SOCIAL MEDIA

Monday, 14 November 2016

10 Tips Menjadi Orang Tua Baru


ibubahagia.com - Dulu saat kelahiran anak pertama, memang kerasa banget kagoknya jadi orang tua baru. Apalagi dengan minimnya ilmu dan pengalaman yang dipunya. Setelah anak kedua lahir, tentunya udah banyak kemajuan. Lebih cekatan dan lebih bisa memanage segala hal dengan lebih baik. Nah, calon anak ketiga yang di usia kandungan 7 bulan ini gimana ya? Tapi memang persiapan yang saya lakukan terasa berbeda jika dibandingkan dengan dua anak sebelumnya, terutama persiapan ilmu. Tapi cukupkah hanya ilmu saja? Berikut 10 Tips yang saya kutip dari buku Backpack for a New Parent dan sedikit dari pengalaman saya sendiri:

1. Lakukan Persiapan
Jika merasa jadwal kegiatan kita sangat padat, maka persiapkan diri sejak jauh-jauh hari. Rencanakan siapa saja yang akan membantu kita pas si kecil tiba. Buat rincian tugas yang harus dilakukan oleh pasangan kita, asisten rumah tangga, keluarga yang turut membantu. 

Alhamdulillah selama ini suami udah jadi suami cekatan dan siaga. Karena tipe suami yang enggak suka ribet dengan segala macam list atau sesuatu yang saklek (*enggak perlu ditulisin segala), jadi saya dan suami bersepakat nanti mengalir aja. Toh suami udah cekatan lagi siaga, ciee.. cie.. Terimakasih Cubi!


2. Atur Jadwal Kegiatan Harian
Begitu kita berencana menambah anggota baru, berarti saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mengasah kemampuan kita dalam mengatur jadwal kegiatan harian. Jadwal yang adalah menyusui atau memberi makan si kecil dan kunjungan rutin ke dokter atau bidan. Jadi, kita harus membuat jadwal agar lebih mudah dalam melaksanakan tanggung jawab ini. 

Karena saat ini saya seorang blogger, saya pun harus bisa mengatur jadwal untuk menulis nantinya. Dan harus siap dengan segala kondisi bahwa dengan hadirnya si kecil, membuat saya harus mengalah dengan mengurangi jadwal menulis. Kebayang kan bakal kurang-kurang tidur, dsb.

Dan yang enggak kalah penting, perhatian terhadap Kakak dan Uni enggak boleh dilupakan. Harus bikin jadwal ngedate buat masing-masing anak dan bapaknya juga, hihi.

3. Berbahagialah pada Segala Perubahan yang Terjadi
Membesarkan anak merupakan pengalaman yang sama sekali baru dan sungguh mengasyikkan! Kita harus ingat TIDAK LAMA lagi, si kecil pun akan tidur lelap di malam hari dan kita pun tidak perlu memberi makan setiap dua jam.

4. Ambil Nafas dan Berhitung sampai 10
Mungkin tampak konyol, tetapi jika kita dapat bernafas dalam-dalam selama 10 atau 15 detik saat merasa stres, kegiatan ini akan membantu kita untuk menenangkan diri. Saat seperti ini pun merupakan waktu yang sangat tepat untuk berdo'a.

5. Jangan Malu untuk Self-Talk
Self Talk tidak sama dengan mengomel karena yang diucapkan hanya kata 'tenang' pada saat merasa stres berat. Lebih lanjut bisa baca tulisan saya di sini, bagaimana metode Self Talk yang bisa dilakukan saat stres melanda.

6. Slow Down
Cobalah untuk menyederhanakan kehidupan kita karena saat ini udah ada yang ikut nimbrung di dalamnya. Anak merupakan anugerah dan memberi kita perubahan yang besar. Kita harus melakukan beberapa penyesuaian dan melupakan beberapa aktivitas lama yang biasa dilakukan. Jadikan sederhana, tetapkan dan pilih mana yang penting. Hm... haruskah dari sekarang mengurangi target tulisan? Hoho....

7. Buat Sebuah Jurnal
Jurnal dapat berfungsi sebagai pengingat kita untuk bertindak saat menghadapi situasi yang sama. Apa yang harus dikerjakan dan apa yang tidak perlu. Jangan lupa, catat juga apa yang kita lakukan waktu itu untuk meringankan beban stres pada saat melakukan aktivitas tersebut.

Good idea! Kadang kita suka lupa harus bertindak seperti apa, atau bertindak dengan cara yang berbeda dengan sebelumnya. Padahal cara pertama bisa sangat ampuh, hanya karena emosi negatif bisa aja lupa.

8. Sisipkan Waktu untuk Diri Sendiri
Pastikan kita pun masih punya waktu untuk diri sendiri. Setengah jam untuk membaca buku favorit, menulis atau mandi air hangat. Kita pun perlu waktu untuk memulihkan diri, agar selalu siap melaksanakan tugas-tugas selanjutnya.

