalapak sama Matahari Mall boleh nih. Karena lagi ada voucher Bukalapak, cek di sini dan Matahari Mall, cek di sini.

Manfaat Belanja di ShopBack


  • Lebih hemat dan menguntungkan jika dibandingkan dengan langsung membeli di e-commercenya, karena bisa mendapatkan tambahan uang cashback sampe 30%
  • Bisa menggabungkan promo, diskon, voucher, kode kupon dari e-commerce plus cashback dari ShopBack, jadi jauh lebih hemat!
  • Via ShopBack, belanja segala macam barang atau produk bisa dapat cashback! Seperti pulsa, gadget, smart phone, tiket pesawat, tiket kereta, tiket nonton bioskop, pesan hotel, voucher makan, makanan ringan, fashion, make-up, kebutuhan ibu dan balita seperti popok dan susu, daaan masiiiih banyak lagi :D

ShopBack juga memiliki program ajak teman. Saya baru mau nyobain, hehe. Nah, setiap anggota baru yang diajak, kita bakal dikasi 25 ribu. Aseeeek kaaaan... Tapi baru dikatakan sah kalau si teman udah mendaftar dan ikutan shopping melalui ShopBack. Dan semua bonus baru bisa terlihat kalau si teman udah memenuhi persyaratan pembelian minimum dan pas cashback mereka bisa di klaim.

So, kapan ajakan dikatakan sah? Saat anggota baru yang diajak udah mendaftarkan diri di ShopBack dan mengorder dengan total minimum 125 ribu.

Ayo yang mau daftar bisa via saya ya :D

Serunya lagi, ShopBack juga sering mengadakan campaign promo seperti Pesta Cashback Nasional. Saya ingatkan lagi ya, jangan lupa do'a masuk pasarnya! :D Tuh liat aja promo hari ini, bikin ngileeerrr kaaan. Tapi teteeeeep, pas butuh aja ya bu. Atau di saat isi lemari mulai di gulirkan ke yang membutuhkan. Beli satu keluar satu, seeep!



Nonton videonya dulu yuk biar makin paham!


Untuk lebih detail gimana cara kerja dari ShopBack, buibu bisa lihat di https://www.shopback.co.id/cara-kerja.

Belanja Cermat dan Hemat? ShopBack-in aja!

Tuesday, 27 September 2016

Yuk Bu, Mulai Bersihkan Handphone Kita!


Menurut beberapa survey, pengguna handphone udah banyak banget di Indonesia. Bahkan bukan anak muda aja nih, orang yang udah tua pun menggunakan handphone sebagai alat komunikasi yang canggih. Jadinya ya enggak heran kalau handphone menjadi alat yang wajib dimiliki dan sangat banyak ditemui di toko hanphone online indonesia. Tapi.... Apakah buibu rutin merawat handphonenya bu? Hal ini dikarenakan banyak orang yang hanya menggunakan tapi lupa untuk merawatnya. Salah satu cara yang bisa kita lakukan dalam merawat handphone adalah dengan membersihkan handphone kita dari debu ataupun bekas makanan yang menempel. Berikut ada beberapa cara yang bisa buibu praktekan dalam membersihkan handphone.

Membersihkan Layar
Handphone di era digital ini udah banyak yang menggunakan layar sentuh karena bisa memudahkan pengguna dalam menggunakanya. Tapi terkadang kita sering lupa kalau handphone kita layar sentuh dan langsung saja memegangnya padahal kita sedang makan es krim atau permen. Jika hal tersebut terjadi maka layar sentuh handphone kita akan banyak terdapat bercak-bercak bekas permen atau es krim yang lengket. Jika hal tersebut terjadi, buibu bisa membersihkannya dengan minyak kayu putih. Taruh minyak kayu putih pada tisu kemudian sapukan pada layar. Hal ini juga efektif untuk membersihkan debu.

Membersihkan Keypad
Jika handphone buibu masih menggunakan handphone dengan keypad dan yang pasti bukan layar sentuh, maka pasti akan banyak debu yang menempel atau menyelip pada keypad. Kalau hal tersebut terjadi maka ada baiknya buibu bersihkan menggunakan kuas kecil yang berukuran sedang untuk membersihkan sela-sela keypad dari debu. Tinggal disapukan saja. Jangan sampai buibu lupa dan membuat debu menjadi tebal. Buibu bisa membeli kuas pembersih keypad handphone ini di toko handphone terdekat. 

Semangat bersih-bersih! ^_^

Sunday, 25 September 2016

Chapter 2: Inilah 10 Alasan Kenapa Wanita Takut Hamil (Lagi)


Kenapa ya sebagian buibu takut hamil (lagi)? Kalau ditanya ke saya, mungkin saya lebih ke cemas. Ada rasa cemas yang kadang menurut saya wajar, kadang juga enggak, hehe. Jadi saya lebih enak menggunakan istilah cemas dari pada rasa takut. Boleh ya? ^_^



Kecemasan atau anxiety berasal dari bahasa Latin 'angustus' yang berarti kaku, dan 'ango, anci' yang berarti mencekik. Menurut Taylor kecemasan adalah suatu pengalaman subjektif mengenai ketegangan mental yang menggelisahkan sebagai reaksi umum dan ketidakmampuan menghadapi masalah atau adanya rasa aman. Perasaan yang tidak menyenangkan ini umumnya menimbulkan gejala-gejala fisiologis dan gejala-gejala psikologis. Lantas ciri-cirinya seperti apa?

Gambar: Lintaspos.com

Ciri-ciri kecemasan menurut Nevid diantaranya:
  • Secara fisik meliputi kegelisahan, kegugupan, tangan dan anggota tubuh bergetar atau gemetar, banyak berkeringat, mulut atau kerongkongan terasa kering, sulit berbicara, sulit bernafas, jantung berdebar keras atau berdetak kencang, pusing, merasa lemas atau mati rasa, sering buang air kecil, merasa sensitif, atau mudah marah.
  • Secara behavioral meliputi perilaku menghindar, perilaku melekat dan dependent, perilaku terguncang.
  • Secara kognitif meliputi khawatir tentang sesuatu, perasaan terganggu atau ketakutan terhadap sesuatu yang terjadi di masa depan, keyakinan bahwa sesuatu yang mengerikan akan segera terjadi tanpa penjelasan yang jelas, ketakuan akan kehilangan kontrol, ketakutan akan ketidakmampuan untuk mengatasi masalah, berpikir bahwa semuanya tidak bisa lagi dikendalikan, merasa sulit memfokuskan pikiran dan berkonsentrasi.
Nah, sebelum beranjak ke bahasan selanjutnya, kira-kira buibu yang ngakunya takut atau cemas hamil lagi, merasakan hal-hal di atas enggak? Kalau enggak, mungkin masih dalam taraf khawatir. Lagian nih, biasanya yang khawatir pas dikasi kepercayaan lagi buat hamil, tiba-tiba bisa aja gitu jadi kuat menghadapi pas si test pack bergaris dua. Ibarat kata, mau enggak mau, suka enggak suka ya dijalanin. Namanya juga rejeki, mana ada yang enggak suka, bener ya? hehe...

