SOCIAL MEDIA

Thursday, 7 December 2017

Tanya - Jawab Pentingnya Menjaga Iman & Manfaatnya Bagi Keluarga

Resume Tanya-Jawab Sharing Santai (S2) Bersama Teh Dyah


*1. Yayu, bandung nu tiris tea.*

Assalamua'aikum. Teh ... shalat merupakan salah satu agar dapat meningkatkan iman.. lalu bagaimana agar kita khusyuk disaat anak2 memang sangat aktif bahkan saya merasa shalat teh cuman sebatas gerakan aja krn anak2 suka melakukan sesuatu dluar kehendak (yah jadi alasan lagi anak2 teh) hehe ... ??? Nuhun teh


Jawaban:

 “إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا؛ قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ”.

“Jika seorang wanita *menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya;* niscaya akan dikatakan padanya: *“Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau”* (HR. Ahmad dari Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu’anhu dan dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albany).

Diriwayatkan dalam hadits shahih bahwa pintu syurga ada 8 dan setiap wanita yang telah memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam hadits Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam di atas boleh memilih pintu masuk syurga yang mana saja

Namun seringkali kita lalai dari betapa banyaknya pintu kebaikan yang Allah sediakan sebagai bukti bahwa Allah tau keadaan kita, bahkan pengetahuan Allah jauh melampaui batas pengetahuan kita terhadap diri kita sendiri. Afwan saya ikutan malu ini..

Sebagai ummahat dengan anak-anak yang masih kecil, sering kali teringat masa masa dimana kita bisa shalat khusyu, bermunajat berlama-lama atau bahkan dzikir yang hingga merasuk ke jiwa.. Oh dimana kini fragment itu 😭 ‼
Stop ‼‼‼‼‼ Kalau pernah terlintas pikiran seperti ini segera istighfar.
Bisa jadi kita tergelincir menjadi kufur nikmat. Allah tau kita membutuhkan pintu agar kita mendapatkan kebaikan yang sama seperti yang diperoleh orang yang banyak amal shalihah nya...

Dengan apa??
1. Maksimal peran kita sebagai ibu dan istri dengan sungguh-sungguh. Sehingga tidak ada yang terkesan dari peran ini kecuali diri kita yang _itqan_ dalam beramal. Kita istri yg senantiasa bersyukur atas pemberian suami, ridha dengan keadaan suami, ibu yang selalu mengarahkan ananda pada kebaikan.

2. Manfaatkan waktu malam untuk mengganti siang kita yang cenderung berantakan. Tapi, bu.. Sungguh kita membutuhkan anak-anak itu dalam kehidupan kita. Saat umrah, hari pertama tiba di madinah saya gak bisa tidur. Saat makan, saya merasa ada yang hilang. Kenapa tidur saya tak tenang, makan saya tak tenang karena celoteh, rengekan dan permintaan yg bertubi-tubi itulah yang sesungguhnya saya nikmati... Tanpa kehadiran ketiga anak kecil itu ternyata tidak membuat tidur saya nyaman juga, makan Justru terasa hambar.. Meski mungkin di rumah, afwan makanan itu masuk tenggorokan lalu ditelan bulat-bulat.. Tapi mereka dunia saya saat ini.. Jika Allâh ambil nyawa saya saat ini, saya hanya berharap kelak suami dan anak-anak ini yang bersaksi, sungguh kehadiran ibunya adalah kebaikan.✅


*2. Saya N di jkt*

Saya merasa bahagia bs full time di rumah.  Tp terkadang saat menikmati masa2 asyik membersamai buah hati di rumah terusik tatkala mertua ikut campur.  Masalah rumah yang harus bersih rapi dan kinclong sampai di situ saya kembali down. Belum lagi mengungkit kembali harus bekerja yang paling tidak hanya untuk aplikasi gelar sarjan. Karena lelah duluan mendengar komentar2.  Belum lagi suami tidak membantu dalam urusan beberes.
Saya tidak serumah dgn Mertua tp berdekatan tempat tinggal. Hal ini berulang saya rasakan.  Saya merasa sudah mencoba menuruti tp menurut penilaian bliau blm.  Karena bila saya katakan  kebahagiaan wanita apalagi menjadi ibu adalah rumah tangganya dan hal utama selain melayani suami jg mendidik anak. Dalam hal ini blm berhasil diterapkan untuk memahami beliau.  Bagaimana solusinya? Trimakasih sebelumnya atas jawabannya


jawaban:

Masalah ada, tentu karena Allah tau kita mampu menyelesaikan nya. Berkaitan dengan kondisi yang terjadi dalam rumah tangga yang dekat dengan rumah orang tua, memang masalah klasik ya teh..

