SOCIAL MEDIA

Friday, 23 June 2017

Belum Bisa Maksimal Ibadah Ramadan karena Anak Masih Kecil? Coba Lakukan Hal Ini


ibubahagia.com - Memiliki 3 anak balita bukan suatu hal yang mudah bagi saya. Anak pertama berusia 4 tahun, yang kedua 3 tahun, dan yang ketiga 5 bulan. Ditambah lagi saya dan suami Long Distance Marriage. Saya di Bandung sementara suami di Pekanbaru. Jangan ditanya bagaimana ibadah Ramadan saya, huhu. Malu.

Bisa ngaji 1 halaman aja udah bersyukur. Sholat pun kebanyakan dengan terburu-buru. Niat mau ibadah pas anak-anak tidur, eh malah ketiduran. Impian sholat tarawih di Mesjid pun hanya angan-angan. Ih bisa aja keleeesss, kan masih bayi, anteng! Mungkin itu pikiran sebagian orang. Tapi bagi yang udah pernah ketemu sama si baby pasti deh bisa ngerti, hehe. 

Tapi ada satu hal yang nggak boleh dilupa. Saya pernah mendapati sebuah tulisan yang membuat buibu macam saya bergembira. Gaya bahasanya saya sesuaikan dengan gaya bahasa saya ya, tanpa merubah konten. Tulisan tersebut ditulis oleh Ustadz Mazin Al-Bahshali Al-Bairuti.

Seorang Buibu bertanya kepada seorang Syaikh, “Wahai Syaikh, dulu sebelum saya menikah, saya rajin puasa dan sholat malam. Saya pun mendapat kelezatan saat membaca Al-Qur’an. Tapi sekarang saya kehilangan manisnya hal-hal tersebut.” 

Syaikh menjawab, “Baik, sekarang saya ingin bertanya: Bagaimana perhatianmu terhadap suamimu?” 

Buibu tadi menjawab, “Wahai Syaikh, saya bertanya kepadamu tentang membaca Al-Qur’an, puasa, sholat, dan manisnya ketaatan, sedangkan engkai bertanya tentang suami saya?” 

Syaikh menjawab, “Baiklah wahai ukhti. Masalahnya adalah kenapa sebagian istri tidak mendapatkan manisnya iman, kelezatan melaksanakan ketaatan, dan pengaruh dari ibadah yang dia lakukan? Dengarkanlah sebabnya!” 

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, 

ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺠِﺪُ ﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺓُ ﺣَﻠَﺎﻭَﺓَ ﺍﻟْﺈِﻳْﻤَﺎﻥِ ﺣَﺘَّﻰ ﺗُﺆَﺩِّﻱ ﺣَﻖَّ ﺯَﻭْﺟِﻬَﺎ 

“Tidaklah seorang wanita mendapatkan manisnya iman sampai ia melaksanakan hak-hak suaminya.” (Shahih at-Targhib wat Tarhib, no. 1939).

Jadi, yang menjadi hal utama bagi seorang istri adalah melaksanakan hak-hak suaminya. Bahkan kalau belum terpenuhi, kata Ustadz Khalid Basalamah, bisa menghalangi diterimanya amalan utama kita kepada Allah. Na'udzubillah.... So, apa saja hak suami? Berikut saya kutip dari web almanhaj:
  • Istri yang cerdas akan mengagungkan apa yang udah diagungkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan menghormati suaminya dengan sebenar-benarnya. Selalu bersungguh-sungguh untuk taat, karena ketaatan kepada suami termasuk salah satu diantara syarat masuk Surga.
  • Istri harus menjaga kehormatan dan kemuliaannya, dan mengurusi harta, anak-anak dan segala hal yang berhubungan dengan rumah.
  • Berhias dan memperindah diri untuk suami. Selalu tersenyum dan nggak bermuka masam. 
  • Harus selalu berada di dalam rumah dan nggak keluar meskipun untuk pergi ke Mesjid sekalipun kecuali atas seizin suami.
  • Jangan memasukkan orang lain ke dalam rumah kecuali atas izinnya.
  • Harus menjaga harta suami dan nggak menginfaqkannya kecuali dengan izinnya.
  • Jangan melakukan puasa sunnah sedangkan suami berada di rumah kecuali atas izinnya.
  • Jangan mengungkit-ungkit apa yang pernah ia berikan dari hartanya untuk suami maupun keluarga, karena menyebut-nyebut pemberian akan membatalkan pahala.
  • Istri harus ridha dan menerima apa adanya. Jangan membebani suami dengan sesuatu yang ia nggak mampu.
  • Istri harus bersungguh-sungguh dalam mendidik anak-anaknya dengan kesabaran.
  • Istri harus dapat berbuat baik kepada kedua orang tua dan kerabat suami, karena belum dianggap berbuat baik kepada suami kalau istri memperlakukan mereka dengan buruk.
  • Jangan menolak jika suami mengajak berhubungan intim.
  • Istri harus dapat menjaga rahasia suami dan rahasia rumah tangga.
  • Selalu bersungguh-sungguh dalam keberlangsungan rumah tangga bersama suami. Jangan meminta cerai tanpa ada alasan yang disyariatkan.