Gambar: laksani.com


Biasanya yang dikhawatirkan buibu apa ya?

Hasil survey kecil-kecilan saya di facebook dan juga hasil baca-baca diperoleh beberapa kesimpulan, diantaranya:
  1. Belum siap dengan masa-masa kehamilan; emesis, pusing, mudah lelah, dst.
  2. Jarak usia anak berdekatan; repot menghandle, khawatir enggak bisa adil
  3. Pengalaman melahirkan; proses pembukaan/melahirkan lama, pendarahan, melahirkan sendiri, operasi caesar
  4. Kondisi bayi saat dalam kandungan; bayi terkena TORCH, keguguran, meninggal sebelum dilahirkan
  5. Kondisi bayi setelah dilahirkan; dirawat cukup lama karena beberapa indikasi medis seperti prematur, kuning, bahkan hingga berujung kematian.
  6. Kondisi kesehatan ibu; mengharuskan ibu minum obat seumur hidup
  7. Faktor usia
  8. Biaya hidup; pendidikan, makan, dst.
  9. Pernah mengalami baby blues atau post partum depression
  10. Mendengar cerita/pengalaman orang lain yang tidak menyenangkan
Gambar: similac.ca


Trus gimana cara mengatasinya?

Jika masih dalam taraf khawatir atau cemas yang enggak berlebihan saya biasanya cek ricek lagi hubungan dengan Allah, meningkatkan kualitas & porsi ibadah dan self talk juga. Tapi jika buibu sudah masuk taraf cemas berlebihan hingga trauma, sebaiknya ke Psikolog atau Psikiater ya.

Nah self talknya seperti apa? Ini adalah gabungan metode yang saya peroleh dari pelatihan Emotional Freedom Technique, Neuro Linguistic Programming dan juga  dari buku. Metode ini saya share dan dilakukan juga oleh teman-teman saya di Happy Mom Community (dulu bernama Komunitas Ibu Bahagia) di grup Whats App.


*Being a Happy Mom Class: #4 @ Hommy*

1. Tulislah 10 hal yang membuat Ibu cemas dan nilailah seberapa besar kecemasan yang ditimbulkan (1-10)

2. Urutkan kembali daftar itu dari nilai terendah hingga tertinggi. Mulailah menyelesaikan hal-hal dalam daftar sekurang-kurangnya satu kegiatan setiap minggu.


Cara Menyelesaikan:

Pertama, sering-seringlah self talk (terutama saat cemas) dengan mengucapkan,
"Saya menerima rasa cemas ini karena ................... dan saya maafkan diri saya karena sudah mencemaskan hal tersebut. Laa hawla wa laa quwwata illa billah."


Kedua, tulislah:

- Saya meyakini bahwa dengan menerima dan memaafkan rasa cemas ini akan membuat saya lebih baik, tenang dan bahagia.

- Saya memutuskan untuk menerima dan memaafkan rasa cemas ini karena akan membuat saya lebih baik, tenang dan bahagia.

- Saya melihat/mendengar/merasa diri saya bisa menerima dan memaafkan rasa cemas ini sehingga membuat saya lebih baik, tenang dan bahagia

***Lalu ucapkan sebanyak 3x untuk masing-masingnya dengan mata tertutup. Alasan dan efeknya boleh berbeda-beda.

Ketiga, tentukan 1 tindakan nyata yang akan membuktikan bahwa Ibu telah menginternalisasi prinsip ini. Contoh: Saya bisa tersenyum dengan mudah, degup jantung beraturan, merasa lebih tenang, bahagia dan ikhlas menerima ketetapan dari Allah.


Keempat, bayangkan sahabat Ibu mencemaskan hal yang sama. Berilah mereka beberapa saran dan tuliskan.

Metode di atas juga berlaku untuk hal-hal lain yang membuat Ibu tidak nyaman seperti marah, kesal, takut, dst. Jangan lupa banyak beristighfar dan berdo'a. Dan yakin do'a bakal dikabulkan. Karena salah satu poin diterimanya do'a ya harus yakin ^_^ Semoga bermanfaat.... Dan semoga si takut & si cemas segera menjauh pergi, dan buibu siap hamil kembali. Bismillah....

Tuesday, 20 September 2016

Menjadi Ibu Mendewasakanku



Dulu, gampang banget ya curhat ini itu ke mama. Tapi setelah menjadi ibu, perihal suami atau mertua seakan tabu buat dibagi.

Dulu, mungkin ujian hidup bisa diitung dengan jari. Tapi setelah menjadi ibu, ujian datang seolah dari segala penjuru bumi dan silih berganti.

Dulu, ga banyak orang yang dipikirin. Tapi setelah menjadi ibu, pikiran menjalar ke suami, anak pertama, anak kedua, anak ketiga, dst., hingga orang tua, mertua, ipar, ....

Dulu, masa lalu ga mengambil peran terlalu jauh. Tapi setelah menjadi ibu, inner child muncul menggebu-gebu.

Bener-bener ujian yang menjadi ajang pembuktian, sudah seberapa dewasakah saya setelah menjadi seorang ibu? 


Hari ini... gegara topik ini, saya mulai baca-baca lagi pelajaran psikologi, hehe. Survei membuktikan kalau saya amnesia sama yang udah pernah saya pelajari di bangku kuliah dulu *tutup muka sambil cengengesan*. Alhamdulillah nulis di sini jadi recalling lagi.

*Ijin dulu* ke depan bahasanya nano-nano ya, non formal-formal, rada susah membahasakan kembali, bisa-bisa beda arti :D Pertamanya saya mau bahas dulu mengenai dewasa awal.

Masa dewasa awal menurut tokoh Psikologi Papalia adalah merupakan masa transisi dari remaja menuju dewasa. Masa ini disebut masa muda. Transisi ini ditunjukkan dengan kemandirian ekonomi dan kemandirian membuat keputusan (karir, nilai-nilai, keluarga, hubungan, dan gaya hidup), dan merupakan transisi dari sekolah menengah menuju universitas. Tahapan perkembangan ini dimulai ketika seseorang berumur 20 tahun - 40 tahun.

Mengenai kedewasaan/kematangan diri ada beberapa definisi menurut para ahli Psikologi. Yang paling mudah dipahami menurut saya definisi dari Maslow. Menurutnya kedewasaan ditandai dengan kemampuan seseorang dalam mengaktualisasikan diri, menggunakan dan memanfaatkan secara utuh seluruh bakat, kapasitas-kapasitas, potensi-potensi dsb. Dilengkapi oleh P. Tillich bahwa kedewasaan biasanya ditandai dengan adanya keberanian untuk hidup, sifat yang mandiri, serius, tekun, rasa tanggung jawab, serta dapat menerima kenyataan hidup.