Banyak yg diuji dengan masalah yang sama dan pasti yang diuji adalah orang yang belum lulus

Iya dong ya, kalau udah lulus mah jadi sarjana ilmu per-mertua-an 😁

Teteh pernah membahas situasi ini dengan suami?  (jawaban boleh japri saya langsung)

Sambil nunggu tanggapan, saya share 5 pilar utama dalam rumah tangga Islami yang kelimanya saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Urutannya akan tetap dan harus diwujudkan.

1. *Komunikasi intim*
komunikasi ini, berbeda dengan komunikasi umumnya karena ia diikat oleh mitsaqan ghalizhan, ada visi misi menikah dalam tarbiyah dan dakwah.

Visi misi starategi atas dasar ilmu yang didasari cinta karena Allah, bukan karena diri sendiri dengan segala derivatif innerchild negatif nya. Untuk menjalankan pilar pilar berikut nya secara Ahsanu 'amala

2. *Romantisme dan seksualitas*, karena banyak ayat dan hadits menyingung hal ini, agar terjaga pandangan dan farji, agar otak tetap terjaga kecerdasannya ditengah fitnah dunia.
Peran sebagai istri, bukan playing passive, istri harus sama-sama menjadi pemain yang aktif dengan niat awal karena paham bahwa keharmonisan rumah tangga berawal dari kebaikan suami istri di dalam kamar.

3. *Pilar pengembangan keluarga* mendidik suami dan istri dan pengasuhan anak yang islami. Ini perlu saling belajar , saling mengingatkan , apalagi dari layar belakang keluarga yang berbeda. Satu sama lain memiliki daya untuk memberdayakan, meningkatkan potensi dan kualitas pasangan sebagai hamba dan sebagai anggota keluarga serta masyarakat.

4. *Pilar silaturahim*, agar hubungan kekerabatan berjalan dengan baik tanpa mengorbankan visi misi bersama keluarga inti. Suami istri dan anak anak. Bagaimana suami dihargai di keluarga istri dan sebaliknya. Ar rijaalu qowwamu ala nisa pun kan terasa disini.

5. *Pilar keuangan keluarga dan cara memahami konsep Rizki yang islami* mendidik anak menjadi bersyukur, qonaah, Zuhud dan memiliki jiwa mandiri. Agar menjadikan harta bukanlah di hati tapi di tangan.

Dalam kasus ini, jika pilar ini ditegakkan, terutama no 1 dan no 4 yah bisa ditemukan solusi nya yang baik bagi semua pihak

Apa menurut suami, standar kebersihan kita yang perlu ditingkatkan atau ekspektasi ibunya yang harus diturunkan dengan catatan ada cucu-cucunya yang lucu sebagai fokus utama kita. ✅

*3. Shona, Bandung.*

Teh Dyah, gimana cara menjaga kestabilan iman.. Kan suka naik turun yaa.. Kalau lagi turun jadi gampang bertanduk 😅 Jazakillah 🙏🏻

jawab:

Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyah dalam kitab Al Furqan menjelaskan bahwa sudah menjadi suatu pemakluman, iman kadang naik, kadang turun... Sehingga beliau membagi pemiliknya dalam beberapa tingkatan. *As saabiq bil khoiraat* adalah seseorang yang mengerjakan amalan wajib dan melengkapi dengan amalan sunnah, menjauhi yang haram dan juga yang makruh.

*Al Muqtashid* adalah yang hanya mencukupkan diri dengan mengerjakan yang wajib dan menjauhi yang haram.
*Zhalimun lii nafsi* yaitu orang yang mendzalimi dirinya sendiri

Kategori yang ketiga ini adalah orang yang keburukan nya jauh lebih banyak dari pada kebaikan nya. Disebutkan oleh para ulama bahwa ada paling tidak 77 cabang iman, yang pertama adalah mengucapkan Laa ilaaha ill Allah dan yang paling ringan adalah menyingkirkan duri di jalanan

Dalam salah satu hadits Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda, tidaklah seorang mencuri kecuali dia bukan mukmin.

Dalam ayat Al Qur'an yang terkenal Allâh subhanahu wa taala menyebutkan bahwa ciri orang yang beriman adalah bergetar hatinya ketika nama Allah disebut

Artinya berkaitan antara amal, ilmu dan iman. Seseorang yang ingin imannya terus bertambah, dia harus menambah ilmu dan amalnya. Karena iman itu laksana akar, sementara ilmu sebagai nutrisi nya dan amal adalah pokok batangnya, seseorang yang ingin tegak kokoh dirinya hingga tinggi menjulang ke langit maka ia harus memiliki akar yang kuat menghujam hingga ke dasar bumi, batang yang kokoh dan kuat serta nutrisi yang tepat. Jika kita menempa diri dengan amal yang banyak dan ilmu yang meningkat, insyaallah keimanan kita akan bertambah kuat.

