4 Cara Mendidik Anak agar Mandiri dan Tidak Terlalu Manja

Cara Mendidik Anak agar Mandiri dan Tidak Terlalu Manja
Cara Mendidik Anak Yang Terlalu Manja

IbuBahagia.com - Memanjakan si kecil sering diartikan sebagai bahasa Bunda untuk menyayanginya. Rasanya tak tega jika harus menolak permintaan – permintaan yang keluar dari mulut mungilnya. Tetapi apakah menuruti semua keinginannya itu baik? Bagaimana kalau si kecil menjadi terlalu manja?

1. Kebahagiaan Si Kecil Dimulai Dari Kemandiriannya

Rasa cinta Bunda pada buah hati jangan sampai membuatnya kehilangan kemampuannya untuk mandiri. Kebahagiaan si kecil sesungguhnya adalah saat ia mampu menghadapi kesulitannya, mengurus dirinya, dan memecahkan masalahnya sendiri. Betapa butuhnya ia pada talenta tersebut agar dapat mengarungi masa depan yang lebih cerah.


2. Membuat Anak Senang Malah Jadi Bumerang

Terlalu memanjakan anak tentu membuat anak merasa senang. Ego kecilnya terpenuhi. Tangisannya terhenti. Tetapi bagaimana jika hal tersebut menjadi bumerang esok hari?


Bunda perlu menyadari ada batasan saat memberikan kenyamanan pada mereka. Kenyamanan yang berlebihan membuat anak menjadi malas menghadapi tantangan. Padahal tantangan adalah langkah awal perkembangan kepribadian yang mapan.


Membatasi kenyamanan pada anak bukan berarti Bunda harus bersikap keras atau membentak – bentak. Yang perlu Bunda lakukan adalah mengajarkan si Kecil berusaha mendapatkan yang ia inginkan dengan usahanya sendiri.


3. Mendidik Anak Menjadi Lebih Mandiri

Bunda bisa mencoba untuk membiasakan anak melakukan berbagai kebutuhannya sendiri. Seperti menyiapkan baju sekolahnya, mengambil makanan dari dapur, hingga mencuci pakaian dalamnya sendiri. Ajari mereka secara perlahan sampai menjadi kebiasaan.


Bagaimana jika si kecil menolak untuk dididik? Tipsnya berikan ia penghargaan setiap ia selesai melakukan pekerjaannya. Penghargaan tidak harus melulu berupa barang. Pujian yang tulus dari hati Bunda pun bisa meluluhkan dan memotivasinya tuk jadi lebih semangat. “Duh, Anak Bunda mandiri sekali, ya! Semoga suatu hari nanti bisa menjadi anak yang dibanggakan bangsa dan negaranya. Aamiin.”


Sesekali tak masalah memberikannya tambahan uang saku atau hadiah atas kerja kerasnya selama ini. Akan lebih maksimal lagi jika kegiatan beberes tersebut diubah menjadi kegiatan yang menyenangkan. Seperti membuat permainan tentang bersih – bersih rumah atau tantangan bersama anggota keluarga lainnya.


4. Lakukan Dengan Konsisten

Kebiasaan baik membutuhkan waktu sampai ia menjadi karakter yang tertanam kuat. Untuk itulah Bunda perlu konsisten menjalankannya. Jangan lupakan juga agar Bunda senantiasa konsisten dengan perkataan yang Bunda sampaikan.


Sebagai contoh, saat si kecil meminta sesuatu dan Bunda menolaknya maka berkemungkinan ia akan merengek dan menangis keras. Jangan sampai Bunda menjadi luluh dengan tangisannya dan mengubah ucapan Bunda. Nantinya si Kecil akan menganggap bahwa memaksakan kehendaknya pada orang lain akan memudahkannya mendapatkan segala yang ia inginkan.


Baca juga: tips mengajarkan anak berpuasa sejak balita


Kesimpulannya, kesuksesan si kecil di masa depan ditentukan oleh kemandiriannya. Semakin dini Bunda mengajarkannya, semakin baik buah hati kesayangan Bunda mempelajarinya.


Penulis : Yurikahana

0 Komentar