Karena usia menikah (menjadi ibu) berkisar di usia dewasa awal, perlu deh mengetahui apa saja tugas perkembangan kita.

Inilah tugas-tugas perkembangan dewasa awal menurut Havighurst:

1. Memilih teman bergaul (sebagai calon suami atau istri).
Ta'aruf nih yeee....

2. Belajar hidup bersama dengan suami istri.
Ajang menerima segala kelebihan dan kekurangan suami istri

3. Mulai hidup dalam keluarga atau berkeluarga.
Massa bertambah, ada anak-anak, orang tua/mertua jika masih hidup bersama dalam satu rumah.

4. Mengelola rumah tangga.
Manajemen pembagian tugas dan peran, pengelolaan keuangan, dll.

5. Mulai bekerja dalam suatu jabatan.

6. Mulai bertanggung jawab sebagai seorang warga Negara yang layak.
Mulai membuat ktp, kartu keluarga, bayar pajak, mematuhi peraturan lalu lintas, dll.

7. Memperoleh kelompok sosial yang seirama dengan nilai-nilai pahamnya.
Kalau dulu sebelum menikah masih hobi genk-genk-an, setelah menikah memilih untuk berkomunitas yang sefrekuensi.

Udah ngerjain semua tugas-tugas di atas? :D Dalam melaksanakannya, pasti deh yang namanya ujian akan selalu ada. Yang pasti semakin nunjukin kalau kita udah dewasa ato belum dalam menghadapinya.

gambar: eremedia.com

Soal kedewasaan ini, ada beberapa gagasan Allport mengenai kedewasaan:

1. Allport tidak percaya bahwa orang yang matang dan sehat dikontrol dan dikuasai oleh kekuatan-kekuatan tak sadar yang tidak dapat dilihat dan dipengaruhi, tidak didorong oleh konflik tak sadar. Begitu pula dengan tingkah laku mereka, tidak ditentukan oleh hal atau kejadian yang jauh dari pandangan (masa lalu). Kekuatan-kekuatan tak sadar itu hanya mempengaruhi orang yang neurosis. Individu yang sehat dan yang berfungsi pada tingkat rasional dan sadar, menyadari sepenuhnya kekuatan yang membimbing mereka, serta dapat mengontrol kekuatan-kekuatan itu.

2. Kepribadian yang matang tidak dikontrol oleh trauma dan konflik masa kanak-kanak. Orang yang sehat dibimbing dan diarahkan pada masa sekarang, oleh intensi dan aspirasi-aspirasi masa depan, berpandangan optimis, tidak kembali pada masa lalu.

3. Antara orang yang sehat dan orang neurosis tidak ada kesamaan secara fungsional. Dalam pandangan Allport orang yang neurotis berada pada kehidupan konflik dan pengalaman masa anak-anak, sedangkan orang yang sehat berfungsi pada suatu taraf yang berbeda dan lebih tinggi.

4. Allport lebih memfokuskan mempelajari orang dewasa yang matang, berlawanan dengan tokoh psikologi lainnya yang lebih berfokus pada orang neurosis.

**Neurosis adalah gangguan mental yang mengenai sebagian kecil aspek kepribadian, dan orang yang mengalaminya masih dapat melakukan pekerjaan sehari-hari dan tidak membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Bagi saya gagasan Allport cukup menarik. Jika masih belum bisa dewasa menghadapi setiap ujian dan tantangan dalam menjalankan tugas perkembangan sebagai seorang ibu, berarti kita masih berada pada lingkup neurosis. Masih dikontrol dan berada di lingkup kehidupan konflik dan pengalaman masa lalu. Dulu saya sih iyes *jujur. Menerima dan memaafkan masa lalu, serta menyadari jika saya hidup di masa sekarang bukan di masa lalu adalah cara saya menjadi dewasa.

Menjadi ibu bener-bener tantangan yang luar biasa, tapi mendewasakanku.

Kalo ibu sendiri bagaimana?

Sunday, 18 September 2016

5 Alasan Kenapa Ibu Harus Ngeblog

Foto: Raisa Hakim

Hari Rabu kemarin Manajemen Rumah Main Anak meminta saya menjadi narasumber Kuliah Whats App di 4 grup mereka. Tapi bingung mau ngebawain materi tentang apa. Yang paling deket saat ini ya dunia perbloggeran. Walau belum ahli dan masih amatiran, sekedar ngajakin ibu-ibu buat ngeblog boleh lah ya. Bagi temen-temen blogger yang baca, cmiiw yak. Maklum masih belajar.. Berikut materinya:

Assalamu'alaykum.. hai hallo buibu RMA 😊 Semoga hari ini 3S, Sehat Semangat Selalu!

Saya ijin pake bahasa non formal ya. Seperti yang biasa saya tulisin di blog saya, www.ibubahagia.com. 

Hari ini saya dapet tugas dari Rumah Main Anak bikin materi seputar ngeblog.
Ngajakin ibu-ibu jadi blogger ceritanya..

Sedikit cerita, saya mulai ngeblog sejak tahun 2008. Isi blognya ya seputar kehidupan saya sebagai seorang mahasiswi yang jauh dari keluarga, tulisan-tulisan saya yang dimuat di media massa, curhat, dan tulisan aneh lainnya, hehe. Hasil copasan ada juga, tapi selalu nyantumin sumbernya.

Blog pertama saya di tahun 2008. Singgah beberapa hari yang lalu, trus edit-edit dikit, hehe.

Iseng, hobi dan efek rasa penasaran yang tinggi, saya nyoba berbagai macam blog gratisan. Sebut saja wordpress, blogspot, kompasiana, multiply, tumblr. Tapi yang bertahan hanya di wordpress, karena dirasa paling nyaman dan mudah dioperasikan.

Setelah menjadi ibu, saya mulai sering absen ngeblog. Susah diwaktu, terlebih memiliki anak dengan usia berdekatan dan berkuping nyaring. Saat mereka udah tidur saya tetep ga bisa ngeblog. Gerak dikit aja buat ninggalin tempat tidur, eh langsung bangun, hehe.

Akhir tahun lalu, saat mereka beranjak mandiri dan bisa tidur lebih nyenyak, dan saya pun udah mulai bisa menyesuaikan diri dan memanage waktu dengan lebih baik, akhirnya ibubahagia.com lahir. Diikuti lahirnya blog portofolionya anak-anak sekolahkudirumah.blogspot.com bulan lalu.

Eaa jadi kepanjangan. Katanya sedikit kenapa jadi panjang? 😁 Stop di sini aja ya, kalo dilanjutin dari lahirnya si blog sampe sekarang bisa-bisa nambah beberapa paragraf lagi, wkwk. Baiklah, sekarang kita masuk ke bahasan mengenai blog itu sendiri.

Apa itu blog?

Saya kutip dari solozine .com - Blog adalah bentuk Aplikasi Web. Pada dasarnya merupakan bagian dari situs website yang dapat diakses secara online yang memiliki fungsi utama memuat tulisan-tulisan dan gambar (dimuat dalam posting) pada setiap halaman web. Blog biasanya dikelola oleh pengguna tunggal (sebagian lainnya oleh beberapa penulis) dibuat sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.