Cirinya apa, semakin takut nya kita kepada Allah, semakin menjaga diri dari segala sesuatu yang Allah murkai, semakin banyak melakukan amalan yang membuat Allâh bertambah sayang dan semakin lapang dada kita menghadapi hiruk pikuk urusan dunia.

Retorika dari mana teh? Enggak.. Ini bukan Retorika... 🙈 saya pribadi pernah ada di situasi begitu mencintai dunia.. Takut akan masa depan dan resah dengan apa yang belum terjadi.

Disana sesungguhnya yang terjadi bashirah, nafsu dan ra'yu sedang saling bertarung. Mana yang lebih kita ikuti.

Dan jika nafsu terus yang diikuti maka kita tidak akan pernah mendapatkan kata cukup.

Kalau udah mulai mudah bertanduk, itu sinyal dari hati bahwa kita butuh bersujud

Mulai dari yang ringan aja, menjaga wudhu, berdzikir dalam setiap keadaan atau amalan apa saja yang ringan dilakukan dengan segala keterbatasan kita.

Insyaallah kita sendiri yang bisa membuat formula nya ✅



*4. Lendyagasshi - Bandung.*

A. Ketika kita sudah mengerti kalau suatu kebiasaan itu buruk dan lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya, namun hati masih belum sepenuhnya bisa berhijrah..
Bagaimana yaa, teh..?

Adakah doa khusus memohon dikuatkan azam diri ini untuk hijrah?

Kalau diijinkan teh, bolehkah saya ikut pengajian Sabumi..?
Saya merasa membutuhkan komunitas yang lebih menguatkan diri ini untuk berhijrah, teh..


B. Ada keinginan dalam hati kecil ini untuk memakai niqob, namun masih merasa malu, dll.
Padahal lingkungan sudah mendukung.

Apakah ada dalil yang kuat yang mewajibkan seorang muslimah utk mengenakan niqob, teh?


C. Bagaimana menikmati doa, ngaji dan dzikir kita yaa teh?

Saya ada kalanya menangis jika memikirkan banyaknya dosa.

Namun kadang juga mencari pembenaran atas apa yang saya lakukan.

Bagaimana mendetoks diri ini agar yakin sepenuhnya bahwa Allah..dan Hanya kepada Allah segala yang kita lakukan.


Jazzakillahu khoiron katsiron jawabannya, teh Dyah..🙏🏻


jawaban:

Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyah dalam kitab Al Furqan menjelaskan bahwa sudah menjadi suatu pemakluman, iman kadang naik, kadang turun... Sehingga beliau membagi pemiliknya dalam beberapa tingkatan. *As saabiq bil khoiraat* adalah seseorang yang mengerjakan amalan wajib dan melengkapi dengan amalan sunnah, menjauhi yang haram dan juga yang makruh.

*Al Muqtashid* adalah yang hanya mencukupkan diri dengan mengerjakan yang wajib dan menjauhi yang haram.
*Zhalimun lii nafsi* yaitu orang yang mendzalimi dirinya sendiri

Kategori yang ketiga ini adalah orang yang keburukan nya jauh lebih banyak dari pada kebaikan nya.

Disebutkan oleh para ulama bahwa ada paling tidak 77 cabang iman, yang pertama adalah mengucapkan Laa ilaaha ill Allah dan yang paling ringan adalah menyingkirkan duri di jalanan.

Dalam salah satu hadits Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda, tidaklah seorang mencuri kecuali dia bukan mukmin.

Dalam ayat Al Qur'an yang terkenal Allâh subhanahu wa taala menyebutkan bahwa ciri orang yang beriman adalah bergetar hatinya ketika nama Allah disebut

Artinya berkaitan antara amal, ilmu dan iman. Seseorang yang ingin imannya terus bertambah, dia harus menambah ilmu dan amalnya. Karena iman itu laksana akar, sementara ilmu sebagai nutrisi nya dan amal adalah pokok batangnya, seseorang yang ingin tegak kokoh dirinya hingga tinggi menjulang ke langit maka ia harus memiliki akar yang kuat menghujam hingga ke dasar bumi, batang yang kokoh dan kuat serta nutrisi yang tepat.

Jika kita menempa diri dengan amal yang banyak dan ilmu yang meningkat, insyaallah keimanan kita akan bertambah kuat.

