Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

IRT vs Ibu Pekerja, Mana yang Lebih Baik?

IRT vs Ibu Pekerja, Mana yang Lebih Baik?

IbuBahagia.com -
Banyak orang yang menyepelekan ibu rumah tangga dan dianggap lebih rendah derajatnya daripada ibu pekerja. Apakah anda setuju dengan pernyataan tersebut? Padahal sebenarnya mereka sama-sama mengemban tugas yang sama beratnya. Tidak percaya? Yuk kita lihat ulasan mengenai IRT vs Ibu Pekerja, mana yang lebih baik?

Mengasuh Anak

IRT vs ibu pekerja yang dapat kita bandingkan yang pertama yaitu dalam mengasuh anak. Umumnya ibu rumah tangga memiliki lebih banyak waktu untuk keluarga terutama untuk mengasuh anak. Jadi anak dari ibu rumah tangga ini bisa terawasi secara langsung. Selain itu menjadi ibu rumah tangga akan memperbanyak waktu untuk bersantai sekaligus melakukan segala hal yang disukai tanpa perlu takut ditegur atasan.

Meskipun ibu pekerja memiliki lebih banyak waktu di kantor atau di tempat kerjanya sehingga kurang waktu bersama buah hati sehingga kurang waktu untuk memantau pertumbuhan anak. Namun bisa saja hal tersebut membuat anak menjadi lebih mandiri. Anak anak yang memiliki ibu bekerja akan terbiasa melakukan segala hal sendiri.

Risiko Terkena Depresi

Menjadi ibu rumah tangga bisa diibaratkan seperti terperangkap dengan rutinitas sehari-hari sehingga kurang waktu untuk refreshing di luar rumah. Hal tersebut dapat memicu resiko depresi lebih besar daripada ibu bekerja. Dengan aktivitas yang cukup padat dari bangun hingga akan tidur lagi, bisa jadi pemicu rasa bosan, cemas, marah dan jika dibiarkan dapat memicu depresi.

Menjadi ibu pekerja yang sibuk dengan urusan kantor, mereka dianggap tidak memiliki waktu untuk menyimpan perasaan negatif karena fokus terhadap tanggung jawab di kantornya. Namun jika tekanan dari tempatnya bekerja berlebihan, bisa juga memicu tekanan sehingga kurang terfokus dalam mengurus rumah tangga.

Menghadapi Masalah

IRT vs ibu pekerja tentunya memiliki perbedaan dalam menyikapi masalah. Ibu rumah tangga biasanya memliki masalah yang sering berkaitan dengan rumah tangga. Dengan banyak hal yang diurus seperti mengelola rumah, mendidik anak, mengurus keluarga, ibu rumah tangga cenderung untuk memendam masalahnya sendiri.

Sedangkan ibu pekerja biasanya memiliki masalah yang berasal dari kantor atau tempat kerjanya dan rumah tangga. Ibu pekerja lebih cenderung untuk memecahkan dan mencari solusi atas masalah yang ia hadapi. 

Penghasilan

Menjadi wanita karir bisa mendapat gaji yang stabil dan dalam jumlah yang pasti. Tapi waktu yang dimiliki juga akan berkurang untuk keluarga. Walaupun memiliki gaji yang tetap, perlu dihitung juga pendapatan bersihnya, misalkan transportasi, daycare dan lain-lain. Bisa saja kebutuhan tambahan tersebut dapat mengurangi penghasilan anda dan menjadi tidak terlampau jauh seperti ibu rumah tangga yang memiliki kerja sampingan.

Ibu rumah tangga yang sering berada di rumah memiliki waktu yang cukup banyak sembari mengurus rumah tangga. anda bisa memanfaatkan waktu luang tersebut dengan bekerja sambilan atau freelance. Misalnya dengan online shop yang tidak terkait dengan waktu. Walaupun penghasilan yang dihasilkan tidak sebanding dengan ibu pekerja, namun anda tidak perlu untuk membayang uang transport, daycare dan lainnya.

Sekian ulasan mengenai IRT vs ibu pekerja. Dari artikel di atas dapat diambil kesimpulan jika menjadi ibu rumah tangga atau ibu pekerja memiliki tanggung jawab yang sama beratnya. Untuk itu anda yang akan menjadi calon ibu atau sudah menjadi ibu, bebas untuk memilih salah satunya. Jangan lupa untuk menyebarkan infromasi menarik ini agar para ibu di sekitarmu tidak merasa rendah diri dan semangat dalam menjalani hari. Semoga bermanfaat!

 

Meiga Dwiastuti
Meiga Dwiastuti Ibu Melenial bekerja paruh waktu menjadi penulis lepas. Sudah berpengalaman menulis berbagai niche selama 5 Tahun.