Foto: Raisa Hakim

5 Alasan kenapa ibu harus ngeblog

Ga ada kewajiban juga sih bu, hehe. Tapi akan ada beberapa manfaat yang bisa ibu peroleh dari ngeblog, diantaranya:

1. Memenuhi kebutuhan ngobrolnya ibu-ibu
Katanya perempuan itu butuh ngobrol minimal 20ribu kata per hari. Saat kebutuhan ngobrol itu ga terpenuhi, kata temen-temen saya yang ngobrol jumlah perkatanya segitu, ngeblog akan sangat-sangat membantu 😁 *tambahan, dengan bergabung dengan komunitas-komunitas blogger, pastinya ada momen kopadaran, nambah temen nambah temen ngobrol deh.

2. Stress Release
Hasil penelitian Dr. James W. Pennebaker menunjukkan kalo kegiatan mencurahkan isi hati (self-disclosure) bisa berpengaruh positif pada perasaan, pikiran & juga kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Plus melindungi tubuh dari kerusakan akibat stres yang kesimpen di dalam diri.

Tapi jangan curhat transparan ya bu, hehe. Maksudnya curhatannya bisa diolah menjadi tulisan yang enak dibaca dan menginspirasi pembaca. Kalo berbentuk keluhan, cukup ke Allah aja lah ya 😊

3. Media penyimpanan portofolio anak
Bagi saya posting di instagram awalnya seru. Tapi belakangan ada beberapa hal yang kurang nyaman. Diantaranya has tag yang khusus dibuat untuk menandai kegiatan anak-anak, bisa ga jadi khusus lagi. Karena terkadang ada akun lain yang menggunakan has tag yang sama. Jadinya kecampur-campur.

Selain itu ada efek rasa malas bikin caption, hehe. Khawatir pas bikin bukan ngasi informasi dan inspirasi, tapi malah jadi ajang mejeng anak udah bisa itu ini, belum mikirin followers, likers, dll. Walhasil saya bikin blog lagi.  *tambahan, selain mudah diedit, keuntungan bikin portofolio anak di blog akan lebih awet & terjaga. Pernah bikin di file map, tapi kemudian hilang habis dimainin anak-anak, huhu.

4. Nambah penghasilan
Tau ga bu, ternyata ngeblog juga bisa menghasilkan kalo diseriusin. Kalo blog kita udah memenuhi syarat tertentu, bisa deh tuh dapet produk gratisan buat direview, gratis di undang ke event-event kece, job review, content partner, dll. 

Belum lomba-lomba yang berseliweran berhadiah jutaan rupiah, wuuuiiidiii.. Untuk bahasan ini yang biasa disebut monetize akan cukup panjang. Saya juga masih belajar dan bertahap menuju ke arah blogger profesional. Insya Allah kalo ada yang minat bahasan ini, lain waktu saya tulis di blog saya.

5. Amal Jariyah
Salah satu amalan jariyah adalah ilmu yang bermanfaat. Nah jadiin ajang ngeblog ini sebagai media kita beramal jariyah. Jika bermanfaat, bisa menginspirasi pembaca, dan diamalkan oleh pembaca di rumah, insya Allah pahalanya ngalir ke kita.


Bisa ngeblog dimana aja?

Pilihannya banyak bu. Seperti biasa ada plus minusnya. Kalo saya sejauh ini lebih nyaman di wordpress atau ga di blogspot. Pilihan lain bisa di tumblr, kompasiana, blogdetik, dll. Cara bikin blog ada tutorialnya di mana-mana 😊 tinggal googling atau youtubing aja.


Oke, sekian materi dari saya. Masih belajar juga sebenarnya 😆Semoga bermanfaat!


Shona Vitrilia,
Mom Blogger

Twitter: @ibubahagia_
Instagram: @ibubahagia
Blog: www.ibubahagia.com / www.sekolahkudirumah.blogspot.com


Sesi Tanya-Jawab


#1. Assalamualaikum.. Uni shona, mau tanya tips untuk memperindah blog agar gak monoton dengan tulisan saja? apa ada referensi blog tutorial atau buku untuk mengoptimalkan fitur di blog? Saya bikinnya di wordpress.. terima kasih :). (Intan, depok, RMA1).

Jawab: Wa'alaykumslm Mba Intan 😊 url blognya apa mb? Kalo WP biasanya pengaturan untuk themenya lebih mudah dan banyak pilihan, baik yang free maupun yang berbayar. Kalo saya suka ditambahin header juga, plus widget-widget yang enak dipandang mata, kayak medsos2 kita, atau gambar link komunitas blogger yang diikuti 😘 ubah backgroundnya dengan wallpaper kesukaan kita *googling aja yang sesuai selera. Semua dominan saya pelajari sendiri, trial error. Trus juga tambahin ketegori/menu. Kalo tersendat tinggal googling, misal "cara membuat menu di wordpress." Bakal banyak mba keluar tutorialnya. 



#2. Uni shona, bagaimana uni menejemen waktu untuk menulis disela kesibukan? Apakah dijadwalkan setiap hari atau seperti apa? Dan bagaimana cara bikin blog yang menghasilkan duwit???😁 (Aini-Pati-/RMA1).

Jawab: Maunya setiap hari minimal 30 menit, tapi kenyataan di lapangan seringkali ga sesuai, hehe. Belum terlalu bisa konsisten sayanya mba. Tapi untuk kebutuhan ngeblog Alhamdulillah masih bisa termanage dengan baik. Biasanya saat anak-anak tidur, anak-anak main di luar kamar, selepas tahajud. Nah cara bikin blog menghasilkan duit ini cukup panjang penjelasannya 😁 ada istilah-istilah bahasa planet yang nanti malah bikin bingung, he. Insya Allah lain waktu saya tulis di blog saya, oke mb? 😉



#3. Teh Shona yang baik.. Apa bedanya Blog yang gratisan seperti di wordpress dan blogspot dan yang berbayar. Kalau boleh tau berapa biaya yang harus dikeluarkan kalau pakai yang berbayar.. Trus diantara sekian yang gratisan saya kok kurang nyaman dengan beberapa iklan yang anoying 😊 gimana ya sebaiknya antara mau ngeblog yang gratisan tapi takut ngeliat iklan yang "aneh". Makasih sebelumnya teh atas ilmu nya.. (Nailah, Jkt, RMA 2).

Jawab: Aslm. Mba Nailah yang baik.. 😊 kalo blog gratisan itu hanya ngeluarin biaya internetan aja kayak kita bermedsos ria. Kalo berbayar bisa didapat dari jasa penyedia hosting dan domain bebayar. Hosting itu tempat penyimpanan data, foto, video. Kalo domain nama blog yang kita bikin. 