Cirinya apa, semakin takut nya kita kepada Allah, semakin menjaga diri dari segala sesuatu yang Allah murkai, semakin banyak melakukan amalan yang membuat Allâh bertambah sayang dan semakin lapang dada kita menghadapi hiruk pikuk urusan dunia.

Retorika dari mana teh? Enggak.. Ini bukan Retorika... 🙈 saya pribadi pernah ada di situasi begitu mencintai dunia.. Takut akan masa depan dan resah dengan apa yang belum terjadi.

Disana sesungguhnya yang terjadi bashirah, nafsu dan ra'yu sedang saling bertarung. Mana yang lebih kita ikuti.

Dan jika nafsu terus yang diikuti maka kita tidak akan pernah mendapatkan kata cukup. Kalau udah mulai mudah bertanduk, itu sinyal dari hati bahwa kita butuh bersujud.

Mulai dari yang ringan aja, menjaga wudhu, berdzikir dalam setiap keadaan atau amalan apa saja yang ringan dilakukan dengan segala keterbatasan kita. Insyaallah kita sendiri yang bisa membuat formula nya ✅


*5. Ayu, Jakarta.*

Assalamu'alaikum.. Pertanyaan saya.. Iman yang kadang naik turun, kadang masih suka ngeluh, merasa Allah knp gt yah sama sy, sepupu baru nikah 1 bulan kmudian hamil, sy sdh mau 3 thn belum hamil.. jadi mikir lagi apa iyah kebahagiaan ini ukuran ya bagi seorang wanita yg telah menikah yaitu dengan memiliki anak?? Apa iya jadi Bahagia juga klo sdh punya anak?? 😅🙈.. Bagaimana caranya meredam hati yang jadi *Baper* klo liat orang cepet hamil dan punya anak?? Jazakillah..

Jawaban:

Teh Ayu shalihah kesayangan Allah dan keluarga 💐 i feel you, saya pernah ada di posisi yang sama. 3x keguguran sebelum punya Umar. Terus para pria, suka becanda sama suami saya, _ane mah anak mau 2, antum istri atuh 2_

Suami saya selalu jawab, bahwa itu sama sekali bukan becandaan yang lucu. Saya sempat hampir ketakutan, semacam sedikit putus asa yah.. Apalagi tiap ada akhwat yang menikah, konsultasi dari taaruf sampai persiapan menjelang malam jafaf, tanya ke saya lalu mereka langsung hamil. Ya Allah.. Apa yang salah??

Waktu itu saya baca buku tentang kehamilan yang didamba, di buku itu dijelaskan bagaimana cara pertemuan sel telur dan sel sperma yang MasyaAllah sungguh tak bisa dicampuri sedikit pun oleh kita

Kita buka hadits ke 4 di Arbain Nawawiyah. Kandungan Hadist :
1. Allah ta’ala mengetahui tentang keadaan makhluk-
Nya sebelum mereka diciptakan dan apa yang akan
mereka alami, termasuk masalah bahagia dan
celaka.
2. Tidak mungkin bagi manusia di dunia ini untuk
memutuskan bahwa dirinya masuk syurga atau
neraka, akan tetapi amal perbuatan merupakan
sebab untuk memasuki keduanya.
3. Amal perbuatan dinilai di akhirnya. Maka
hendaklah manusia tidak terpedaya dengan
kondisinya saat ini, justru harus selalu mohon
kepada Allah agar diberi keteguhan dan akhir yang
baik (husnul khotimah).
4. Disunnahkan bersumpah untuk mendatangkan
kemantapan sebuah perkara dalam jiwa.
5. Tenang dalam masalah rizki dan qanaah
(menerima) dengan mengambil sebab-sebab serta
tidak terlalu mengejar-ngejarnya dan mencurahkan
hati karenanya.
6. Kehidupan ada di Tangan Allah. Seseorang tidak
akan mati kecuali dia telah menyempurnakan
umurnya.
7. Sebagian ulama dan orang bijak berkata bahwa
dijadikannya pertumbuhan janin manusia dalam
kandungan secara berangsur-angsur adalah
sebagai rasa belas kasih terhadap ibu. Karena
sesungguhnya Allah mampu menciptakannya sekaligus.

Sesungguhnya bukan cepat atau lambat nya permintaan kita dikabulkan Allah, tetapi ketetapan dalam hati bahwa apapun keadaan kita itu merupakan kehendak Allah

Allah yang paling tau, keadaan terbaik bagi hamba Nya. Salah satu cara Allah jika DIA menginginkan kebaikan pada hamba Nya adalah dengan memberinya cobaan. Sehingga dengan cobaan itu dia tau, bahwa dirinya *tak memiliki kekuasaan sedikit pun, sedikit pun* pada dirinya.

