10 Alasan Kenapa Wanita Takut Hamil Lagi, Apakah Ibu termasuk?

Wanita Takut Hamil Lagi,

Kenapa ya sebagian buibu takut hamil lagi?
Kalau ditanya ke saya, mungkin saya lebih ke cemas. Ada rasa cemas yang kadang menurut saya wajar, kadang juga enggak. Jadi saya lebih enak menggunakan istilah cemas dari pada rasa takut. Boleh ya?

Kecemasan atau anxiety berasal dari bahasa Latin 'angustus' yang berarti kaku, dan 'ango, anci' yang berarti mencekik. Menurut Taylor kecemasan adalah suatu pengalaman subjektif mengenai ketegangan mental yang menggelisahkan sebagai reaksi umum dan ketidakmampuan menghadapi masalah atau adanya rasa aman. Perasaan yang tidak menyenangkan ini umumnya menimbulkan gejala-gejala fisiologis dan gejala-gejala psikologis. 


Lantas ciri-cirinya seperti apa?


Ciri-ciri kecemasan menurut Nevid 

Secara fisik meliputi kegelisahan, kegugupan, tangan dan anggota tubuh bergetar atau gemetar, banyak berkeringat, mulut atau kerongkongan terasa kering, sulit berbicara, sulit bernafas, jantung berdebar keras atau berdetak kencang, pusing, merasa lemas atau mati rasa, sering buang air kecil, merasa sensitif, atau mudah marah.


Secara behavioral meliputi perilaku menghindar, perilaku melekat dan dependent, perilaku terguncang.


Secara kognitif meliputi khawatir tentang sesuatu, perasaan terganggu atau ketakutan terhadap sesuatu yang terjadi di masa depan, keyakinan bahwa sesuatu yang mengerikan akan segera terjadi tanpa penjelasan yang jelas, ketakuan akan kehilangan kontrol, ketakutan akan ketidakmampuan untuk mengatasi masalah, berpikir bahwa semuanya tidak bisa lagi dikendalikan, merasa sulit memfokuskan pikiran dan berkonsentrasi.


Nah, sebelum beranjak ke bahasan selanjutnya, kira-kira buibu yang ngakunya takut atau cemas hamil lagi, merasakan hal-hal di atas enggak? Kalau enggak, mungkin masih dalam taraf khawatir. Lagian nih, biasanya yang khawatir pas dikasi kepercayaan lagi buat hamil, tiba-tiba bisa aja gitu jadi kuat menghadapi pas si test pack bergaris dua. Ibarat kata, mau enggak mau, suka enggak suka ya dijalanin. Namanya juga rejeki, mana ada yang enggak suka, bener ya? hehe...


Biasanya yang dikhawatirkan Buibu apa ya?

Hasil survey kecil-kecilan saya di facebook dan juga hasil baca-baca diperoleh beberapa kesimpulan, diantaranya:


  • Belum siap dengan masa-masa kehamilan; emesis, pusing, mudah lelah, dst.
  • Jarak usia anak berdekatan; repot menghandle, khawatir enggak bisa adil
  • Pengalaman melahirkan; proses pembukaan/melahirkan lama, pendarahan, melahirkan sendiri, operasi caesar
  • Kondisi bayi saat dalam kandungan; bayi terkena TORCH, keguguran, meninggal sebelum dilahirkan
  • Kondisi bayi setelah dilahirkan; dirawat cukup lama karena beberapa indikasi medis seperti prematur, kuning, bahkan hingga berujung kematian.
  • Kondisi kesehatan ibu; mengharuskan ibu minum obat seumur hidup
  • Faktor usia
  • Biaya hidup; pendidikan, makan, dst.
  • Pernah mengalami baby blues atau post partum depression
  • Mendengar cerita/pengalaman orang lain yang tidak menyenangkan

Trus gimana cara mengatasinya?

Jika masih dalam taraf khawatir atau cemas yang enggak berlebihan saya biasanya cek ricek lagi hubungan dengan Allah, meningkatkan kualitas & porsi ibadah dan self talk juga. Tapi jika buibu sudah masuk taraf cemas berlebihan hingga trauma, sebaiknya ke Psikolog atau Psikiater ya.


Nah self talknya seperti apa? Ini adalah gabungan metode yang saya peroleh dari pelatihan Emotional Freedom Technique, Neuro Linguistic Programming dan juga  dari buku. Metode ini saya share dan dilakukan juga oleh teman-teman saya di Happy Mom Community (dulu bernama Komunitas Ibu Bahagia) di grup Whats App.


1. Tulislah 10 hal yang membuat Ibu cemas dan nilailah seberapa besar kecemasan yang ditimbulkan (1-10)


2. Urutkan kembali daftar itu dari nilai terendah hingga tertinggi. Mulailah menyelesaikan hal-hal dalam daftar sekurang-kurangnya satu kegiatan setiap minggu.


Cara Menyelesaikan:


Pertama, sering-seringlah self talk (terutama saat cemas) dengan mengucapkan,

"Saya menerima rasa cemas ini karena ................... dan saya maafkan diri saya karena sudah mencemaskan hal tersebut. Laa hawla wa laa quwwata illa billah."

Kedua, tulislah:


  • Saya meyakini bahwa dengan menerima dan memaafkan rasa cemas ini akan membuat saya lebih baik, tenang dan bahagia.
  • Saya memutuskan untuk menerima dan memaafkan rasa cemas ini karena akan membuat saya lebih baik, tenang dan bahagia.
  • Saya melihat/mendengar/merasa diri saya bisa menerima dan memaafkan rasa cemas ini sehingga membuat saya lebih baik, tenang dan bahagia
  • Lalu ucapkan sebanyak 3x untuk masing-masing dengan mata tertutup. Alasan dan efeknya boleh berbeda-beda.

Ketiga, tentukan 1 tindakan nyata yang akan membuktikan bahwa Ibu telah menginternalisasi prinsip ini. Contoh: Saya bisa tersenyum dengan mudah, degup jantung beraturan, merasa lebih tenang, bahagia dan ikhlas menerima ketetapan dari Allah.


Keempat, bayangkan sahabat Ibu mencemaskan hal yang sama. Berilah mereka beberapa saran dan tuliskan.


Metode di atas juga berlaku untuk hal-hal lain yang membuat Ibu tidak nyaman seperti marah, kesal, takut, dst. Jangan lupa banyak beristighfar dan berdo'a. Dan yakin do'a bakal dikabulkan. Karena salah satu poin diterimanya do'a ya harus yakin ^_^ Semoga bermanfaat.... Dan semoga si takut & si cemas segera menjauh pergi, dan buibu siap hamil kembali. Bismillah....

Penulis: Shona Vitrilia

0 Komentar