Dari segi urlnya, blog gratisan misal seperti WP ato BP bakal ada embel-embel wordpress .com ato blogspot .com nya. Klo berbayar domain + .com / .net / .id / dll., yg biasa disebut TLD. Biasanya salah satu syarat biar dapet job review dll domain kita harus TLD.

Untuk biaya macem-macem mba. Tergantung jasa penyedia hosting. Saya bikinnya di qwords .com. Suka ngasi harga promo 😁 cek-cek harga di tanggal-tanggal penting, biasanya suka ngasi diskon 😊

Untuk iklan yang anoying selama ngeblog saya belum pernah nemuin mba. Mba nai pake apa? Mungkin karena saya intens make BP n jarang k WP jadi ga nemuin yang aneh-aneh, hehe.



#4. Assalamualaikum Mba Shona. Waah menarik sekali temanya. Jujur saya jg lg pengen banget bikin blog dan lagi nabung beberapa tulisan. Tapi jujus ada kekhawatiran blog jd ajang curhat. Yg kaya Mba Shona bilang, hati2 untuk jangan terlalu terbuka. Adakah tips khususnya Mba untuk meminimalisir ini? Tks. (Anis-depok-RMA 2).

Jawab: Wa'alaykumslm Mba Anis 😊 Caranya kalo saya netapin dulu tujuan ngeblognya apa mba. Boleh curhat tapi curhatnya bikin pembaca terinspirasi, termotivasi ke arah yang lebih baik. Gimana caranya biar bisa menjadi inspirasi? Pastinya hindari kalimat-kalimat keluhan.

Saya ngerasain juga serunya ngeblog itu, kita juga bisa belajar banyak hal, karena modal menulis itu ya membaca. Saat kita punya masalah sebelum nulis di blog, awalnya butuh solusi, eh malah bisa ngasih solusi dari bacaan/referensi. Selanjutnya baru ditulisin. Biasanya saya gitu mba 😊



#5. Asalamualaykum Uni Shona. Materinya bermanfaat sekali Uni. Kebetulan saya udah punya blog menggunakan wordpress, seperti kata Uni shone kalo paling ringan dan simple ya wordpress. Hanya saja sudah lama blog tidak saya update, hehe…  banyak kendalanya Uni, yg paling sering itu saat menyiapkan kata-kata yang saya tulis ujung-ujungnya masuk draft semua karena belum kelar nulisnya.

Gimana Uni Shona membagi waktu ngeblog dgn pekerjaan yg lain dan memunculkan  semangat menulis saat jadwalnya nge-blog? Menurut Uni, apakah kalo kita bikin blog, isi blog kita itu harus terspecialisasi tema tertentu? Supaya jelas identitasnya. Misal, foodblogger yg isinya resep-resep n all about makanan, travelblogger, blog khusus kegiatan anak-anak atau bisa campur apa saja yang kita ingin sharing? Jazakillah Uni Shona yang baik. (Lidya, Sidoarjo, RMA 2).

Jawab: Wa'alaykumslm Mba Lidya.. Alhamdulillah saya ada art yang bantuin sampe jam 11 siang. Pastinya jadi punya waktu luang dan tenaga yang lebih. Paham banget kalo ga ada art, kebayang capeknya, karena saya juga pernah ngalamin masa-masa itu, hehe. 

Biasanya pas anak-anak tidur siang. Tapi nyamannya selepas tahajud. Alhamdulillah saya ga mau bikin saklek soal golden time. Selama ada waktu senggang ya nyicil nulis. Terus juga ga saklek harus di laptop/pc. Buku/Hp/tab pun jadi. Oia untuk memunculkan semangat menulis, inget-inget tujuan menulisnya apa. Kalo inget tujuannya biasanya langsung semangat pol polan 😁

Pernah bikin niche buat ibubahagia.com. tapi kemudian jadi mati gaya mati ide trus lama deh hibernasinya 😅 bagus sih biar jelas personal branding dari blog kita. Tapi saya pribadi sekarang nyaman dengan gado-gado. Jadi job yang datang pun bisa gado-gado, hihi. Tapi untuk kegiatan anak-anak mending dibedain. Pernah juga coba dicampur tapi jadi mempengaruhi kualitas blog *khusus TLD



#6. Assalamualaikum mb.. Terimakasih atas materinya..
Waa saya sudah pengen bikin blog dari setahun yang lalu.. Tapi sampai skrg belum jadi juga. Dibayangan saya ngeblog itu sulit, gak segampang post foto ato bikin tulisan di medsos semacam path, fb, atau ig. Saya juga sudah buat blog, tapi begitu jadi gak diterusin (belum sempat posting apapun) dan sekarang lupa nama dan passwordnya. Sepertinya butuh motivasi dan niat yang lebih serius serta keyakinan bahwa ngeblog itu gak sulit. Nah terkait hal itu, saya ingin tanya kira2 mb punya link seputar cara pembuatan blog n editing blog yang menurut mb paling gampang atau paling mudah dipahami penjelasannya tidak? Terimakasih sebelumnya. (Dayu dian, Jaktim, RMA 3).

Jawab: Wa'alaykumslm mb Dayu.. Selamat mba 😊 udah punya blog. Awal-awal mungkin sulit karena masih penyesuaian & coba-coba. Mba blognya apa? Kalo wordpress saya dulu kebanyakan otodidak. Kalo blogspot otodidak plus googling karena pertamanya make wordpress dan wp terasa lebih mudah daripada blogspot. Googling aja mba, misal, "Cara membuat blog di blogspot/wordpress." "Cara menaruh instagram di blogspot." Dst.. Bakal banyak referensinya dan pada umumnya penjelesannya mudah dipahami insya Allah. *tambahan, utak atik blogspot nanya-nanya ke temen juga.



#7. Assalamu'alaikum... Selalu salut sama emak-emak yg sibuk ngurus anak dan msh bs ngeblok, 😄.  Terima kasih sharing ilmunya bunda.  Pertanyaan saya, nulisnya itu diketik di laptop dulu baru diposting ke blog kah bun? Atau via hp? Lebih efektif ya g mana? (Titin, RMA 3).

Jawab: Wa'alaykmslm Bunda Titin.. Terimakasih 😘 dimana aja bund. Dulu salah satu hal yang bikin saya mandeg nulis karena terpaku sama konsep kalo nulis blog itu ya di laptop/pc. Kalo ga di laptop ga bisa, idenya ga keluar, tulisannya ga ngalir 😁 tapi kemudian pas mulai ngeblog lagi saya menghilangkan pikiran itu, ga ada lagi istilah golden time, kapan ada waktu luang ya nulis. Ga bisa buka laptop, hp/tab pun jadi. Buku pun masih saya gunain sesekali 😊 jadi ga ada alasan buat ga nulis. Biasanya kan alasan ibu-ibu, "Gimana mau nulis, baru buka laptop eh anaknya bangun." Hehe 😁



#8. Hai Bunda Shona, saya punya blog yang saya tulis sejak zaman kuliah di kenandari.blogspot.com. Dulu sih banyak yang suka tapi sekarang blognya udah banyak sarang laba-labanya 😭

Setelah si kecil lahir, saya nulis berbagai "hasil googling" saya, namun dalam bahasa formal di dearbunda.com Sy menulis di sela jam tidurnya.