Allah SWT berfirman:

وَاِنْ يَّمْسَسْكَ اللّٰهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ  لَهٗۤ اِلَّا هُوَ ۗ  وَاِنْ يَّمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ  قَدِيْرٌ
wa iy yamsaskallohu bidhurrin fa laa kaasyifa lahuuu illaa huw, wa iy yamsaska bikhoirin fa huwa 'alaa kulli syai`ing qodiir

"Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 17)

* Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com

Perlu diingat bahwa, *kita bukan satu-satunya orang yang sedang diuji*

Telah jelas dalam Al quran Allah mengatakan, siapa saja yang mengaku beriman akan Allah uji agar Allah tau siapa yg paling baik amalnya.

Ketika kita merasakan ujian makin berat, ingat bahwa Allah mau kita menjadi orang yang sabar

Allah SWT berfirman:

وَلَـنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَـوْفِ وَالْجُـوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ  الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِ ۗ  وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ
wa lanabluwannakum bisyai`im minal-khoufi wal-juu'i wa naqshim minal-amwaali wal-anfusi was-samaroot, wa basysyirish-shoobiriin

"Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,"
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 155)

* Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com

Kekurangan jiwa disini para ulama menyepakati salah satu nya dengan belum dikaruniai keturunan

Harus apa kita agar kita merasa tenang dan nyaman dengan ujian ini?

Dari hadits Arbain no 4 di atas, kita ambil ibrah, bahwa anak sama sekali bukan hak kita. Allah akan berikan kepada siapa saja yang dikehendaki Nya sama seperti rizki yang lainnya

2. Lapangkan dada dengan banyak bersyukur
Alhamdulillah ya, mumpung amanah nya belum ada, saya bisa punya waktu lebih menata diri menjadi istri yang lebih baik, menjadi hamba Allah yang lebih khusyu, banyak belajar ilmu pengasuhan dan pendidikan anak.

Karena banyak juga yang mendadak jadi orang tua tapi belum punya bekal yang cukup

3. Kita bisa memilih untuk menjadikan waktu ini sebagai sarana untuk menguatkan tim yang solid dengan pasangan. Agar kelak jika Allah memberikan kita amanah, kita punya ilmu untuk menjalankan peran tersebut. Menikah, punya anak, itu bukan perlombaan. Itu semua hakikatnya sama, ujian. Mau apa Allah mempertemukan kita dengan beragam situasi seperti itu?

Allah SWT berfirman:

الَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ  عَمَلًا   ۗ  وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُ
allazii kholaqol-mauta wal-hayaata liyabluwakum ayyukum ahsanu 'amalaa, wa huwal-'aziizul-ghofuur

"yang menciptakan mati dan hidup, *untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya* Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun,"
(QS. Al-Mulk 67: Ayat 2)

* Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com

Allah gak bilang menciptakan kita untuk melihat siapa yang paling banyak anaknya, siapa yang paling bagus kendaraan nya, rumahnya, bukan.. Bukan itu.. ALLAH mau tau, siapa yang ridha.

Siapa yang sungguh tau bahwa dunia ini hanya tempat Nabiyullah Adam Alayhissalam diuji.
Sama seperti kita. Maka jangan sampai, tempat ujian ini menghabiskan seluruh tenaga kita, sehingga lupa mempersiapkan diri untuk kembali ✅

6. Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyah dalam kitab Al Furqan menjelaskan bahwa sudah menjadi suatu pemakluman, iman kadang naik, kadang turun... Sehingga beliau membagi pemiliknya dalam beberapa tingkatan. *As saabiq bil khoiraat* adalah seseorang yang mengerjakan amalan wajib dan melengkapi dengan amalan sunnah, menjauhi yang haram dan juga yang makruh.

*Al Muqtashid* adalah yang hanya mencukupkan diri dengan mengerjakan yang wajib dan menjauhi yang haram.
*Zhalimun lii nafsi* yaitu orang yang mendzalimi dirinya sendiri
Kategori yang ketiga ini adalah orang yang keburukan nya jauh lebih banyak dari pada kebaikan nya.

Disebutkan oleh para ulama bahwa ada paling tidak 77 cabang iman, yang pertama adalah mengucapkan Laa ilaaha ill Allah dan yang paling ringan adalah menyingkirkan duri di jalanan

Dalam salah satu hadits Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda, tidaklah seorang mencuri kecuali dia bukan mukmin.

Dalam ayat Al Qur'an yang terkenal Allâh subhanahu wa taala menyebutkan bahwa ciri orang yang beriman adalah bergetar hatinya ketika nama Allah disebut.