9. Terima dan Tetap Hargai Segala Perbedaan
Menjadi orang tua baru tentu minus pengalaman. Disaat itulah orangtua, mertua, dan saudara-saudara yang lebih dulu makan asam garam mulai bersuara. Bisa jadi akan banyak perbedaan. Berusahalah menjaga komunikasi dengan suami. Buat kesepakatan bahwa kita pun ingin yang terbaik untuk anak-anak kita. Jika perbedaan semakin meruncing, sesekali bawalah ke ahlinya agar pilihan kita tersebut lebih bisa diterima keluarga.


10. Enjoy Aja!
Cam kan kuat-kuat! Anak-anak tumbuh lebih cepat dari yang kita bayangkan. Nikmati setiap tahapan perkembangan yang akan dialami oleh anak-anak kita nanti.



12 comments :

  1. Jadi orang tua baru kurang2nya sabar memang bisa bikin tertekan. Belum lagi tekanan dari pihak keluarga kedua belah pihak...

    Perlu waktu dan pemahaman tingkat tinggi memang ya Mbak. Saya sering berantem dg suami, hanya karena hal sepele. Begitu juga saat ada pihak keluarga campur tangan, bawaannya baper aja.

    Ego dan emosi yg mendominasi bikin rumah tangga jadi makin panas.

    Kini setelah sekian lama akhirnya saling mengalah dan tahu kondisi masing2 rasanya jauh lebih baik.

    Tarik nafas dan hembuskan? Ini memang sering saya lakukan. mau ambil tindakan apa,aja, kalau misal ada jeda tarik nafas dulu jadi suka,mikir, itu gak baik, istigfar deh. Dan suasana yg makin buruk pun bisa dihindari...

    ReplyDelete
  2. Kalau baru baru menikah memang kadang kita terkaget kaget lihat karakter pasangan, keluarganya. Seiring dengan waktu kita bisa memahami karena semakin dewasa pemikiran kita. Sebagai pasangan muda juga suka baper kalau ada yg gak sesuai dengan hati, namun lama kelamaan akan terbiasa dan memaklumi.

    ReplyDelete
  3. Wah Mak Shona udah mau 3 aja. Saya baru 1 aja udah berasa rempongnya masya Allah. Semoga sehat sampai lahiran ya Mak dan bayinya juga selamat, sehat wal'afiat

    ReplyDelete
  4. selamat menjadi orang tua baru, aku dah menjadi sahabat, teman, kaka buat anak, bukan menjadi lagi orang tua hihihi

    ReplyDelete
  5. Terima kasih sharingnya Mbak, benar-benar harus membutuhkan persiapan ya. Aku juga suka gitu, ambil nafas, tahan dan lepaskan sembari bersyukur.

    ReplyDelete
  6. Yup, nikmati setiap perkembangan anak karena setiap momen tak bisa diulang kembali :)

    ReplyDelete
  7. Uniii...
    Barakallah...suka sekali dengan tulisan-tulisan uni.

    Jangan hubernasi lama-lama yaa, Un..
    Kalau remfoong...aku siap main sama kaka dan uni.

    *halloo kaka...kita uda jadi temen kan yaah...yaah...^^

    ReplyDelete
  8. Setuju dengan tips yang ke 10. Enjoy aja, dengan segala tingkah laku anak. Kalau mereka sudah besar, pasti kita akan kangen dengan masa ketika mereka masih kecil.
    Kadangkala kita bisa belajar juga dari anak-anak. :)

    ReplyDelete
  9. Uni kereeen, udah mau 3 aja ya.
    Jujur yang tentang mengatur jadwal harian itu agak tricky, soalnya yang kita hadapi anak-anak ya, hihi. Jadi kalau aku kayak yang dibilang Uni di awal, mengalir aja. Jangan terlalu saklek.

    Kaya anak-anakku nih, kadang bangun pagiii, kadang bangun siang. Jadi ya jadwal kita tinggal menyesuaikan. Kalau mereka udah bangun hayuklah kita urusin dan main bareng. Belum bangun, hayuklah kita bewe-bewe manjah. Wakakakaka.

    ReplyDelete
  10. aku masih single sih *uhuk* tapi memang belajar dari pengalaman saudara2ku yang sudha nikah duluan. eh ribet dan agak "kaget" jadi orangtua baru, tapi lama - kelamaan jadi terbiasa, yang penting bisa manajemen stress :))

    ReplyDelete
  11. Terima kasih sharingnya mbak. Anak saya lahir tahun 2011 dan sampai sekarang masih berasa jadi orang tua baru aja hehehhe

    ReplyDelete
  12. Makasih ya tips nya berguna banget^^ semoga kita dan pasangan dapat menjadi orang tua teladan aamiin

    ReplyDelete

Jazakumullah atas komentarnya ^_^