Cuma beberapa bulan saya konsisten. Sekarang sdh bolong2 krn anak saya (15bln) berkuranggg banget jam tidurnya maaaiiinnn melulu. Kdsaya juga ikutan tidur karena capek. 

Ada kiat mengatur waktu kah dr bunda shona supaya saya bisa rajin nulis lg? Atau memang ada masanya kita harus membersamai anak? 

❤Terimakasih
(Ken Andari / Tangerang / RMA4)

Jawab: Hallo Bunda Ken.. saya cuti nulis sejak anak pertama lahir sampe anak kedua mau usia 1th 10bln 😁 Februari 2013 - November 2015. Paling cuma ngarsipin hasil-hasil kulwap, copas plek. Nah Betul mba, semua ada masanya. Ga selamanya anak-anak kecil. Nikmatin dulu aja masa-masa membersamai mereka 😘  *edit: ternyata terakhir ngeblog itu 3 juni 2014, hehe.

Kalo soal kiat, paling saya karena menyadari kebutuhan, kehadiran art sangat membantu, meski jam kerjanya cuma dari jam 8-11 siang. Sehingga waktu dan tenaga saya bisa saya luangkan untuk bermain bersama anak-anak dan menulis. Menyiasati biar tulisannya bisa sebelum deadline dan ga numpuk, saya harus bersedia mengorbankan waktu tidur. Ga begadang, tapi bangun lebih cepat. Selepas tahajud waktu yang paling pas. Tulisan jadi, pas di pagi hari ready membersamai suami dan anak-anak tanpa harus rempong mikirin tulisan lagi 😊



#9. Salam kenal mba Shona, Senangnya ada yg membahas mengenai blogging. Seberapa pentingkah mengubah domain blog dari yg gratisan ke yang berbayar seperti dotcom dll?
Selanjutnya, saya masih agak bingung bagaimana permulaan para ibu blogger saling bertemu di dunia Maya hingga membentuk suatu komunitas, Apakah ada semacam forumnya atau bagaimana? 

Terimakasih
(Addini / Bekasi / RMA 4)

Jawab: Salam kenal Mba Andini. Sejujurnya awal bikin .com saya sih biar keliatan keren bin kece aja 😁 soal monetization pernah denger, tapi belum ngerti. Jadi ngalir aja gitu. Sampe suatu hari ada beberapa tawaran masuk ke email saya untuk review produk. Saya sempet kaget dan bingung harus jawab apa karna belum punya pengalaman sebelumnya. Intinya saat blog udah jadi Top Level Domain, bisa jadi "menghasilkan." Dan biasanya syarat untuk dapetin job, ya kudu TLD dulu. Meski ada beberapa temen blogger yang blognya bukan TLD bisa dapet job juga, tapi page reviewnya udah ratusan ribu, domain authority dan page authoritynya tinggi. Dan semua butuh proses yang ga sebentar pastinya 😊 *Edit: ternyata blog yang free, DA/PAnya ga berarti, diutamakan keunikan blognya (koreksian teman ;).

Betul mba, kebanyakan berawal di group fb. Ada emak2 blogger, perempuan blogger, muslimah blogger, dll 😊 ini memungkinkan kami untuk saling kenal dan blogwalking 😘

Sekian Kulwap saya di Rumah Main Anak. Semoga bermanfaat ya bu ^_^


Sunday, 11 September 2016

Chapter 1: Blogmate Lendy - Shona



1 Tim di Grup Whats App., Institut Ibu Profesional Bandung Tahun 2014


"Teh mau jadi bagian dari tim IIP #2 (Grup Whats App., Institut Ibu Profesional)? Masih kurang bagian Co-Hostnya."

"Wah kok Teteh tau saya kepengen? Tapi belum berani ngajuin diri Teh..."

Itulah percakapan kami pertama kali WApri-waprian yang saya ingat. Banyaknya peminat baru yang ingin bergabung dengan komunitas satu ini membuat pengurus mau tidak mau menambah jumlah grup. Saat pengurus menyatakan dibukanya lowongan untuk posisi Admin, saya langsung cung ambil bagian. Tapi masih belum bisa jalan karena kekurangan posisi Co-Host. Akhirnya setelah Teh Lendy (dulu saya memanggilnya Teteh :D) bersedia menjadi Co-Host, lengkaplah koordinator untuk group IIP #2 yang terdiri dari Admin (Shona), Host (Uni Zakia), dan Co-Host (Teh Lendy). Kami yang berdua sama-sama belum begitu pengalaman, sangat terbantu dengan kehadiran senior si Uni Zakia. Beliau sabar membimbing, menjelaskan segala tugas yang harus dikerjakan. Tak jarang karena masih belajar, tugas kami tumpang tindih. Kadang kalo diingat-ingat saya jadi merasa bersalah dulu pernah rada sewot saat tugas saya diembat Teh Lendy, wakaka, *Punten yo Mba ;p Namun tak berapa lama saya terpaksa pamit mengundurkan diri dari tim karena harus ikut suami pindah tugas ke Padang.



Pertemuan Perdana di KOPDAR Islamic Parenting Community Bandung Tahun 2015


Di kejauhan saya melihat seorang wanita berkacamata mengenakan baju kembar dengan 2 orang anak yang ia bimbing di kanan kirinya. "Serasi dan lucu banget!" Pikir saya kala itu. Jarang-jarang nemu yang beginian, unik hehe. Karena pernah melihat sosoknya di grup WA via foto ya siapa lagi kalau bukan Teh Lendy. Kesan pertama bertemu, ini orang seru ih, rame. Sepertinya mudah deket sama orang dan lucu. Saya suka saya suka :D




Setelah acara kopdar selesai, saya ditawarin buat nebeng pulang bersama 1 teman lainnya. Wah Alhamdulillah.. Di saat itulah saya menjadi bertambah kagum dengan Teh Lendy. Kenapa? Karena keberaniannya membawa 2 anak kemana-mana sembari nyetir. Langsung cus introspeksi diri. Seringnya saya kalo ikutan acara-acara komunitas/parenting, belum berani bawa 2 anak sekaligus. Dikarenakan usia mereka yang berdekatan (11 bulan kurang dikit :D), tantrumnya si Kakak masih eksis ditambah dengan kondisi saya yang masih sakit *ga bisa banget stres. Seringnya bawa anak kedua karena masih menyusui. Tapi entah kenapa, sejak melihat Teh Lendy saya jadi punya keberanian untuk mengajak si Kakak sekaligus kalo ada acara-acara sejenis. Makasih banyak ya Teh, sudah menginspirasi saya ^_^



Akhirnya Ku Panggil Dirimu Mba


Sejak balik ke Bandung saya kembali aktif mengikuti acara-acara komunitas. Pastinya jadi sering bertemu dengan si Teteh satu ini karena beliau memang keliatan banget seorang pembelajar (ibu) sejati *Cieee... Makin dekat akhirnya saya ijin memanggil dirinya Mba. Karena memang asli Jowo dan biar makin deket ceritanya. Berawal dari sanalah kami makin intens berkomunikasi, terlebih akhir-akhir ini kami memiliki passion yang sama, dunia kepenulisan dan perbloggeran. Walhasil, atas ide kece dari si Mba Lendy ini, akhirnya kami bikin program blogmate *Aseeek... 