Artinya berkaitan antara amal, ilmu dan iman. Seseorang yang ingin imannya terus bertambah, dia harus menambah ilmu dan amalnya. Karena iman itu laksana akar, sementara ilmu sebagai nutrisi nya dan amal adalah pokok batangnya, seseorang yang ingin tegak kokoh dirinya hingga tinggi menjulang ke langit maka ia harus memiliki akar yang kuat menghujam hingga ke dasar bumi, batang yang kokoh dan kuat serta nutrisi yang tepat.

Jika kita menempa diri dengan amal yang banyak dan ilmu yang meningkat, insyaallah keimanan kita akan bertambah kuat. Cirinya apa, semakin takut nya kita kepada Allah, semakin menjaga diri dari segala sesuatu yang Allah murkai, semakin banyak melakukan amalan yang membuat Allâh bertambah sayang dan semakin lapang dada kita menghadapi hiruk pikuk urusan dunia.

Retorika dari mana teh? Enggak.. Ini bukan Retorika... 🙈 saya pribadi pernah ada di situasi begitu mencintai dunia.. Takut akan masa depan dan resah dengan apa yang belum terjadi. Disana sesungguhnya yang terjadi bashirah, nafsu dan ra'yu sedang saling bertarung. Mana yang lebih kita ikuti. Dan jika nafsu terus yang diikuti maka kita tidak akan pernah mendapatkan kata cukup.

Kalau udah mulai mudah bertanduk, itu sinyal dari hati bahwa kita butuh bersujud

Mulai dari yang ringan aja, menjaga wudhu, berdzikir dalam setiap keadaan atau amalan apa saja yang ringan dilakukan dengan segala keterbatasan kita. Insyaallah kita sendiri yang bisa membuat formula nya ✅

7. Shona - ibubahagia.com: Teh Dy, terkait inner child.. Qadarullah kita ga bisa memilih.. apalagi pas kecil kan respon kita y ala anak2.. nah sekarang pas udh punya anak keluar deh tuh.. bahkan pribadi yg rasanya bukan kita. itu gmn y teh? bisa menerima & mengubahnya.

Jawaban: Pertanyaan nya penting banget ini teh 💕💕 alhamdulillah kita tau ada diri kecil kita yang masih belum selesai, karena banyak orang yang tidak merasa bahwa dia sakit dan butuh ditolong

Ada tahapan nya yang harus dilakukan agar kita bisa mengikhlaskan masa lalu kita, innerchild negatif ini tidak selalu terjadi pada saat kita kecil. Ada juga yang mengalami nya di masa sudah taklif atau bahkan sudah tua

Untuk mengubah keadaan ini, kita harus melalui proses. Wiring ▶ reframing ▶ fixing ▶ changing
Kondisi bawaan yang kadang tidak kita sadari ini, terpendam dalam alam bawah sadar dan terpanggil karena suatu keadaan  ‼ wiring ‼

Lalu ada suatu konsep pemikiran yang timbul, merasa ada sesuatu yang salah dan wajib diperbaiki. Butuh frame baru tentang siapa saya ‼reframing ‼

Membingkai diri kita dengan suatu bingkai diri yang baru. Pada tahap ini kita gak bisa sendirian, kita butuh orang lain untuk membantu kita mengidentifikasi masalah yang terjadi dalam diri kita ini (istilahnya coaching).

Kita butuh waktu beberapa saat untuk melakukan proses coaching ini nantinya ada tahapan yang harus dilalui. Diantaranya :
1. Mendetail kan bagaimana pola pengasuhan diri kita dari 0 hingga usia 15 tahun
2. Menganalisa kepribadian melalui observasi
3. Mengenal inner child
4. Belajar menyusun kurikulum pengembangan diri *inilah proses menuju perbaikan diri*
5. Memahami masalah masalah dalam pola pengasuhan

Insyaallah di tanggal 9-10 desember ini, poin yang akan dibahas pada abah lilik.

8. Tini - Bandung.
Suami pulang kerja selalu malem teh, biasanya lepas midnight baru dia tidur, jadi bangun siang, terkadang masih diselingi bangun tengah malam karena sesak napas, atau bangun tidur pun harus dipijitin dulu karena kadang sesak napas, jadi subuhnya siang, gmn ya cara ngrubahnya, pinginnya dia bisa subuh lebih pagi apalagi anak2 udah mulai gede, suami berpendapat daripada subuh pagi trus tdr lagi mending rada siang tapi ga tdr lagi, sering bgt berdebat masalah itu, baiknya gmn ya teh dy, dari awal nikah sampe 8 th pernikahan salah satu hal yg masih jadi drama ya salah satunya hal ini. Dari sejak jaman muda sih teh, mama mertua juga udah komplain, dan kita sering bgt ribut pagi2 gara saya kesel ngebangunin tapi dia ga bangun2 sampe akhirnya ngebangunin dari mulai nada do rendah sampai do tinggi, biasanya saya bangunin jam 5 an tapi nanti suami mulai beneran bangun jam 6 an. Kalau menurut saya bangun pagi sholat dulu trus silakan tdr lagi, klo dia mendingan shalat siang tapi ga tdr lagi, jadi kadang sholat subuh itu jam 6 pagi

