Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Passion Itu Apa Sih?

Passion Itu Apa Sih

IbuBahagia.com - Terinspirasi tulisannya Mba Tanti Amelia tentang Mengubah Hobi Menjadi Rezeki, saya jadi pengen nulis tentang passion juga. Berawal dari keresahan yang sempat melanda saya. Ketika saya sudah menemukan 2 passion yaitu berbisnis dan menulis. Katanya kalo ngejalanin passion itu, ga ada capeknya. Ya kalo pun capek, tapi ga berasa karena saking senengnya ngejalanin si passion. Bahkan sampe-sampe ada yang bilang kita bakal rela ngejalaninnya meski ga dibayar sekalipun. Jatuh berkali-kali ga akan bikin kapok karena kita bener-bener menyukainya. 

Di saat saya masih meyakini pernyataan di atas, saya jadi sering mempertanyakan, "Eh beneran ga sih passion saya bisnis dan nulis? Kok ga selalu sama dengan pernyataan di atas? Ada jenuhnya, capeknya, pengen berhenti. Ga di bayar? Hoooo.... Mo sampe kapan kuat ga dibayar? Jangan-jangan itu bukan passion saya. Terus apa donk?" Dan ternyata keresahan saya terjawab sudah saat saya mengikuti Ngobrol Asyik bersama Teh Patra (Praktisi Homeschooling) beberapa waktu lalu.

Passion Itu Hobi Yang Diseriusin. - Teh Patra

Saat itu Teh Patra memberikan contoh, "Misal anak-anak suka banget diajak berenang. Pasti antusias, tapi di kolam cuma main-main air. Saat saya memutuskan agar anak-anak serius dengan renang, menyewa jasa pelatih, maka pada saat itulah hobi yang diseriusin itu menjadi tak selalu menyenangkan. Karena ada kedisplinan disitu. Terlihat berbeda saat dulu cuma pergi main air dengan pergi les renang, ada rasa malas dan sebagainya."

Ho... Mendengar penjelasan Teh Patra membuat saya mendapatkan angin segar. Jadi normal bin wajar jika selama saya menjalankan passion ada rasa malasnya, capeknya, jenuhnya, dan nya nya lainnya. Pertanyaanya adalah apakah saya mau serius atau tidak, sehingga si passion itu bisa menjadi sesuatu dan berguna.

Tapi rasa penasaran saya masih berlanjut. Terlebih saat teman sekaligus guru saya (masih diakuin muridnya ga ya? *wkwkw) Surya Kresnanda memposting tentang sebuah buku seputar passion. Terbesit kepengen wawancarain Professional Trainer & Consultant di Trainindo Media Eduka sekaligus Dosen di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Bandung ini. Nah, hasil wawancara ini juga cukup membuka mata saya. Mari di simak!

Passion Itu Apa Sih?

"Menurut Saya passion itu adalah hasrat kita dalam melakukan sesuatu/menghasilkan karya."

Hobi Sama Passion Itu Sama Atau Beda?

"Berbeda. Hobi itu bentuk aktivitasnya. Passion itu energi yang mendorong kita untuk melakukannya. Energi itu dari dalam."

Nemuin Passion Itu Penting Ga Sih?

"Saya lebih percaya bahwa passion itu baru ditimbulkan saat kita sudah menjalani satu bidang dengan betul-betul serius, sehingga mampu memberikan hasil yang bagus. Maka passion itu bukan bawaan lahir yang harus ditemukan. Passion itu terbentuk dari keseriusan kita menjalani sesuatu sampai berhasil sehingga menimbulkan hasrat yang semakin besar terhadap bidang itu. Lakukanlah sesuatu dengan komitmen untuk bisa berhasil. Lama-kelamaan passion akan timbul dengan sendirinya."

Apa Yang Harus Dilakukan Saat Passion Berbeda Dengan Keinginan Orang Tua?

"Bicarakan, diskusikan, dan buktikan dengan hasil yang nyata dari passion kita. Pengalaman pribadi sih, orang tua mau yang terbaik untuk kita. Maka tugas kita bukan mendebatnya melainkan membuktikan bahwa dengan menjalani apa yang menjadi passion kita, orang tua bisa tenang. Dibuktikannya ya dengan hasil yang bagus, dan benar-benar menghasilkan buat hidup."

Ada Yang Bilang Kalau Passion Itu Hobi Yang Diseriusin, Bener Ga Sih?

"Ada benernya, tapi passion itu bukan di awal, tapi merupakan hasil dari keseriusan. Jadi hobi dulu lalu memutuskan untuk diseriusin. Diseriusin beneran, hasilnya bagus, gitu terus berulang-ulang. Lama-lama timbul hasrat untuk terus melakukan dengan lebih baik. Hasrat itulah passion. Karena itu passion itu hasil keputusan dan komitmen. Bukan sesuatu yang 'given' dan menjadi takdir kita."

Bagian yang mananya yang membuka mata saya? Bahwa ternyata passion itu bukan bawaan lahir yang harus ditemukan. Tapi terbentuk dari keseriusan kita terhadap sesuatu. Jika sudah menyenangi sesuatu (hobi) ya diseriusin! Selama minat atau bakatnya belum diserusin, ya bukan passion namanya. Saya mau serius di dunia penulisan ah. Semangat serius ^_^ Terimakasih Teh Patra. Terimakasih Surya Kresnanda. 

Jangan mudah terlena dengan apa yang Anda suka sesaat, lalu terlalu cepat menyimpulkan, "Itu passion saya!" Itulah jebakan mematikan yang akan membuat Anda membuang beberapa waktu Anda. - Surya Kresnanda

Penulis: Shona Vitrilia

Admin
Admin Memiliki pengalaman di dunia publisher selama lebih dari 5 tahun. Saat ini mengelola beberapa jaringan web blog informasi.