Blogmate Itu Apa?


Sebenernya saya juga ga gitu paham awalnya. Cuma pernah ngeliat blogger lain bikin beginian, tapi ya tetep aja untuk konsepnya saya masih ga begitu ngerti, *Loh? :p Melalui penjelasan dari Mba Lendy akhirnya saya pun paham. Nah, mending Mba Lendy aja ya yang ngejelasin blogmate itu apa, hihi. Bisa ceki-ceki blognya di sini.

Next, silahkan menikmati tulisan-tulisan kami di edisi selanjutnya ya. Insya Allah akan terbit setiap hari Ahad dengan tema yang sama tapi dengan gaya tulisan dan cita rasa yang berbeda tentunya. See u.... ^_^

Tuesday, 6 September 2016

Dunia Ibu Bukan Kompetisi Tentang Siapa Anak Yang Lebih Cepat

"Wah anaknya si A udah bisa calistung, padahal masih udia dini."

"Kenapa temenku bisa ASI ekslusif sementara aku ga.. Kepaksa pake sufor, ini gara-gara...."


"Hebat ya Dia bisa nerapin Homeschooling, pasti kudu sabar n pinter dulu jadi ibu. Jadi pengen juga tapi bisa ga ya?"



Berbagai opini berseliweran, bagaimana sosok ibu yang sempurna bagi anak. Terlebih dengan adanya media sosial, membuat setiap aktivitas ibu-ibu sangat mudah untuk diamati *bagi ibu yang suka posting dan ibu yang suka bermedsos ria pastinya. Kalo ga kuat-kuat iman, ya bawaannya kepengen juga kayak si ini, kayak si itu. Padahal setiap keluarga, ibu dan anak ya unik. Ga ada yang persis sama. Hal inilah yang membuat saya tergerak untuk mewawancarai Teh Wiwik Wulansari, ibu hebat dari Farid (4,5 tahun), Fatin (2 tahun 3 bulan), dan Fatih (8 bulan) ini.



Tamatan Fakultas Kedokteran Hewan IPB yang saat ini memilih menjadi ibu rumah tangga punya pandangan yang berbeda mengenai sosok ibu ideal atau sempurna. Berikut petikan wawancaranya:


1. Adakah persiapan yang teteh lakukan sebelum menjadi seorang ibu? Jika ada persiapannya apa saja?

Menjadi seorang ibu adalah dunia baru dan juga impian saya. jadi sebagai rasa syukur, saya berusaha mempersiapkan diri semenjak mengetahui kehamilan. diantaranya adalah dengan membaca buku dan artikel terkait kehamilan, perawatan bayi (0-2 tahun), tahap perkembangan dan stimulasi anak (0-5th), sampai bikin jadwal MPASI padahal anaknya belum lahir, hehe.. mungkin karena latar belakang saya medis, jadi persiapannya banyak terkait kesehatan dan saya belum mengenal parenting. Waktu itu saya sampai browsing merk susu terbaik untuk anak, haha dan akhirnya belajar tentang ASI, menyusui dan manajemen ASIP. Saya juga mempersiapkan kondisi fisik dengan senam hamil dan olahraga, menjaga asupan makanan, mengikuti kelas prenatal dan kelas hypnobirthing (karena punya mindset melahirkan itu sakit sehingga ingin mengubah mindset tersebut bahwa melahirkan juga bisa nyaman).

Untuk menunjang kondisi psikis dan mempererat bonding dengan janin, saya sering mengajaknya mengobrol, bernyanyi juga membacakan buku. Saya juga mengurangi aktivitas kebiasaan yang kurang baik, seperti nonton tv dan main game, sebaliknya berusaha menambah aktivitas kebaikan supaya energi positifnya terasa oleh si janin.

Kira-kira itu persiapan saya menjadi ibu. Sehingga ketika anak lahir, minimal untuk perawatan bayi seperti memandikan, merawat tali pusar sudah bisa dilakukan sendiri, saat anak kolik juga ga terlalu panik. saya juga main boneka-bonekaan ketika hamil pertama untuk simulasi memakaikan baju, bedong dan cara menggendong, juga mengerjakan soal psikotes, supaya atmosfir berpikir nyampe ke si janin karena kebanyakan nonton tv berasa bikin otak tumpul, hee..


2. Apakah persiapan tersebut membantu teteh saat setelah menjadi ibu? Adakah ketimpangan antara teori dengan kenyataan yang ada di lapangan?

Ya, persiapan itu membantu sekali. Saya sadar jauh dari orangtua dan mertua sehingga untuk merawat si bayi kelak, mau ga mau saya harus megandalkan diri sendiri dan ayahnya. kadang si ayah juga diajak ikut kelas prenatal seperti memandikan bayi, dll. Jadi saat bayi lahir sudah lumayan bisa diandalkan,hehe walau tetep sih, learning by doing. Yang surprisenya si bayi ini kadang bermimik ngeh saat mendengar kembali suara murotal, lagu atau buku yang dulu sering dia dengar saat di dalam perut. Untuk anak pertama rasanya masih bisa menyesuaikan diri antara teori dan kenyataan. setelah anak kedua dan ketiga lahir baru mulai banyak 'menyimpang' dan jadi teori ala saya yang memudahkan aja, haha..


3. Jika ada ketimpangan, bagaimana teteh mengatasinya?

Ketimpangan mulai terjadi saat anak kedua dan ketiga lahir. Tergantung teori apa dulu sih, kalo ada ketimpangan, intinya yang memudahkan kita aja selama tidak menzalimi anak juga tidak melanggar Alquran dan Sunnah. Karena ujung-ujungnya setiap anak unik, setiap orang tua juga unik, kadang cara yang sama belum tentu efektif untuk orang lain, jadi percaya diri aja bahwa orang tua pasti lebih bisa mengerti diri dan anaknya.

Misal waktu anak kedua saya ga mau makan di usia 6.5 bulan. Saya coba tawarin makanan yang mudah disiapkan (buah, sayur), ga bikin makanan yang merepotkan saya, karena di tolak terus kan ga semangat masaknya, hehe.. akhirnya engga saya kasih MPASI (Makanan Pendamping ASI) apapun, hanya ASI saja. Tapi setiap jam makan dia selalu saya ajak melihat saya makan. Lalu di usia 7 bulan dia mulai mengambil nasi di piring saya, dari situ saya mulai memberinya nasi lembek dan ber-BLW (Baby Lead Weaning) ria yang ternyata cocok untuknya padahal prinsip BLW versi saya minimal diatas 8 bulan, saat jemari dan proses menelan makanan kasarnya sudah cukup baik serta kondisi berat badan bayi cukup. pada anak ketiga akhirnya saya pernah juga memberi MPASI dan biskuit kemasan disaat tidak selalu bisa menyiapkan makanan rumah sendiri, padahal sebelumnya tidak pernah.