Jawaban: Teh, dalam islam ada banyak sekali keutamaan bangun pagi dan rahasia kemenangan bagi para pejuang subuh. Dan suatu kebiasaan bukan tidak mungkin diubah, namun kita harus bisa memetakan variabel yang membuat suatu kebiasaan ini.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bahkan sampai mendoakan orang yang memaksakan diri bangun subuh dan menisbatkan julukan yang buruk bagi orang yang enggan bangun subuh.

Sebaiknya sudut pandang yg kita gunakan untuk membangun suatu kebiasaan atau pola hidup adalah berdasarkan sunnah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam biasa tidur awal malam sehingga bisa bangun awal waktu.

Ini bisa kita identifikasi, pada bagian mana yg bisa kita usahakan untuk diperbaiki. Kalau pada anak-anak, habitual ini dibangun dari introducing ▶repeat in front of him ▶pertaining to the parents ▶ sounding during playing ▶ habits

Habit inilah sesungguhnya sarana yang digunakan untuk membuat anak *understanding* Kalau pada orang dewasa seharusnya dia bisa menerima suatu  explaining with or without teaching to get the meaning. Suatu kebiasaan baik atau buruk bukan tidak mungkin diubah. Dengan konsistensi kita bisa memperbaiki. Untuk orang dewasa especially suami, cara kita untuk membangun kebiasaan baik memang tidak boleh terkesan menggurui.

Kita bisa minta ayah untuk belajar bagaimana cara menanamkan tauhid kepada anak-anak. Dengan begitu suami akan tau bahwa hal paling utama dalam proses pembelajaran anak adalah teladan. Suatu hal yang sangat utopia berharap agar anak-anak bisa menjadi pribadi yang kuat kelak di zamannya jika kita tidak menghadirkan teladan yang nyata dalam kehidupan mereka.

Waktu bersama anak2 memang sedikit teh, paling cuma pagi, karena suami plg malem, anak2 pasti udah tidur, paling cuma minggu, sabtu kalau dia ga harus ngantor,jadi kebanyakan pendidikan anak anak diserahin ke saya. Dalam Shohih Bukhari terdapat suatu riwayat dari sahabat Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ ، وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ ، فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا ، وَاسْتَعِينُوا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَىْءٍ مِنَ الدُّلْجَةِ

“Sesungguhnya agama itu mudah. Tidak ada seorangpun yang membebani dirinya di luar kemampuannya kecuali dia akan dikalahkan. Hendaklah kalian melakukan amal dengan sempurna (tanpa berlebihan dan menganggap remeh). Jika tidak mampu berbuat yang sempurna (ideal) maka lakukanlah yang mendekatinya. Perhatikanlah ada pahala di balik amal yang selalu kontinu. Lakukanlah ibadah (secara kontinu) di waktu pagi dan waktu setelah matahari tergelincir serta beberapa waktu di akhir malam.” (HR. Bukhari no. 39. Lihat penjelasan hadits ini di Fathul Bari)

Boleh kok berbagi tugas tapi nyata bahwa teladan dari kedua orang tua mutlak diperlukan untuk mendukung tumbuh kembang ananda.

9. Teh ⁨Dyah kalo membiasakan suami bicara yg sopan gimana ya?
Suami saya klo lg emosi bisa keluar kata2 yg kurang pantas..saya dr kecil sangat tabu mendengar apalagi mengucapkan kata2 ky gitu..tp dr keluarga suami terutama dr ayah mertua yg juga begitu dr cerita suami..sejak dia kecil ayahnya 'serem' banget katanya..
Jd bad innerchild nya terbawa sampai sekarang..kadang saya sampai ikutan marah karena omongan kasar suami pas lg emosi..
Dan klo lg emosi k satu hal,yg lainnya bisa kena marah jg..misalnya marah krn urusan kantor,serumah jd kena imbasnya..anak2 ga bisa salah sedikit langsung keluar 'tanduk' dia..😭

jawaban:

Harus dibantu sih ya sebenarnya.. Bagaimana beliau belajar untuk mengikhlaskan masa lalu yang buruk dan tau bahwa kaya gitu itu gak bagus. Cenderung merusak dirinya dan orang lain yang ada di sekeliling nya. Saat lagi gak marahnya, bilang, kita coba yuk kalau suatu saat marah, tahan. Jangan sampai bicara

Marah itu dari syaitan, jadi kalau marah biasakan untuk mengikuti cara Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam Misalnya berwudhu, Mengubah posisi. Coba ditulis teh
Semua yang dikatakan ditulis. Abis itu, minta tanggapan.

