SOCIAL MEDIA

Monday, 31 October 2016

11 Penyakit Serius Yang Dapat Menyerang Bayi & Balita




ibubahagia.com - Sebagai orang tua, kita ingin anak-anak selalu sehat dan bugar setiap saat. Namun, kita juga tidak bisa menyangkal bahwa anak-anak, khususnya bayi dan usia di bawah lima tahun, akan lebih rentan terserang berbagai macam penyakit. Hal tersebut terjadi karena sistem kekebalan tubuh mereka belum terbentuk sempurna dan kenyataan bahwa penyakit dapat menyerang siapa saja, baik orang dewasa maupun anak-anak.

Ada beberapa jenis penyakit yang hanya menyerang anak-anak sekali saja, seperti cacar air. Biasanya, setelah sembuh dari penyakit tersebut, kekebalan tubuh anak akan lebih meningkat dan tidak lagi mudah terserang penyakit.Jadi, sebagai orang tua, tidak perlu khawatir berlebihan mengingat daya tahan tubuh anak-anak masih terbentuk dan walhasil, rentan terhadap kondisi lingkungan sekitarnya dan mudah terserang penyakit. 

Namun, sebagai orang tua, sebaiknya kita harus tahu apa saja penyakit yang biasa menyerang anak-anak, khususnya bayi dan balita, seperti cacar air, flu, diare, dan lain sebagainya atau penyakit yang tergolong serius dan membutuhkan penanganan khusus. Agar tidak salah langkah, yuk coba kenali beberapa penyakit serius yang dapat menyerang anak-anak! 


Eksim 

Penyakit yang juga sering disebut eksema atau dermatitis ini merupakan peradangan hebat pada kulit bayi atau balita yang dapat muncul pada tubuh bayi mulai dari usia tiga sampai empat bulan. Peradangan tersebut menyebabkan pembentukan lepuh atau gelembung kecil pada kulit hingga akhirnya pecah dan mengeluarkan cairan. Pada kondisi yang lebih parah, eksim ini dapat menyebabkan kulit memerah, mengeluarkan kerak dan nanah. 


Limfoma 

Limfoma merupakan kanker yang menyerang kelenjar getah bening, timus, limpa, amandel, kelenjar gondok, dan sumsum tulang. Limfoma menjadi jenis kanker terbanyak kedua yang menyerang anak-anak. Ada dua jenis limfoma yakni limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin (NHL). 

Untuk limfoma Hodgkin, gejala awal yang muncul adalah pembesaran kelenjar getah bening yang menyebabkan rasa nyeri di area leher, di bawah ketiak, di pangkal paha, dan di atas tulang selangka. Sedangkan untuk limfoma NHL, gejala yang timbul adalah susah bernafas, batuk-batuk, susah menelan makanan, penurunan berat badan yang tidak wajar, berkeringat di malam hari, hingga pembengkakan di bagian kepala, leher, atau tubuh bagian atas. 


Impetigo

Penyakit ini merupakan infeksi kulit yang dapat menyerang bayi dan balita. Impetigo disebabkan oleh bakteri yang masuk ke kulit lewat luka, biasanya berupa luka merah di wajah, terutama di sekitar hidung dan mulut anak. Impetigo dapat menimbulkan implikasi apabila tidak ditangani sedini mungkin walau impetigo dapat mengering dalam waktu dua sampai tiga minggu setelah kulit terinfeksi. 


Neuroblastoma

Penyakit yang merupakan kanker dan biasanya diawali dengan kelainan sel saraf ini bisa dialami oleh bayi yang baru lahir, namun baru terlihat pada usia 2-4 tahun. Neuroblastoma paling sering muncul di sekitar kelenjar adrenal, tapi penyakit ini juga dapat berkembang di daerah-daerah lain seperti perut, dada, leher, atau panggul. 


Infeksi Telinga Tengah

Ketika udara dingin, saluran yang menghubungkan telinga ke tenggorokan atau bisa disebut eustachius akan terblokir. Kondisi ini menyebabkan peradangan dan membuat cairan telinga terperangkap di belakang gendang telinga dan memungkinkan kuman untuk berkembang biak. Infeksi ini memiliki gejala yang hampir sama seperti gejala flu dan terjadi perubahan warna pada gendang telinga anak-anak. 


Sindrom Reye's

Penyakit ini termasuk penyakit yang jarang ditemukan, namun jika telah terserang penyakit ini, dapat menyebabkan pembengkakan pada hati dan otak. Penyakit ini lebih sering diderita oleh anak-anak yang terkena infeksi virus atau memiliki kelainan pada sistem metabolismenya. Gejala yang ditimbulkan akan muncul dalam waktu tiga sampai lima hari setelah terinfeksi virus. Pada anak di bawah usia dua tahun, gejala awalnya adalah diare, flu, dan nafas yang cepat. Pada anak-anak balita, gejala sindrom ini ditandai dengan muntah terus menerus, lesu, iritasi, pusing, kelumpuhan pada lengan, hingga tidak bisa tidur. 