4. Menurut teteh wajar/normal ga sih kalau kita itu bukan ibu yang selalu sempurna?

Sebagai ibu, pasti kita ingin menjadi dan memberikan segala yang terbaik untuk anak. Hal itulah yang kadang membuat banyak ibu mudah merasa bersalah jika tidak melakukan apa yang diyakininya baik. Nah seringkali rasa bersalah ini menjadi negatif dan membuat ibu merasa buruk, selalu mengkritik diri sendiri, dll., sehingga menjadi banyak tuntutan terhadap diri, anak maupun suami. Disinilah saya ingin menekankan bahwa ibu memang tidak harus sempurna. kesempurnaan itu hanya milik Allah swt, mengejar kesempurnaan yang diluar kuasa kita hanya membuat lelah dan stres yang tidak berkesudahan. Padahal tuntutan yang ada di luar kuasa kita, memang sebaiknya tidak digenggam erat, lepaskan saja, ikhlas menerima apa adanya. Dengan begitu kita jadi menerima diri apa adanya, jadi lebih bisa look in untuk melihat ke dalam diri kita, menyadari bahwa kita ini limited edition, kita ini juga bintang yang bersinar. Sehingga tidak perlu merasa terintimidasi ketika orang lain sudah berkibar dengan kesuksesan diri, anak maupun keluarganya.


5. Bagaimana pendapat teteh mengenai working mom vs full time mom, ASI vs Sufor, Normal vs CS, Schooling vs Homeschooling, karena menurut sebagian orang salah satunyalah yang terbaik

Setiap orang punya standar terbaik sendiri yang ga harus sama dengan orang lain. Apapun pilihannya, sah dan baik-baik saja. Karena mereka sudah mempertimbangkan dan lebih paham dengan kondisi masing-masing. Yang tidak baik itu justru yang ribut mempermasalahkan pilihan-pilihan tersebut tanpa juntrungan yang jelas. Ujung-ujungnya jadi perang dan memecah belah orang-orang. Padahal ketika kita berkeluarga dan memiliki anak sudah seharusnya kita bersinergi untuk masa depan anak indonesia yang lebih baik. It takes a village to raise a child. Pada akhirnya yang terbaik adalah yang bersungguh-sungguh menjalankan perannya sebagai orangtua.


Dunia ibu bukan kompetisi tentang anak siapa yang lebih cepat bisa berjalan, berlari, berkata bahkan membaca dan menulis. Karena ini seperti lari maraton, perjalanan panjang tentang bagaimana kita menangani diri sendiri sebelum menangani anak kita, bagaimana kita mau bersama-sama belajar dengan anak kita, karena mereka hidup di zaman yang berbeda dengan kita. mungkin di perjalanan itu ada yang belakangan, ada yang duluan tapi yang harus kita yakini bahwa semua akan mencapai garis finish. Allah menilai proses bukan hasilnya. Maafkan diri sendiri, tidak perlu jadi ibu sempurna, jadilah ibu bahagia. -Wiwik Wulansari

Demikian sesi wawancara bersama Bubu (panggilan kesayangan anak-anak dan teman-teman terdekatnya). Sebagai penutup saya mengutip quotes dari Teh Kiki Barkiah, semoga membuat kita para ibu semakin kuat dan bersemangat. Bersyukur dengan segala kondisi masing-masing dan tetap bisa menjadi diri sendiri sesuai dengan tuntunan Illahi.

Tidak ada yang lebih sempurna dari Rasulullah SAW., dalam pengasuhan anak, maka berilah ruang dalam hati kita untuk menerima bahwa kita bisa salah. Maka tidak perlu kita mengatakan "Kami merasa gagal menjadi orang tua," namun katakanlah "Bersama Allah kami bisa lebih baik lagi." -Kiki Barkiah

Inspirasi tulisan ~ Belajar Menjadi Tidak Sempurna, thanks Mba Noni ^_^


Sunday, 4 September 2016

Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 3-6 Tahun


Hampir setiap hari saya menyiapkan stimulasi yang berkaitan dengan motorik halus kakak (3.5 tahun). Efeknya diantaranya terlihat pada hasil lipatan kertasnya yang rapi jali dan pre writingnya yang mulai terlihat sesuai jalurnya. Soal motorik halus ini sudah baca tulisan saya yang Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 1-3 Tahun kan bu?


Baca juga Tiga fase Mendidik Anak, tulisan yang menginspirasi saya bikin tulisan ini ^_^

Sekarang saya mau lanjut nulis mengenai tingkat pencapaian perkembangan fisik-motorik halus berdasarkan PERMENDIKBUD RI No. 137 tahun 2014 untuk usia 3-6 tahun, apa aja sih:

3-4 tahun:


1. Menuang air, pasir, atau biji-bijian ke dalam tempat penampung (mangkuk, ember)

2. Memasukkan benda kecil ke dalam botol (potongan lidi, kerikil. biji-bijian)
3. Meronce benda yang cukup besar
4. Menggunting kertas mengikuti pola garis lurus

4-5 tahun:



1. Membuat garis vertikal, horizontal, lengkung kiri/kanan, miring kiri/kanan, dan lingkaran
2. Menjiplak bentuk
3. Mengkoordinasikan mata dan tangan untuk melakukan gerakan yang rumit
4. Melakukan gerakan manipulatif untuk menghasilkan suatu bentuk dengan menggunakan berbagai media
5. Mengekspresikan diri dengan berkarya seni menggunakan berbagai media
6. Mengontrol gerakan tangan yang menggunakan otot halus (menjumput, mengelus, mencolek, mengepal, memelintir, memilin, memeras)

5-6 tahun:

1. Menggambar sesuai gagasannya
2. Meniru bentuk
3. Melakukan eksplorasi dengan berbagai media dan kegiatan
4. Menggunakan alat tulis dan alat makan dengan benar
5. Menggunting sesuai dengan pola
6. Menempel gambar dengan tepat
7. Mengekspresikan diri melalui gerakan menggambar secara rinci


Beberapa bentuk kegiatan yang berkaitan dengan motorik halus kakak














Kemampuan motorik halus ini, antara anak satu dengan lainnya bisa berbeda-beda. Jadi kalo ngeliat anak si A udah bisa ini dan anak ibu belum bisa, ya ga papa. Yang terpenting setiap stimulasi yang diberikan membuat anak enjoy dan bahagia mengerjakannya. Selamat menyiapkan stimulasi untuk buah hatinya ya bu! ^_^