Ternyata disaat saya udah menjadi seorang istri, Allah berikan ladang pahala lain. Jadi laa tahzan.... Soal menyoal hak suami, saya tentunya pernah lalai atau belum maksimal dalam menunaikannya. Saya pun meminta maaf. Terlebih setelah mendengarkan pengajian di TV tadi. Aa Gym bilang, bisa jadi anak-anak rewel karena tersebab dosa-dosa kita, hiks.

Insya Allah momen Ramadan ini siap jadi lebih baik dalam memenuhi hak suami yes. Wajarlah karena sekarang udah jadi istri dan ibu dari anak-anak sholeh sholehah. Lagian kan ada masanya. Mereka nggak selamanya kecil. 1 atau 2 tahun lagi bakal bisa ke Mesjid bareng-bareng deh. Aamiin.

Tapi.. selain berusaha jadi lebih baik dalam memenuhi hak suami, bukan berarti nggak melakukan ibadah lainnya. Seperti berbuat baik dengan niat karena Allah; sedekah, berbagi makanan berbuka puasa & takjil, silaturrahim, dll. Memperbanyak dzikir juga, bikin target yang dirasa mampu, & banyak berdoa.

Menyambut kedatangan suami nanti, saya mau masakin makanan kesukaannya. Sebenarnya ada yang lebih disuka, tapi kayaknya masakan saya yang satu ini yang baru nyantol dilidah suami. Berarti masakan yang lain rasanya standar alias biasa atau malah nggak enak? Haha.
Oh iya, saya share resepnya ya!

Ayam Kecap


Bahan:

- Paha ayam 4 potong
- Kecap manis Indofood (Jadi Lebih Baik Kecap Indofood)
- Jahe halus 1/2 sendok teh
- Bawang putih 1 siung
- Bawang merah halus 1 sendok teh
- Bawang bombay 1 buah
- Cabe rawit 10 buah
- Jeruk purut 2 buah
- Daun jeruk 2 lembar
- Mentega 1 sendok makan
- Garam secukupnya
- Gula 1 sendok makan




Cara membuat:

Rebus ayam dengan bawang putih yang dicacah, setengah sendok teh jahe halus, dan garam secukupnya. Tambahkan 1 gelas air. Masukan juga daun jeruk. Tunggu sampai empuk. Angkat, pisahkan air dengan ayam (jadikan kaldu).

Goreng ayam, sisihkan. Pas goreng ayam saya nggak sempat foto. Baby rewel, heu. Next, tumis bawang bombay, cabe rawit, lalu tambahkan kecap. Masukan mentega 1 sendok makan, selanjutnya kaldu. Setelah mendidih, masukan ayam goreng. 5 menit kemudian masukan garam secukupnya. Matikan api kompor, masukan gula 1 sendok makan & perasan jeruk purut. Yes! Siap dihidangkan.

Platingnya kurang cakep gegara buru-buru motretnya, huhu. Baby keburu nangis, heu.



Yuhuu.. Alhamdulillah lariss maniiss.. Anak-anak lahap, walau ada pedas-pedasnya. Orang Padang harus suka pedas doonk. Rasanya jadi lebih baik kalau pakai kecap Indofood. Lebih nyerap, manis sampai ke tulang. Wohoo!

51 comments :

  1. Nyaaaamm, masak ternyata mudah ya dengan Kecap indofood.

    ReplyDelete
  2. LDM itu nano-nano dah rasanya, udah pernah merasakannya.
    Masakin menu favorit suami itu memang bahagia banget rasanya. Dan ayam kecap inijuga favorit keluargakuu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huhuhu bener banget.. sisi positifnya kalo kangen jadi lebay gitu ya mba :p

      Delete
  3. Aku pun pasti lahap kalok makan ini maak hahaha. Btw tfs yaa, aku jg nahan gemez nih ngajak anak ke masjid, rasanya pengin aku iket wkwwkwkkw

    ReplyDelete
  4. Bener banget. Sering sedih deh kalo bulan Ramadhan tiba. Gak bisa ibadah maksimal karena punya balita. Tapi iya, Allah memberi kita ladang amal yang lain. Dan masak adalah salah satu ladang itu. Btw, enak kayaknya nih ayamnya. Keluargaku suka makanan yang pake kecap. Nyontek resepnya, ya. :D