Roseola

Roseola disebabkan oleh Human Herpes Virus 6. Kebanyakan penyakit ini diderita oleh anak berusia 6-24 bulan, dengan masa inkubasi umumnya berlangsung 5-15 hari. Ruam yang muncul dari penyakit ini akan timbul setelah suhu tubuh sudah stabil kembali dari panas turun dan biasanya berlangsung hingga dua hari. Roseola dengan penyakit cacar atau campak lainnya sering kali sulit dibedakan walau sebetulnya roseola dan cacar atau campak adalah penyakit yang berbeda. 


GER

Penyakit ini menyebabkan isi perut yang mengandung asam naik kembali menuju kerongkongan. Penyakit ini terjadi karena otot yang bekerja di antara kerongkongan dan perut masih belum matang. Dan hal tersebut akan menyebabkan rasa sakit pada bayi. Untuk mengantisipasi ketika GER ini terjadi, sebaiknya gendong bayi dalam posisi berdiri selama kurang lebih setengah jam setelah menyusui dan jangan langsung meletakkan bayi dalam posisi terlentang setelah selesai menyusui. 


Respiratory Syncytial Virus

RSV merupakan sebuah jenis penyakit yang menyerang sistem pernafasan bayi. Pilek, demam, dan batuk selama berminggu-minggu merupakan gejala penyakit RSV yang terjadi pada bayi. RSV jika tidak dicegah atau diobati sedini mungkin akan menjalar pada paru-paru yang dapat berujung pada pneumonia. 


Batuk Rejan

Penyakit infeksi pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis ini dikenal sangat menular dan lebih sering menyerang anak-anak usia di bawah dua tahun dan akan menjadi lebih berbahaya dibanding saat penyakit ini menyerang orang dewasa. Penyakit ini menular melalui batuk atau bersin penderita yang terinfeksi.


Sindrom Pipi Merah

Sindrom pipi merah atau dapat juga disebut parvovirus B19 merupakan virus yang menyerang manusia pada usia dini. Sindrom pipi merah ini dimulai dengan demam dan gangguan pernapasan. Pada kedua pipi bayi atau balita akan muncul ruam merah. Ruam tersebut biasanya menyebar ke seluruh tubuh pada dua sampai empat hari setelah terserang sindrom pipi merah ini. Bayi dan balita biasanya membaik setelah tujuh sampai sepuluh hari.

12 comments :

  1. Ya Allah Masya Allah, apa iya anakku kena limfoma, di pangkal pahanya ada benjolan dari bayi, pernah tak tanya sama dokter, dokter emang jawab itu kelenjar getah bening tp gpp katanya ntar juga ilang sendiri, apa iya bsa bgtu

    ReplyDelete
  2. Saya akan save untuk ilmu saya kelak pny anak ...

    ReplyDelete
  3. Pipi merah, waduh... Saya baru tau kalau ini penyakit ya? Kirain bagus anak pipinya merah merona gitu jadi lucu... Ternyata saya salah!

    ReplyDelete
  4. banyak juga ya penyakit serius pada bayi n balita..

    ReplyDelete
  5. Ahh..jadi parno yaa, kasian kalo masih kecil punya penyakit2 teh hiks.
    Dikasih keringet buntet atau panas aja udah galoow ..

    ReplyDelete
  6. Wah, serem ya. Semoga anak-anak kita selalu sehat-sehat terus. Aamiin.

    ReplyDelete
  7. Kok bacanya serem ya Un *___*
    Tapi harus tau sih yang begini ini jadi in case kalau anak sakit paling nggak kita sudah tau sedikit banyak tentang penyakitnya ya.

    Btw templatenya baruuu. Yeaayyy. Tapi tulisan di artikel terlalu rapat menurutku Un. Kalau di samain sama kayak font di sidebar enak tuh. IMO :*

    ReplyDelete
  8. Aku baru tahu tentang sindrom pipi merah, mba. Biasanya anak yang pipi merah kan menggemaskan ya. Hihii

    ReplyDelete
  9. Duh suka serem - serem deh kalau baca penyakit - penyakit, semoga saja anak - anak kita sehat selalu yah

    ReplyDelete
  10. Paling sering akhir-akhir ini yang nyerang anak itu kayaknya roseola.. kayak lagi musim gitu. Tapi roseola gejalanya masih ringan, yg serem itu campak menurutku..

    ReplyDelete
  11. Ilmu ke ((mamahmuda))anku makin bertambah nih teh. Bisa tau deh sakit-sakitnya dedek bayi.. Semoga krucilsnya sehat selalu teh. Aamiin

    ReplyDelete
  12. dibookmark dulu ahhh ... suatu saat mungkin perlu

    ReplyDelete

Jazakumullah atas komentarnya ^_^