Tekanan Batin dan Pertanyaan Kapan Nikah Kapan Punya Anak bagaimana kita menyikapi

Kita manusia biasa mendapatkan ujian adalah segalanya untuk menjadi pribadi yang lebih baik daripada kita menjadi hal yang tidak kita sadari dari waktu ke waktu. 

Menjadi orang menginjak usia dewasa benar-benar dipenuhi dengan tekanan dari luar. Segalanya dapat mempengaruhi pribadi kita ke-depannya. Terutama kita sudah menginjak usia dewasa dan belum menjalin komitmen untuk berkeluarga. Atau memang kita belum sampai pada takdir kita sendiri. semua sebenarnya hanya seolah kita tertekan. Diri kita sendiri selalu merasa apa yang orang lain katakan kepada kita adalah benar padahal tidak.

Apa sebabnya kita tertekan dari luar ? 

Pemikiran orang dewasa sudah menginjak pada pengalaman yang lebih banyak sehingga memicu masa lalu ke permukaan pemikiran kita yaitu antar pengalaman baik dan buruk. 

Pengalaman buruk yang terkumpul dan belum terselesaikan oleh logika kita atau nalar kita belum sampai memahami pengalaman buruk tersebut kemudian tertimbun selama bertahun-tahun, itu akan menjadi pemicu tekanan dari dalam yang dipicu oleh tekanan dari luar. Atau kadang ini juga berkaitan dengan luka batin atau depresi. 

Dalam kehidupan sehari-hari kita akan banyak menemukan suatu hal yang sebenarnya orang awam akan menganggap suatu pertanyaan menjadi sebuah lelucon. 

Kapan nikah? 

Kapan punya anak? 

Mungkin anda yang sudah terbiasa dengan pertanyaan semacam itu bisa memaklumi. Akan tetapi dalam beberapa kasus saking kesal nya tekanan batin tersebut dapat berakibat fatal. 

Dilansir dari okezone.com/ tanggal 22 juni 2021, Ada seorang pria dibunuh oleh rekan kerjanya karena sering mengejek dirinya jomblo, Nasib tragis ini menimpa seorang pemuda di Medan, Sumatra Utara. Ia dibunuh rekan kerja saat istirahat. Korban terluka akibat senjata tajam. Nyawanya tak bisa diselamatkan meski sempat dilarikan ke rumah sakit. 

Ini adalah satu dari banyak kasus yang terjadi terlihat sepele penyebabnya namun berakibat pada celakanya seseorang karena kekesalan yang sering dipendam sehingga kesabaran pun bisa habis.  

Pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa menjadi tolak ukur kesehatan mental kita. Apakah benar sehat atau tidak. Jika saja anda masih awam terhadap bagaimana menyikapi pertanyaan tersebut pasti akan semacam tertekan. Bahkan bisa jadi berbahaya bagi seseorang. 

Ada baiknya tidak menanyakan suatu yang sensitif menjadi hal untuk lelucon atau sekedar bosa-basi, ini akan benar melukai hati seseorang. Ini bukan soal niatnya. Seperti halnya ini menjadi pemicu luka batin sebelumnya akan terakumulasi ke permukaan menjadi luka yang lebih serius. 

Misalnya saja sebuah pertanyaan kapan nikah itu dilemparkan kepada pasangan yang sedang memadu kasih, akan wajar dan malah menjadi suatu kebahagiaan tersendiri. 

Namun apabila pertanyaan tersebut dilemparkan kepada seseorang yang sedang berusaha untuk mencari pasangan, itu menjadi sebuah pertanyaan penuh luka. 

Hal paling parah bisa saja terjadi misalnya seseorang yang kita tanyakan kapan menikah sedang mengalami kegagalan atau sedang patah hati atau seseorang tersebut sedang mengalami kesusahan mencari pasangan hidup karena keadaan tertentu.

Hal-hal tersebutlah penyebab seseorang akan terluka ketika di lempar pertanyaan lelucon atau bosa-basi tersebut yang sebenarnya adalah realitas lebih serius di dalam kehidupan pribadi masing-masing. 

Banyak realita terjadi di dalam kehidupan perempuan mengalami tekanan batin akibat belum memiliki keturunan. secara ilmiah, seorang perempuan cenderung sensitif karena mengedepankan perasaan untuk menyikapi suatu hal. Peran orang terdekat sangat diperlukan untuk menjadi penguat. memberikan dukungan penting untuk selalu dilakukan. 

Salah satu cara untuk mendukung adalah dengan tidak menyinggung topik tentang keturunan atau lebih baik tidak menceritakan topik yang berkaitan. Salah satu cara untuk menciptakan suasana hati perempuan dalam tekanan adalah dengan cara mengajak dengan kesibukan untuk aktualisasi diri agar dia bisa sedikit melupakan apa yang menjadi tekanan batin selama ini. 

Mudah mudahan setelah anda mengerti tentang pengetahuan ini anda akan lebih hati-hati lagi dalam melontarkan joke, lelucon, bosa-basi. atau bagi anda yang sedang mengalami perasaan luka ketika mendapatkan topik sensitif ini anda akan lebih dewasa dalam berfikir tentang orang awam yang tidak mengerti tentang kehidupan anda secara pribadi. 

Maklumi mereka yang tidak tahu dan jangan diambil hati meskipun itu memang sulit. namun demikian jika ini sudah menjadi kebiasaan akan menjadi lebih kuat dan menganggap joke tersebut sudah biasa anda dengar dan anda tidak akan terlalu memikirkan hal tersebut di kemudian hari. 

0 Komentar