    ReplyDelete
  5. Pokoknya ayam kecap itu favorit banget resep keluarga :)

    ReplyDelete
  6. Pedas manis jadinya ya, mantab

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener mba pedas manis.. bikin pengen nambah hehe

      Delete
  7. Duh, semoga aku juga bisa ajdi lebih baik untuk orang lain terutana suami dan anak-anak :)

    Trims resepnya mbak ;)

    ReplyDelete
  8. hmmm ngebayangin lezatnya ayam kecap yg manisnya sampai ke tulang...

    ReplyDelete
  9. Ayam kecapnya keliatannya tasty banget Mbak. Makan sama bumbu kecapnya aja bisa nambah berpiring2 nih kayaknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. anak2 juga pada doyan nnih mba, rada pedes padahal XD

      Delete
  10. Kecap indofood emang enak bangett, apalagi kalo dipadukan sama dibakarr itu enak bangett, cita rasanya emang beda sama yang lain

    ReplyDelete
  11. Wah kecap indofood enak ya? Mau nyoba deh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. entahlah teh, tapi beberapa kali bikin ayam kecap, pas di kecap indofood ini nih yang kerasa lebih nyantol n pas di lidah

      Delete
  12. LAngsung lapeer liat Ayam kecap jam segini, sahur..sahuur eeh

    ReplyDelete
  13. Kabita... sepertinya enak ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bikin juga teh XD dsini keburu habis

      Delete
  14. Aku baru tau kalau Shona ini LDM-an sama Pak suami. Jawaban ustadznya jadi bikin tenang, ya. Kebayang deh rempongnya Shona pas puasa kemarin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe begitulah teh :D keep cemungudh!

      Delete
  15. sama! sha juga paling doyan ayam kecaap :D

    ReplyDelete
  16. Wah,enak tuh mbak, pasti suami makin bahagia kalau dimasakin enak terus ya.

    ReplyDelete
  17. Wah bun saya salut ma ibu yg anak2nya msih pada balita. Pasti menjga stabilan emosinya luar biasa semoga anak2nya kelak menjadi anak2 yg sholeh ya. Trims jg sudah mngingatkn hak suami, ada 1 yg bkin saya ngrasa diingetin bgt jdinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin.. makasi doanya buund..

      sama-sama bund ^_^

      Delete
  18. baru tahu kalau ketaatan itu ada hubungannya dengan sikap istri sama suami, mb. aku pikir tuh nggak bakalan berpengaruh banyak. btw, makanannya bikin laper, pas banget jam makan siang ni.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba ternyata ada pengaruhnya bahkan buanyaak

      Delete
  19. aku sering banget buat ayam kecaap. mbak shonaaa, kita senasibnya, pejuang LDM. yuk kita buat grup blogger LDM... hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. mareeeee mbaaa, ntr yg dbahas apa aja ya? wkwkwkw..

      Delete
  20. Aduh jadi laper lihat ayam kecap, coba ah nuhun uni resepnya

    ReplyDelete
  21. Ngurus anak ibadah paling keren Uni ada masanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener banget bund.. inget banget soal ada masanya ^_^

      Delete
  22. Ayam kecap salah satu resep kesukaan keluarga :)

    ReplyDelete
  23. aiihh.. kayaknya manis betul tuh ayamnya :)

    ReplyDelete
  24. Liat ayam kecapnya langsung tergiur banget mbaa

    ReplyDelete
  25. Aaah suami makin sayang istri kalau pulang kerja udah ada ayam kecap plus nasi hangat. Nikmatnyaaa

    ReplyDelete
  26. banyak jalan meraih pahala...
    makasih sharingnya mba..

    ReplyDelete
  27. Resepnya bermanfaat bgt buat buibu yg masak ayamnya digoreng terus macem saya 😁

    ReplyDelete
  28. masya allah.. ketaatan pada suami adalah ladang pahala istri.. indahnya hubungna suami istri dalam Islam jika keduanya sama sama taat pada Allah swt..

    ReplyDelete
  29. Uni bikin kaguum..
    Barakallah Uni.

    Semoga perjalanan ini berbuah (kebaikan) menuju jannahNya.
    Aamiin.

    ReplyDelete
  30. Waaa LDR sembari ngurus 3 balita. Luar biasa tangguhnya deh, Uni satu ini :D Urang awak iya, walau ayam kecap tetap harus pedas ya, haha...

    ReplyDelete

Jazakumullah atas komentarnya ^_^