Menahan diri berbeda ya dengan menahan perasaan. Ini butuh dilatih. Sekali lagi, latihan. Ada banyak contoh yang dilakukan para sahabat Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam atau yang beliau lakukan sendiri saat marah.  Diantaranya Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam ketika marah terhadap istrinya, beliau *mendiamkan*

Ali bin Abi Thalib, pergi ke masjid untuk meredakan kemarahan nya kepada istrinya, Fatimah Az Zahra atau sebaliknya, Umar bin Khattab diam mendengarkan semua perkataan istrinya ketika istrinya ini marah dan mengomel. Bagus kalau marah diam asal setelah semua reda kasih tau apa penyebabnya dan *saya seharusnya bagaimana*

Sebetulnya marah nya kita sebagai suami istri adalah karena idealisme tak bertemu dengan kenyataan. Aku atau dia maunya apa, yang terjadi lainnya. Kalau mau marahnya produktif, setelah marah ada resolusi. Dan membuat kesepakatan bersama yang menguntungkan semua pihak.

Karena emosi laki-laki dan wanita berbeda teh.. Kebanyakan para suami berpikir marahnya ibu2 itu suka gak jelas dan gak penting makanya ikutan ngambek

Nah sekarang kita yang harus cari cara supaya marah kita bisa berkualitas. Ada sebabnya yang krusial. Yang prinsip.

shona - ibubahagia.com: Mba @⁨Imut-HNI HPAI-BookAdvisor⁩ tiap hbs sholat.. dan d waktu2 mustajab, curhat & doa ga k Allah? Doa spesifik masalahny ap.. yg kita rasa ap..

kdg kita sibuk mikirin kata2 suami, sedih, trus sakit hati.. kesel, marah yg berakhir mendzalimi diri.. asam lambung naik, atau keluhan lainnya.

*hihi ini mah saya dulu.. yg kdg kelewat baper 🤣

Bener2 berserah.. kita ga bs kalau bukan Allah yg gerakin hati suami utk berubah.

Mudah2an Mba.. soalnya sekian kali ngalamin. jd suka speechless sendiri. Ya Allah.. Allah dengerin doa saya lho 😭😭😭

Betul banget teh.. Banyak hal yang saya minta ke Allâh terkait dengan kebiasaan suami. Saya tahan dengan tidak pernah mengatakan nya kepada makhluk, saya minta Allâh yang menggerakkan hatinya lalu membuatnya menggerakkan fisiknya. Doanya juga kadang spesifik banget.

Jaga hati, pikiran dan jasad suamiku ya Allah  plus plus doa lainnya sampe suami bilang, aku kayanya dipelet nih.. Hahahaha, iya saya jawab. Pokoknya hati aku udah aku titipin sama Allâh, kamu gak bisa kemana-mana.

Iya teh.. Biasanya, waktu mustajab juga harus jeli kita manfaatkan. Dan 1 lagi, kita harus punya amalan rahasia. Yang bisa menguatkan permintaan kita ini di hadapan Allâh. Apa aja yang ringan tapi konsisten bisa kita lakukan. Entah istighfar 70x, atau shalat sunnah rawathib atau menjaga wudhu yah
Atau apa saja Rawathib juga, kita coba, 2 rakaat sebelum subuh aja misalnya atau 2 rakaat setelah isya

Dengan begitu doa kita seperti anak panah yang tepat mengenai sasaran. Allah itu berbeda dengan makhluk salah satu nya pada bagian ini. Semakin banyak seorang hamba meminta, semakin Allâh sayang. Artinya hamba itu tau bahwa dia gak bisa apa-apa tanpa pertolongan ALLAH


Satu hal yang selalu saya ajarkan ke anak-anak adalah perkataan imam Syafi'i, minta tolong lah kepada Allah dan adukan segala masalahmu, hatta itu hanya tali sandal yang putus. Dan ini akhirnya dibalikin ke saya sama si sulung

Saat melihat saya kacau dengan beragam beban, mentioned, rumah masih berantakan, anak-anak belum mandi, belum masak dan lainnya, dia bilang, *minta tolong ke ALLAH atuh mi* Sederhana aja tapi seketika bikin saya merasa ditampar.

No comments :

Post a Comment

Jazakumullah atas komentarnya ^_^